Aku Adalah Kematian Mu

Aku Adalah Kematian Mu
Chapter 19


__ADS_3

Dua hari kemudian Varya tiba di mansion milik kerajaan di dekat laut. Varya membuka balkon kamarnya yang langsung tertuju ke laut. Ia berdecak kagum akan keindahan laut yang biru itu. Meski alasan yang ia katakan pada ayahnya untuk melihat laut itu bohong tetapi itu tidak buruk sepenuhnya karena dia benar-benar menikmati laut itu sekarang.


"Reina, kita akan bermain air nanti sore. Jadi persiapkan pakaian mu!" Varya berbalik karena tak ada jawaban seperti biasa nya.


Ternyata Reina sedang melamun di kursi. Selama dua hari ini setelah bertemu dengan Leon, Reina sering melamun. Ia juga tak mengatakan apa yang ia rasakan pada Varya waktu itu.


"Reina..." Varya menyentuh bahu Reina, membuat gadis berambut merah itu tersadar.


"Ah! Yang Mulia maafkan saya, apa yang anda katakan tadi? Bisa tolong anda ulangi?"


"Reina, kau boleh menceritakan masalahmu pada ku agar kau bisa lebih ringan. Tetapi jika kau tidak mau juga tidak apa, sebaiknya kau kembali ke kamar mu dan beristirahat. Maafkan aku telah melibatkan mu ke dalam masalah ku" Tampak raut wajah bersalah Varya saat itu.


"Tidak Yang Mulia. Saya hanya merasa pernah bertemu dengan Raja, dan kami seperti nya akan menjalin ikatan. Itu yang saya rasakan"


"Reina... Aku tak melarang mu untuk menjalin hubungan dengan siapa pun. Apa lagi jika orang itu mencintaimu lebih dari apapun. Tapi sebelum itu kau harus menjadi orang kuat hingga kau tidak perlu bergantung kepada siapa pun itu. Jangan juga biarkan orang-orang merendahkan diri mu. Kau mengerti?" Reina memeluk Varya, kini dadanya merasa lebih lapang.


"Terima kasih Yang Mulia. Anda dapat memahami saya dengan baik" ucap Reina dengan tulus.

__ADS_1


"Jangan ragu lagi untuk menceritakan masalahmu Reina, aku selalu ada untuk mu di sini" Varya tersenyum mampu membuat Reina tenang.


"Baik Yang Mulia. Saya permisi dulu" Reina pamit setelah mendengar ketukan pintu dari luar.


Itu adalah Finix, lelaki itu masuk setelah Reina keluar. Varya tersenyum hangat melihat Finix sudah bekerja dengan keras. Sepertinya ia telah keras pada Finix.


"Yang Mulia. Dari hasil laporan yang saya terima, pihak kerajaan mulai menuju ke arah selatan. Mereka membawa seorang ahli di bidang itu. Orang kita suruh untuk memeriksa pegunungan itu juga sudah kembali. Dia mengatakan benar adanya bebatuan mineral di sana, dan kondisi di sana tidak separah biasanya hingga mudah untuk masuk menjelajahi pegunungan."


"Baguslah. Berikan upah yang sesuai untuk orang itu Finix. Dan kau harus istirahat untuk sementara waktu. Gantikan penjagaan dengan Rey, dengar kau harus beristirahat kau mengerti?" Finix mengangguk mengerti.


___________________


"Yang Mulia jangan berlari-lari! Anda bisa terjatuh!" Teriak Finix pada gadis berambut dark blue yang sudah sampai di bibir pantai.


Varya memang menyuruh Finix untuk beristirahat, tetapi yang di maksud beristirahat yaitu menghabiskan waktu mereka bertiga di pantai belakang mansion. Finix tentu tak bisa melewatkan kesempatan ini, ia pun tidak ingat kapan terakhir kali ia melihat pemandangan laut.


Finix memang beristirahat, ia hanya mengenakan kemeja putihnya. Berbanding terbalik dengan Rey yang bertugas untuk menjaga mereka, seperti hal yang diperintahkan Varya.

__ADS_1


Varya dan Reina sangat senang bermain air hingga tak menyadari kedatangan seseorang. Finix membulatkan matanya, orang itu mengkode supaya Finix tak mengumumkan kedatangan nya.


Setelah Varya dan Reina selesai bermain mereka keluar dari air yang dangkal itu. Saat melangkah untuk kembali, mereka berdua terdiam sejenak melihat laki-laki berambut putih itu telah menunggu mereka.


"Apakah kalian menikmati laut Ferlya?"


"Yang Mulia Raja!" Kejut Reina melihat Leon yang tiba-tiba datang.


Varya pun tak menyangka lelaki itu akan ke sini. Apakah ia datang untuk melihat Reina? Varya langsung membungkuk hormat. Diikuti dengan Reina setelahnya.


"Tidak perlu seformal itu. Kita bukan berada di istana, tidak ada yang melihat di sini" ucap Leon santai.


Leon kemudian menyuruh pelayan untuk memberikan buket bunga pada Varya. Lalu yang satu nya ia berikan sendiri kepada Reina. Varya tak percaya bahwa Leon secepat itu menunjukkan rasa suka nya pada Reina.


"Yang Mulia apakah ini benar untuk saya?" Tanya Reina tak yakin dengan buket mawar yang ia terima.


"Tentu saja, bolehkah aku mengenal mu Lady? Wajah Reina merona namun ia tak lupa dengan apa yang dikatakan Varya.

__ADS_1


"Perkenalkan nama saya Reina Grefia. Saya adalah anak tunggal dari Baron Grefia. Saya sudah lama menjadi pelayan pribadi Yang Mulia Putri"


...^^^To Be Continued ^^^...


__ADS_2