Aku Adalah Kematian Mu

Aku Adalah Kematian Mu
Chapter 39


__ADS_3

Pagi yang terik, suasana yang pas untuk melakukan tea party. Untuk pertama kali dalam hidupnya, Varya mengadakan tea party di taman kesukaannya. Dia banyak mengundang gadis-gadis bangsawan.


Sudah seminggu sejak penghukuman keluarga Lawrence. Mereka semua dieksekusi di depan publik. Tak ada yang berani mengungkitnya, karena kejadian itu benar-benar mengerikan. Tujuan Varya mengadakan ini sebenarnya untuk meredakan kejadian itu.


"Yang Mulia kami sangat terhormat bisa bergabung ke dalam tea party anda ini" ucap gadis berambut hijau. Para gadis lain juga menyetujui perkataannya itu.


"Syukurlah kalian menyukainya. Ke depannya akan aku usahakan untuk mengadakannya lagi" Senyum hangat Varya, membuat semua gadis di sana kagum akan kecantikannya.


"Yang Mulia, saya benar-benar kagum pada anda. Karena anda akan segera menjadi pemimpin Astra. Belum ada satu kerajaan pun yang memiliki Pemimpin seorang Ratu. Kyaa! Anda benar-benar hebat" puji Bella yang sangat senang, Varya hanya terkekeh melihat tingkah gadis itu.


Kerajaan sedang sibuk mempersiapkan acara penobatan Varya. Sebenarnya ia tak ingin mengadakan acara yang megah, tetapi Raja tak menyetujui itu. Raja ingin semua yang terbaik untuk putri semata wayangnya itu. Semua orang juga tau apa saja yang sudah Varya lakukan untuk membangun Astra, dia juga berhasil melakukan kerja sama dengan kerajaan-kerajaan lain. Bahkan dia dijuluki sebagai wanita kuat Astra karena keahlian berpedang serta kepintarannya.


Varya berhasil mendapatkan dukungan rakyat. Ia juga berhasil mengangkat derajat wanita di masa ini. Membuat banyak orang di luar benua pun terkagum-kagum. Namun, Varya tak membanggakan hal itu. Dia jadi seperti ini juga berkat seseorang yang sangat penting yang selalu ada di sampingnya.


"Lady Bella bukankah Anda akan segera bertunangan?" Tanya seorang gadis, membuat Bella tersipu.


"Ah~ Itu benar. Aku merasa menjadi gadis beruntung karena dapat dicintai oleh seorang lelaki yang tulus" Varya seperti sedang melihat dirinya pada gadis itu.


"Kami sangat iri~" Ucap para gadis serentak.


"Semoga dia menjadi yang terbaik untuk mu Bella" Varya tersenyum pada Bella.


"Tentu saja Yang Mulia. Dia bahkan telah sangat mempercayai saya hingga menceritakan bagaimana kehidupannya. Hidupnya sangat berat tetapi saya kagum dia bisa bertahan sampai sekarang" Sorot mata Bella terlihat begitu tulus.


Apakah Varya juga bisa menjadi seperti dia? Saat ini perasaannya sedang gundah memikirkan Finix. Sudah beberapa hari sejak saat itu mereka tak bertemu. Varya sangat merindukannya, Raja berencana untuk memberikan Finix sebuah gelar atas jasanya. Itu juga bersamaan saat penobatan Varya.

__ADS_1


'Aku harus segera menemuinya'


____________________


TUK TUK


Suara ketukan pintu membuat lelaki berambut hitam itu terbangun dari tidurnya. Dia dengan cepat membuka pintu itu. Matanya membulat saat melihat gadis mengenakan mantel menutupi kepalanya.


"Varya..." Gadis itu mendongak melihat wajah terkejut Finix.


Gadis itu mengabaikan Finix yang masih termenung dan segera masuk ke dalam. Di luar masih gelap karena ini tegah malam. Ia duduk di sofa lalu membuka mantel nya. Finix menghembuskan nafas panjang lalu menutup pintu kembali. Ia kemudian duduk di depan gadis itu untuk mendengarkan alasan gadis itu ke sini pada waktu yang rawan.


"Aku ingin mengatakan sesuatu pada mu. Terserah jika kau ingin mempercayainya atau tidak." Wajah Varya sangat serius hingga Finix mendengarkan dengan seksama.


"Ini adalah kehidupan kedua ku. Di kehidupan pertama aku mati karena pengkhianatan Dirto serta Duke Lawrance. Astra direbut oleh dirinya, aku sangat naif waktu itu. Aku seorang putri yang lemah yang hanya berlindung dibalik dinding istana. Entah bagaimana caranya aku tiba-tiba kembali di kehidupan sekarang. Aku juga tak tau bagaimana itu bisa, mungkin saja takdir memberikan ku kesempatan untuk bisa memperbaiki semuanya. Dari sana lah awal aku menyusun rencana, menjadi seorang wanita yang kuat.


Jadi sekarang Finix, tolong jujurlah pada ku tentang diri mu. Aku akan mempercayai perkataan mu meskipun itu tidak logis sekali pun..." Mata Varya berkaca-kaca saat menyelesaikan kalimatnya.


Finix mencoba mencerna apa yang gadis itu katakan. Jika benar apa yang dikatakan bahwa dia mengulang waktu, maka semua hal ini masuk akal. Buktinya Varya berhasil berdiri dengan kaki ya sendiri sekarang. Ia sudah menjadi gadis yang kuat secara tiba-tiba, dari yang mula lemah kini ia bertekad. Sorot mata gadis itu bahkan tak ada kebohongan sedikit pun di sana.


"Baiklah Varya. Mungkin setelah mendengar ini kau akan membenciku, karena aku adalah orang paling kotor dari siapapun. Sejak kecil aku ditelantarkan kau tau, aku sudah menceritakan kisah ini pada ku. Pekerjaan ku sebenarnya adalah pembunuh bayaran. Dimana aku mendapatkan uang dari mengorbankan nyawa manusia. Aku sangat tau bahwa kau begitu membenci pekerjaan itu, maka dari itu aku takut mengatakan ini pada mu.


Kau tau guild yang ku sewa waktu itu? Aku adalah ketua guild itu dan mereka semua adalah anak buah ku. Mereka juga ku ajari melakukan pekerjaan yang sama seperti ku. Bukankah aku manusia yang sangat hina sekarang?" Varya kini tercengang, dia sudah menduga bahwa pekerjaan Finix berbahaya. Tetapi ia tak menyangka pekerjaan itu yang dia jalani selama ini. Pasti sudah banyak nyawa yang melayang di tangannya.


Tapi, Varya tak bisa membenci dirinya. Pekerjaan itu tak mungkin dia lakukan, jika dia bisa menghidupi dirinya dengan hal lain. Dunia ini kejam, Varya sudah menyadari itu sekarang. Dia tak bisa membenci Finix apalagi dia sangat mencintai lelaki yang sangat tulus padanya itu.

__ADS_1


GREP!


Tak disangka Varya memeluk Finix, air mata nya mengalir deras. Finix merasakan pundak nya yang sudah mulai basah.


"Mengapa?... Mengapa kau tidak mengatakan hal itu dari dulu?... Mustahil aku bisa membenci mu Finix... Aku sangat mencintaimu..." Lirih Varya dalam tangisnya. Finix mengelus rambut gadis itu.


"Terima kasih..." Finix berdiri lalu memeluk gadis itu dengan erat.


"Tapi... Aku belum punya keberanian untuk menikahi mu sekarang Varya... Bisakah kau menunggu diri ku?" Varya melepaskan pelukannya lalu melihat wajah Finix. Banyak pertanyaan yang terbesit di pikiran nya, namun hanya satu pertanyaan yang dapat Varya lontarkan sekarang.


"Berapa lama?" Tanyanya singkat.


"Sampai bunga-bunga di kebun mu mekar dengan indahnya. Itu tak kan lama, aku berjanji akan segera menemui dengan percaya diri" Finix mengecup kening Varya. Berat rasanya meninggalkan gadis itu sendirian, tetapi ini sudah dia pikirkan matang-matang.


"Aku akan memegang ucapan mu itu. Sampai saat itu tiba nanti aku ingin kau mengumumkan pada semua orang bahwa kau beruntung memilki ku.... Kau mengerti?" Ucap Varya dengan penuh air mata. Dia harus bersikap dewasa banyak tanggung jawab yang dia pikul sekarang.


"Tentu saja aku bersumpah..."


__________________________


Setahun kemudian di Ferlya.


Nampak seorang wanita sedang menggendong bayi mungil. Ia sedang bersama suami yang senantiasa mendampingi dirinya kemana saja. Mata wanita itu berbinar saat kereta kuda yang mereka tunggu telah tiba. Ia segera menghampirinya saat kuda itu telah berhenti.


Seorang gadis berambut dark blue dengan anggun turun dari kereta. Ia tersenyum melihat antusias wanita itu bersama bayi yang sangat lucu.

__ADS_1


"Selamat datang Ratu Astra!"


...To Be Continued...


__ADS_2