Aku Adalah Kematian Mu

Aku Adalah Kematian Mu
Chapter 32


__ADS_3

Di ruangan yang penuh kegelapan terlihat sepasang kekasih yang sedang duduk bersama. Ruangan itu sengaja dibuat gelap karena suasana sang lelaki yang tak bagus. Tentu saja tugas gadis di sebelah yaitu menghibur hatinya.


"Tuan... Sudahlah. Keluarga ku akan selalu berada di sisimu jadi kau tak perlu khawatir. Kita akan mencapai tujuan kita tanpa bantuan Ferlya, pasti itu akan terjadi" Manja gadis itu untuk menghibur lelaki yang ia cintai.


Namun, si lelaki tetap tak bergeming. Sedang banyak wine yang ia habiskan, sekarang keadaannya mabuk parah. Grace, dialah gadis itu dengan Dirto kekasihnya yang ia sembunyikan.


Grace memeluk erat tubuh Dirto. Ia tau bagaimana keadaan lelaki itu sekarang. Meski semua orang di dunia ini meninggalkan nya tetapi tidak dengan Grace, dia akan senantiasa menemani Dirto suka dan duka.


"Aku bersumpah akan menghancurkan Varya... Kita pasti akan bahagia setelah dia tiada. Bagaimana jika kita membunuhnya sekarang?" Tanya Grace pada Dirto. Lelaki itu bangkit tanpa menjawab, ia merebahkan dirinya ke kasur. Sudah berapa hari ia tak bisa tidur, mungkin kali ini dia bisa terlelap.


Grace menyusul nya ke kasur, dia ikut merebahkan diri di samping Dirto. Ia kembali memeluk Dirto dari belakang. Namun, tak disangka Dirto berbalik lalu membalas pelukan dari gadis itu. Grace sangat senang akan perlakuan tersebut.


"Ah~ Aku sangat mencintai sayang..."


________________________________


Varya menyesap kopinya, ia sedang berada di satu resto yang juga memiliki penginapan di lantai dua. Dia sedang bersama Finix untuk saat ini. Ah, bukan kencan. Mereka sedang menunggu seseorang di sana.


Varya sengaja membuat janji di sini dikarenakan resto ini sedang populer. Sebagai gadis yang ingin mengikuti perkembangan zaman tentu saja Varya tak boleh melewatkan hal itu. Untuk tak menarik perhatian publik, ia memakai topi yang senada dengan bajunya yang berwarna peach. Sebenarnya ia juga mempunyai rencana di sini, ia berharap semoga rencananya berjalan lancar.


"Mohon maaf Yang Mulia sudah membuat anda menunggu" seorang gadis datang lalu segera duduk di depan Varya. Bukannya berlaku tidak sopan tetapi Varya mengatakan di surat untuk tak perlu melakukan tata krama.


"Tidak apa. Aku sangat menikmati pemandangan di sini" Ucap Varya santai.

__ADS_1


"Terima kasih atas kemurahan hati anda. Di malam ulang tahun anda, saya sungguh terpesona dengan penampilan anda. Anda sangat cantik, apakah selama pergi berlibur anda melakukan perawatan khusus?"Riang Bella gadis yang dekat dengan Varya saat ini.


"Tidak ada. Mungkin karena kau sudah lama tak melihat ku"


"Ah, saya sangat sedih selama anda tidak ada. Apa anda tahu bahwa Lady Grace mencoba berkali-kali mengatakan hal buruk tentang anda? Untunglah saya berada di sana saat hal itu terjadi. Saya merasa dia sangat iri dengki pada anda" Lapor Bella membuat Varya tersenyum, inilah yang dia suka dari gadis itu. Dia tau apa tujuannya diundang kemari.


"Kerja bagus. Terima kasih Bella" Senyum Varya, gadis itu sangat bisa diandalkan. Tak rugi ia menghabiskan uangnya untuk kado kemarin.


Mereka lalu melanjutkan pembicaraan. Bella menceritakan segala hal yang terjadi di pergaulan kelas atas selama Varya tidak ada. Tidak lupa ia mengatakan bahwa banyak gerak-gerik aneh pada Grace di sana. Bella juga mengatakan bahwa dia curiga pada Grace akan membuat sesuatu, di pesta ulang tahun Varya dia tampak sangat marah saat itu.


"Saya rasa dia memiliki hubungan dengan tuan Dirto. Saat kami masih dekat dulu, dia sering menceritakan tuan Dirto pada saya. Saya juga sempat curiga saat itu" jelas Bella.


Benar, dari tingkah bodoh Grace orang tau bahwa dia mempunyai hubungan dengan Dirto. Hanya saja tak ada bukti yang dapat memperkuat argumen tersebut. Dan menurut yang dia lihat gadis itu seperti sangat terobsesi dengan mantan tunangan nya. Di saat Barus sedang berkutat dengan pikiran nya. Bella terkejut melihat sesuatu.


'Ah, bagus. Aku tak usah repot-repot mempertemukan Bella dengan mereka'


"Benarkah? Bukankah itu orang lain?" Varya pura-pura tidak yakin.


"Tidak, Yang Mulia. Ayo kita tangkap basah mereka!" Ajak Bella yang diiyakan oleh Varya.


Mereka mengikuti langkah kedua sejoli di depan. Harus hati-hati agar mereka tak ketahuan. Dugaan Varya mereka sepertinys akan menginap di lantai dua. Pftt. Dua sejoli yang dimabuk cinta, kita lihat bagaimana reaksi mereka saat kita menangkap basah keduanya


Ternyata mereka bukan singgah ke lantai dua. Mereka naik ke lantai tiga dimana di sana pusat hiburan bagi para bangsawan kelas atas. Namun mereka berhenti di tengah jalan, Varya membulat kan matanya saat kedua insan itu bercumbu di tengah jalan. Bella di sampingnya juga tak menyangka hal itu terjadi.

__ADS_1


PROK PROK


Varya bertepung tangan atas aksi mereka. Kedua manusia itu menghentikan aktivitas mereka dan melihat arah suara itu. Keduanya tampak terkejut saat gadis berambut dark blue itu mendekati mereka. Grace segera merapikan rambut dan pakaiannya.


"Wah, tontonan yang menarik. Bagaimana kedua manusia ini tidak mempunyai urat malu?" Sindir Varya dengan tatapan tajam nya.


"Apa yang kau lakukan ke sini Varya? Apakah kau sengaja mengikuti ku untuk meminta maaf pada ku?" Tanya Dirto sambil tersenyum remeh.


"Pftt. Setelah menyaksikan perbuatan kalian, kau berpikir untuk ku memaafkan diri mu? Sadar Dirto! Kau kira aku tak tau selama ini kau menjalin hubungan dengan gadis itu? Seharusnya kau sadar diri telah menginjak kan kaki dimana! Ini wilayah ku, jika aku mau kau bisa ku depak sekarang dari Astra" Varya melipat kedua tangannya. Dia sungguh lelah sekarang, seperti merasakan Deja Vu saat melihat kelakuan mereka.


"Dan kau Lady Lawrance! Selamat! Karena sekarang kau bisa sesuka hati memperlihatkan kekasih mu itu. Meskipun nanti dia akan dikenal sebagai sampah dari ku." Kekeh Varya membuat Grace malu.


Varya mengajak Bella untuk pergi dari sana tontonan itu terlalu kotor untuk disaksikan. Bahkan melihat wajah mereka saja membuat Varya jijik.


Setelah hari itu, tersebar gosip bahwa Grace telah menjalin hubungan dengan Dirto sejak lelaki itu masih bertunangan. Banyak bangsawan yang menghujat gadis itu, Duke Lawrance tentu saja sangat malu. Dia mengurung Grace untuk sementara waktu di kamar nya. Untuk mengembalikan reputasi ia mengatakan bahwa Grace dan Dirto akan segera bertunangan.


"Pftt. Hahaha" Tawa Varya pecah mendengar hal itu. Dia sangat puas sekarang, rumor tentangnya kini bersih.


Kasihan sekali Duke Lawrance yang sangat ambisius kini menanggung malu akibat putri semata wayangnya yang bodoh. Kira-kira bagaimana ekspresi nya nanti saat bertemu dengan Varya? Tentu saja sangat memalukan. Dia bahkan tidak berani untuk bertemu dengan raja.


"Tinggal beberapa langkah lagi. Maka POM! Mereka akan hancur"


...To Be Continued...

__ADS_1


__ADS_2