
"Yang Mulia! Bukan kah kapal ini sangat besar! Wahh!" Kagum Reina pada kapal pesiar yang mereka naiki.
Varya menghela nafas panjang, entah bagaimana mereka bisa ada di sini. Ini semua gara-gara Leon yang mengajak untuk menaiki kapal pesiar yang berada tak jauh dari penginapan, Reina dengan polosnya mengiyakan ajakan itu. Varya hanya bisa berpasrah diri, banyak bangsawan yang ada di sana. Padahal ini masih pagi, tapi kapal ini sudah dipenuhi banyak pengunjung. Dan tentunya mereka dari kalangan atas karena tiket naiknya sangat mahal bagi rakyat biasa.
Varya mendapatkan perkecualian hari ini, Leon ada bersama mereka hingga mereka dengan mudah masuk tanpa biaya apapun. Leon mengajak Reina untuk berkeliling bersama nya sedangkan Varya ingin berdiam diri sebentar dengan Finix. Hari ini ia hanya membawa Finix sebagai pengawalnya. Dan sekarang mereka seperti sedang berkencan.
Eh! Wajah Varya merona menyadari hal itu. Ia langsung menggeleng kepalanya, menyingkirkan pikiran aneh di sana. Varya bersandar di palang besi di pinggir kapal, ia melihat lautan yang terbentang luas.
"Lihatlah Finix sinar matahari terpantul di atas air" tunjuk Varya.
"Benar Yang Mulia. Itu sangat indah" Finix menyetujui apa yang Varya tunjukkan.
"Seharusnya hari ini kita beristirahat di penginapan saja. Aku tak bisa menebak pikiran lelaki itu" Ucap Varya yang merujuk kepada Leon.
"Saya rasa ini kesempatan yang baik Yang Mulia. Kapan lagi kita merasakan berada di atas laut"Varya melihat Finix yang sedang memandang lautan.
Paras lelaki itu begitu tenang, berada di dekatnya saja mampu membuat Varya nyaman. Saat ini Finix hanya memakai baju biasa dengan membawa pedang, Varya mengatakan ia tak mau mencolok di sana. Sedangkan hari ini Varya mengenakan dress putih berlengan panjang di padukan dengan topi biru nya.
"Ah, jika kita ke restoran nya? Aku rasa banyak menu laut yang belum kita coba. Ayo Finix" Varya berjalan terlebih dulu masuk di ikuti dengan Finix.
__________________________
"Reina? Apakah kalian sudah selesai berkeliling?" Tanya Varya yang tak sengaja bertemu dengan Reina dan Leon di resto itu. Reina tampak senang menikmati es krim.
"Yang Mulia Raja mengatakan untuk mencoba es krim di sini dulu Yang Mulia. Dan ini benar-benar enak sangat cocok di musim panas" Reina tersenyum manis, Leon yang di samping nya hanya menatap gadis itu dengan penuh cinta.
"Aku akan melihat menu. Kalian makan saja saja terlebih dahulu" Varya melangkahkan kakinya ke meja lain, ia tak mau mengganggu pasangan itu.
__ADS_1
Finix mengambil buku menu untuk di bawakan ke Varya. Tak lama Varya menitipkan pesanan nya pada Finix. Ia tak menjadi pusat perhatian di sini, bahkan mungkin saja tak ada yang mengenal dirinya.
"Finix, apakah kau pandai berenang?"
"Tentu. Saya merasa bisa melakukan apapun Yang Mulia, terlebih lagi jika itu untuk anda" Varya membulatkan matanya, ia mencoba untuk tidak salah paham padahal itu kata-kata yang biasa.
"Jika di sini aku merasa ingin berlayar ke sebuah pulau menggunakan kapal. Lalu berlibur ke pulau itu yang di kelilingi pepohonan" Ucap Varya mengubah topiknya.
"Saya rasa itu harus direncanakan dalam waktu yang lama. Saya rasa Raja Ferlya mempunyai pulau yang terletak di selatan. Di sana beliau sudah membangun mansion yang besar. Jika anda ingin, anda boleh meminta ijin beliau untuk berlibur ke sana"
"Ah, itu tidak mungkin. Lebih baik aku membeli pulau yang lain dari pada pergi ke sana." Varya bergidik ngeri. Finix terkekeh melihat nya.
Tak lama makanan yang di pesan tiba. Pelayan menata makanan yang ada di tangannya. Mata Varya berbinar melihat lezatnya makan laut itu. Ia merasa berat badan nya akan bertambah saat kembali ke Astra, untunglah sekarang korset sudah tak mulai lagi di gunakan.
"Permisi, Khusus hari ini kami ingin menawarkan menu pasangan kepada anda berdua. Apakah anda berminat?" Tanya pelayan itu.
"Mohon maaf, saya permisi" Pelayan itu langsung pamit undur diri.
Wajah Varya hampir sama dengan kepiting yang berada di depannya. Uh, mengapa ia harus malu menjelaskan hal itu.
"Kurasa itu tak buruk" Gumam Finix kecil namun terdengar oleh Varya, membuat gadis itu menatapnya.
"Maksud saya menu ini tidak buruk Yang Mulia" Ucap Finix sambil menyendok makanan nya. Lagi dan lagi Varya hampir salah paham.
Dan Varya merasa aneh dengan dirinya hari ini. Apa ia masih mabuk akibat alkohol semalam? Ah, ayo lupakan! Pikir Varya yang mencoba untuk fokus pada makanan yang ada di depan nya.
__________________________
__ADS_1
"Bagaimana hari ini Lady? Maafkan saya karena saya harus kembali ke istana sore ini" Sesal Leon pada Reina. Mereka sudah turun dari kapal dikarenakan jadwal Leon yang cukup padat.
"Tidak apa-apa Yang Mulia. Saya sangat berterima kasih atas perhatian anda kepada saya. Semoga suatu hari nanti saya dapat membalas kebaikan anda ini" Reina tersenyum tulus pada Leon, membuat jantung lelaki itu tak karuan.
"Tentu saja. Pasti akan ada hari dimana semua keinginan mu akan terwujud Lady" Leon meraih tangan kanan Reina lalu mencium nya. Pipi gadis itu sontak merona.
"Ku harap kita akan bertemu secepatnya" Ucap Leon yang merupakan kalimat perpisahan mereka.
Reina menunduk hormat kepada Leon yang kian menjauh dari nya.Ada sedikit kesedihan yang tersorot dari mata indahnya. Varya dan Finix segera menghampiri Reina.
"Wah, Reina kita sedang jatuh cinta" Goda Varya, Reina pun langsung kalang-kabut.
"Eh! Tidak Yang Mulia. Itu tidak benar. Sa-saya hanya itu, anu" Panik Reina yang terlihat sangat menggemaskan.
"Reina, untunglah kau sudah mencapai usia dewasa. Jika tidak itu bisa gawat, kau tidak mungkin menikah di bawah umur" Varya semakin menggoda Reina membuat rona di pipinya semakin memerah.
"Sudah saya bilang bukan seperti ituuuu!" Varya dan Finix tertawa secara bersamaan melihat tingkah lucu gadis itu.
"Berhenti lah menjahili saya Yang Mulia. Saya akan kembali lebih dulu" Reina dengan cepat melangkah pergi menuju penginapan.
"Kau lihat? Dia sangat lucu bukan? Aku tidak akan membiarkan lelaki itu dengan mudah membawanya. Dia harus menunggu Reina untuk lebih lama, agar dia belajar apa itu kesabaran" Varya menyeringai mengingat bagaimana sikap Leon yang selau terburu-buru dan tak sabaran dalam hal apapun, terlebih lagi soal cinta.
"Saya akan menunggu perintah anda untuk rencana selanjutnya Yang Mulia Putri Varya"
"Finix, yang perlu kau ketahui bahwa rencana ini tak kan mudah. Kita harus mempersiapkan sesuatu hal dengan cepat"
...To Be Continued...
__ADS_1