Aku Adalah Kematian Mu

Aku Adalah Kematian Mu
Chapter 26


__ADS_3

Hari ini akhirnya tiba. Reina mengintip kereta-kereta yang masuk di balik jendela. Ia tak sabar menantikan kehadiran lelaki itu. Pesta ulang tahun akan dilaksanakan empat hari lagi. Tak disangka waktu dengan cepat berlalu, Reina sudah banyak mempelajari hal tentang istana.


Reina akan menunggu Varya untuk turun menyambut tamu. Varya mengatakan akan membawa dirinya nanti. Reina sangat tidak sabar melihat wajah tampan lelaki itu lagi.


"Hey! Bukankah kau pelayan baru Varya?" Reina membalikkan badannya melihat seorang gadis berambut pirang sedang berbicara dengan nya dengan angkuh.


Reina pernah mendengar tentang gadis itu dari Varya. Ia membungkuk hormat karena dia adalah putri Duke Lawrance.


"Salam untuk Lady Lawrance" sapa Reina dengan sopan.


"Ah, kau sangat dididik dengan baik. Sekarang cepat antarkan aku bertemu dengan Varya" Ucap Grace tanpa kata hormat untuk Varya. Mendengar hal itu tentu saja Reina tak tinggal diam.


"Mohon maaf Lady. Bukankah tidak sopan untuk memanggil Yang Mulia Putri dengan seperti itu? Saya tau keluarga anda adalah penyokong kerajaan tetapi sebaiknya anda harus tetap tunduk kepada keluarga kerajaan" Grace terlihat kesal mendengar hal itu.


"Apa! Beraninya pelayan rendahan seperti mu menasehati diri ku. Lagi pula dia sedang tak ada di sini untuk apa aku menunjukkan rasa hormat ku padanya" Grace melipat kedua tangannya di dada seakan tak ada rasa bersalah.


"Tetapi anda sedang berada di istana. Saya berharap agar anda menjaga kesopanan anda atau anda akan dihukum sesuai aturan kerajaan" Tegas Reina membuat Grace sangat kesal.


"Kau kurang ajar!"


"Siapa yang kurang ajar Lady Lawrance?" Grace menoleh dan melihat Varya sedang menghampiri mereka.


"Ah, Putri. Anda harus mengajari pelayan anda untuk tak bersikap kurang ajar pada bangsawan. Anda harus menghukum nya untuk tindakan nya itu. Sungguh memalukan bagi seorang pelayan putri yang berani bersikap kurang ajar pada keluarga Lawrance" Varya melihat Reina yang menunduk.


"Kau seperti nya salah melihat Lady. Yang aku perhatikan dari tadi bahwa kau lah yang bersikap kurang ajar pada ku. Apa kau mau bukti yang lebih jelas? Barusan kau jelas-jelas tak menunjukkan salam mu pada ku. Berapa kali lagi harus aku ajari bagaimana bersikap kepada keluarga kerajaan! Sekarang kau malah memfitnah orang ku? Aku tidak ingin melihat diri mu di istana sebelum pesta Lady. Jangan membuat ku menghukum mu lebih lagi atas tindakan kurang ajar mu itu" Varya memicingkan matanya.

__ADS_1


Grace tak percaya dengan apa yang dia dengar. Ia segera pergi dari sana karena malu. Reina yang melihatnya hanya terkekeh, memang benar Grace lah yang salah bukan dirinya.


"Maafkan saya Yang Mulia. Seharusnya saya tak bersikap seperti itu" sesal Reina, Varya menepuk pundak nya.


"Tidak Reina. Itu kerja yang bagus. Jangan biarkan orang lain menginjak mu dengan kekuatan yang mereka miliki, sudah kukatakan bahwa aku ada bersama mu. Tak ada yang perlu kau takutkan" Varya tersenyum manis,Reina merasa tenang dengan adanya gadis itu.


_______________________________


"Selamat datang Raja Ferlya. Semoga anda nyaman selama berada di Astra" Sambut Varya pada Leon yang baru saja turun dari kereta kuda.


"Tentu saja. Terima kasih sudah menyambut ku Putri." Leon tersenyum ramah lalu melirik seorang gadis berambut merah di belakang Varya.


"Setelah melakukan perjalanan jauh. Alangkah baiknya anda beristirahat terlebih dahulu. Pelayan saya akan mengantarkan anda ke kamar, mohon maaf saya harus menyambut tamu yang lain terlebih dahulu" Varya undur diri. Leon menghampiri Reina dan tersenyum manis.


"Sudah lama ya, Reina" Reina tersipu mendengar suara manis itu.


Leon yang peka hanya tersenyum lalu mengikuti Reina yang menuntunnya. Ia melihat postur tubuh gadis itu yang sudah berubah lebih anggun. Leon tak sabar untuk segera membawa gadis itu pulang bersamanya ke Ferlya.


_________________________


Varya menghampiri seseorang yang belum pernah ia lihat. Seorang lelaki berambut pirang, ia tak pernah melihatnya di kehidupan sebelumnya. Varya mencoba untuk menanyakan kepada pelayan. Matanya membulat saat tau ternyata dia adalah Raja baru dari kerajaan Estria dan ia baru seminggu dilantik karena Raja sebelum nya meninggal.


"Salam kepada Raja Estria yang baru. Mohon maaf kan saya yang terlambat menyapa anda" ucap Varya, lelaki bermata biru itu hanya tersenyum.


"Tidak apa-apa putri. Banyak juga orang yang belum mengenal diri ku." Ramah lelaki itu. Jika Varya tak salah nama lelaki itu adalah Andro de Estria.

__ADS_1


Anak satu-satunya Raja Estria sebelumnya. Ia dikenal dengan kejeniusan nya menciptakan teknologi. Jika Varya berhasil menjalin hubungan dengan kerajaan itu, bisa dipastikan kemajuan Astra akan semakin ditingkatkan di masa depan.


Varya lalu mengajak Andro untuk berbincang-bincang sambil menuju ke tempat istirahat nya. Mereka sesekali tertawa, berbeda dengan Leon yang memaksakan diri untuk bersikap ramah. Andro memang mempunyai sifat membuat orang yang bersamanya nyaman dan mampu mengikuti alur pembicaraan dengan nya.


"Sepertinya perbincangan kita hanya bisa sampai di sini Yang Mulia" Mereka telah sampai di tujuan.


"Terima kasih Putri sudah menemaniku. Ini pertama kali aku ke Astra jadi banyak tempat yang tak ku ketahui" Varya tersenyum ramah.


"Jangan sungkan untuk bertanya kepada saya Yang Mulia. Saya pamit untuk diri dulu, banyak masih yang harus saya persiapkan. Semoga anda nyaman di sini" Varya lalu pergi meninggalkan Andro yang masih menatap kepergian nya.


'Dia gadis yang hebat melebihi rumornya.'


Varya menemui Finix di aula, ia tampak sedang mengawasi ruang acara. Mereka sangat sibuk hingga waktu istirahat terasa sebentar. Finix tampaknya tak merasakan kehadiran Varya dari belakang karena sibuk mengatur persiapan, Varya ingin mengejutkan nya. Namun seseorang tiba-tiba menyenggol lengan Varya dengan keras membuatnya hilang keseimbangan.


GREB!


Untunglah Finix tepat waktu menangkap Varya. Mata mereka kini bertemu, jantung antar satu sama lain seakan seirama berdetak dengan kencang nya. Di detik kemudian Varya dengan cepat berdiri dengan benar. Begitu pula dengan Finix, tak baik untuk terlalu lama di posisi yang tadi.


"Saya mohon ampun Yang Mulia! Saya tidak sengaja" ucap seorang pelayan laki-laki yang menyenggol Varya tadi. Lelaki itu kini berlutut di hadapan Varya. Banyak orang di sana menyaksikan hal itu.


Varya menatap laki-laki itu, ada ketakutan pada dirinya. Jika itu hanya sebuah ketidaksengajaan seharusnya senggolan itu tidak keras. Mungkinkah ini rencana seseorang?


"Bangunlah, tidak apa-apa. Aku baik-baik saja, namun jika tadi Pengawal ku tak menangkap ku mungkin saja aku akan mengalami cedera. Aku bukan malaikat sehingga bisa memaafkan semua kesalahan mu. Tapi karena itu TIDAK SENGAJA, kau boleh keluar dari istana dengan nyawa yang masih berada di tubuh mu." Pelayan itu benar-benar ketakutan, Varya menyuruh pengawal untuk menyeretnya keluar.


Jika tadi ia memaafkan pelayan itu, maka dia menjadi orang yang terlalu rendah hati. Dan yang akan selanjutnya terjadi, ia akan dimanfaatkan oleh orang lain.

__ADS_1


...To Be Continued ...


__ADS_2