Aku Adalah Kematian Mu

Aku Adalah Kematian Mu
Chapter 30


__ADS_3

Suasana malam ini begitu tenang, dengan acara makan malam para tamu di istana. Besok mereka akan kembali ke wilayah masing-masing jadi ini juga bisa dikatakan sebagai acara perpisahan. Varya menyiapkan sendiri, sama seperti saat menyiapkan pesta ulang tahun nya. Gadis itu mengenakan gaun hitam yang agak terbuka namun tetap formal.


"Saya harap anda sekalian puas selama berada di Astra. Raja juga senang akan kedatangan anda sekalian, saya merasa terhormat dengan hal ini. Dan terima kasih juga telah menjalin kerjasama dengan Astra. Saya harap kita dapat memulai hubungan dengan baik" Varya membuka acara dengan sedikit kata-kata yang telah ia susun sebaik mungkin.


Raja telah menyerahkan wewenang malam ini untuk dirinya dalam rangka masih merayakan ulang tahun Varya. Ini juga salah satu hal penting bagi Varya jika kelak akan menjadi pemimpin. Begitu pentingnya korelasi antara wilayah lain.


"Saya juga sangat terhormat dapat datang ke sini. Saya harap kerjasama kita akan berjalan lancar" Senyum Leon, penuh kemenangan. Bagaimana tidak, selain berhasil mendapatkan kerjasama yang menguntungkan baginya. Ia juga berhasil mendapatkan gadis yang dicintainya.


"Tentu saja Raja Ferlya" Varya membalas dengan senyum ramahnya.


Selanjutnya acara makan malam dimulai. Para tamu dipersilahkan untuk menyantap makanan yang telah dihidangkan. Dan makanan-makanan itu khas dari Astra. Para pelayan juga tak lupa menuangkan wine ke gelas mereka masing-masing.


Tibalah akhir acara, Varya mengucapkan kata-kata penutup. Lalu para tamu kembali ke kamar masing-masing. Varya puas akan kerja keras selama acara yang ia buat.


"Kau sangat mengagumkan Putri" Varya melirik lelaki rambut pirang yang melihatnya. Dia masih duduk di kursi sendirian.


"Terima kasih Raja Estria" senyuman yang Varya berikan untuk nya bersifat formal saja.


Lelaki itu tersenyum manis pada Varya, membuat gadis itu merasa tak nyaman. Entahlah selain Finix ia tak nyaman dengan sikap lelaki lain, mungkin itu efek samping dari traumanya.


"Apakah ada seseorang yang mengisi hati mu saat ini Putri?"


DEG!


Varya membulatkan matanya, ia cukup terkejut atas pertanyaan dari Andro.


"Maaf, Yang Mulia. Saya tidak mengerti dengan pertanyaan anda itu" Senyum canggung Varya.


"Kau memutuskan pertunangan mu. Aku dengar kau telah menemukan laki-laki lain sebelum itu. Apakah itu benar?" Andro melipat kedua tangannya.

__ADS_1


'Rumor sialan darimana itu?!' batin Varya bergejolak. Ah tapi tak pa ia tak repot mencari alasan walaupun rencananya ia ingin membuka perselingkuhan Dirto dan Grace ke publik. Untuk sementara waktu ia akan terus membiarkan rumor ini, agar mantan tunangan nya itu semakin panas.


"Saya rasa itu hanya rumor belaka dan saya belum bisa memberikan jawaban pasti sekarang. Ada alasan mengapa saya membatalkan pertunangan, untuk saat ini saya belum bisa mengatakan itu ke publik. Tapi, segera saya akan menjawab pertanyaan itu" ucap Varya berusaha setenang mungkin.


"Bagaimana jika aku melamar mu sekarang? Apakah kau akan menerima ku?" Belum reda keterkejutan yang dialami Varya, sekarang ia tampak syok hingga tak bisa mengontrol ekspresi nya.


Laki-laki itu Raja Estria, sedang melamar seorang putri yang baru saja ia temui. Apakah itu hanya candaan? Tetapi lamaran bukanlah hal yang bisa dianggap candaan. Bagaimana ini keringat Varya mengalir, ia seperti merasakan Deja Vu.


'Varya... Bagaimana jika aku melamar mu sekarang? Apakah kau akan menerima ku?'


Ingatan itu berputar lagi di kepalanya. Rasanya Varya mual sekarang, kepalanya pusing dan rasanya begitu berat. Ia tak sanggup menahan tubuhnya lagi. Varya menutup mata, tubuhnya bergerak ke arah samping seakan ingin jatuh dari duduknya.


GREP!


Seseorang berhasil menahan tubuhnya Varya yang hilang keseimbangan. Lelaki itu dengan cepat mengangkat tubuh mungil gadis bersurai dark blue itu. Andro tampak terkejut akan hal itu, karena kejadian itu terjadi begitu cepat.


"Ada apa dengan putri? Kita harus segera memanggil dokter!" Khawatir Andro yang mendekat.


Ia lalu melangkah pergi, membawa Varya yang berada padanya. Benar firasat nya, ada yang tidak beres dengan Andro. Dia harus menyelidiki nya, jika sampai Andro berani membuat Varya seperti ini. Ia takkan segan membunuh lelaki itu, tak peduli dia raja ataupun bukan.


___________________________


"Varya ini aku... Kemarilah... Peluk aku Varya..."


"Tidak! Pergi kau! Aku membenci Mu Dirto!" Varya berjalan mundur melihat laki-laki berlumuran darah itu.


"Kau baj*ngan! Kau pantas mati! Jangan dekati aku lagi!" Varya sangat ketakutan, lelaki itu menatapnya dengan tatapan yang menakutkan. Itu mengerikan, Varya ingin pergi dari sini sekarang.


"Putri..." Suara familiar memanggil Varya. Ia melihat sekelilingnya namun tidak ada orang di sana.

__ADS_1


"Varya..." Gadis itu membulatkan matanya, ia tau suara siapa yang memanggilnya.


"Finix! Tolong aku!"


"Tentu... Saya akan selalu berada di sisi anda. Kita akan menghadapi dunia yang menakutkan ini bersama... Tak apa saya akan melindungi anda..."


.


.


.


Varya membuka matanya, ternyata ia sudah dibanjiri air mata. Mimpi itu menakutkan hingga membuat nya menangis. Varya melihat seorang lelaki tertidur dengan memeluk tangannya. Laki-laki yang berhasil masuk dalam mimpi dan menggapai titik lemah Varya.


"Finix..."lirih Varya. Sekarang ia menyadari perasaan ini. Tetapi ia takut, rasa trauma akan cinta begitu menyakiti hatinya.


Apakah Varya bisa membuka hatinya sekarang? Apakah dia bisa mempercayai hatinya lagi kepada seseorang? Ia begitu takut. Nyatanya ia masih menjadi gadis yang pengecut.


Varya membelai rambut hitam pekat itu. Entah sejak kapan ia bisa jatuh cinta dengan lelaki itu. Kupu-kupu serasa berterbangan di perut nya, setiap berada di dekat Finix rasanya begitu nyaman dan menenangkan. Sikap lembut, sentuhan bahkan sikapnya pada Varya membuat gadis itu luluh hingga melupakan sakit yang dia alami.


Suatu saat, ketika Varya berhasil bebas dari sakit masa lalu. Ia pasti akan mengungkapkan perasaan ini padanya, tetapi ia tak yakin karena perasaan ini bagaikan bom yang bisa meledak kapan saja. Apakah Finix juga memiliki perasaan padanya? Tak enak jika itu adalah perasaan sepihak. Uh, dilemma yang dirasakan Varya sekarang benar-benar menyusahkan.


"Bagaimana ini? Aku ingin memeluk mu" Gumam Varya yang berharap semoga suaranya tak terdengar oleh lelaki itu.


Pipinya merona melihat tangannya masih dipeluk oleh Finix. Hangat tubuh Finix begitu terasa. Wah Varya benar-benar jatuh cinta sekarang. Cinta yang dapat menyembuhkan luka.


Tanpa ia ketahui, Finix saat itu tidak tidur. Jantungnya berdegup kencang saat mendengar Varya ingin memeluk nya. Berarti gadis itu juga mempunyai perasaan sama seperti dirinya. Rasanya ia ingin melompat kegirangan sekarang. Finix tak bisa melakukan nya sekarang atau nanti, ia akan menunggu sampai luka Varya sembuh. Dan ia akan berusaha memantaskan diri untuk sang putri. Ia tak ingin Varya dicap buruk karena nya.


'Ah, Jantung ku ingin meledak!'

__ADS_1


...To Be Continued ...


__ADS_2