
Varya dan Finix sampai di ibukota, lebih tepatnya mereka turun di gang yang sempit. Varya berjalan di depan, sebenarnya ia tak tau detail tempat yang ia tuju itu. Tapi ia sudah menyuruh penyelidik untuk kemari, tentu saja itu bawahan Varya yang rahasia bisa dibilang juga adalah orangnya Finix.
"Sepertinya ini tempatnya. Finix, berikan benda itu" Finix memberikan sebuah topeng pada Varya.
Mereka kemudian masuk ke sebuah bar. Ada seorang barista di sana. Ia tampak sedang membersihkan gelasnya. Varya menghampiri lelaki itu, sambil menggandeng tangan Finix. Tak boleh ada yang tau bahwa ia membawa pengawal pribadi nya.
"Adakah yang bisa saya bantu Lady?" Tanya barista itu dengan sopan.
"Eum~ Aku bersama kekasih ku ingin melihat pertunjukan yang dapat menggetarkan hati" Varya menyebutkan sandi rahasia di kalimatnya, barista yang mengerti hal itu langsung memanggil seseorang.
"Mohon untuk mengikutinya, maka anda akan mendapatkan hiburan yang terbaik" Varya mengangguk lalu mengikuti laki-laki yang ada di depannya.
Ia memeluk legan Finix, agar terlihat natural sebagai sepasang kekasih. Tanpa ada yang tau sebenarnya mereka berdua untuk menahan diri agar jantung mereka tetap berdetak semestinya. Tak lama mereka sampai di depan pintu, lelaki yang tadi hanya mengantar sampai di situ saja. Varya mengerti, ia dan Finix segera memakai topeng mereka. Begitu terbuka terlihat banyak orang di sana.
Tempat itu adalah pelelangan ilegal yang ada di Ferlya. Banyak bangsawan yang pergi ke sana untuk membeli barang-barang langka termasuk juga budak. Dua hari kemudian Leon akan melakukan penyelidikan ke sini dan membereskan tempat ini, di masa lalu di sini lah pertemuan Reina dan Leon.
Varya kemari ingin mencari sebuah benda yang sangat mengagumkan. Benda itu dulu menjadi benda favorit Leon. Tentu saja di kehidupan sekarang Varya akan memiliki nya terlebih dahulu. Ia mungkin akan banyak menghabiskan uang di sini.
Pelelangan di mulai, satu persatu barang langka mulai dikeluarkan. Banyak barang itu yang laku terjual. Dan harganya sangat fantastis. Hingga keluarlah barang yang di incar oleh Varya.
"Saya akan membuka penawaran Pedang Blue Sea ini dengan 50 koin emas" ucap pembawa acara.
"100 koin emas!" Ucap Varya mengatakan harga fantastis itu. Lalu mulailah harga yang semakin naik.
"500 koin emas" Ucap Varya, dan setelahnya tak ada lagi yang berani menawar.
__ADS_1
Pedang itu resmi jatuh ke tangan Varya. Gadis itu tersenyum dengan penuh kemenangan. Ia langsung pergi dari sana untuk menuju ke belakang panggung. Finix memberikan uang yang dijanjikan dan Varya mengambil pedang itu.
Setelah selesai dengan urusan nya, mereka buru-buru pergi dari sana. Bisa bahaya jika ada yang tau Putri Astra mengikuti pelelangan ilegal. Sesampainya di kereta kuda, Varya membuka pedang itu dari sarung silvernya. Pedang itu sangat indah dengan dua warna, bagian atas berwarna perak dan yang bawah di bagian yang tajam berwarna biru.
Rumor mengatakan bahwa pedang ini di tempa dengan mineral yang berasal dari laut. Maka dari itu ia bernama Blue Sea, pedang ini di miliki oleh seorang panglima yang sangat hebat di Ferlya. Saat beliau telah tiada pedang itu hilang di kediaman nya. Finix sudah menceritakan banyak tentang sejarah itu.
Pedang itu tampak ringan, ia juga nampak seperti pedang dari timur yang disebut samurai. Varya tersenyum kemenangan karena berhasil mendapatkan hal itu, ia merasa berjodoh dengan pedang itu.
"Bukan kah ia sangat indah Finix?" Tanya Varya memamerkan pedangnya.
"Tentu saja Yang Mulia. Jika tidak indah maka anda tidak akan menghamburkan uang sebanyak itu" Ucap Finix dengan nada memelas.
Ia sungguh menyayangkan hal itu, ah bahkan itu melebihi gajinya. Sangat menyenangkan untuk menjadi orang kaya bukan? Tadi saja tangannya sangat berat menyerahkan kantung uang itu.
"Hey Finix, tenang lah. Gaji mu melebihi itu, jadi kau jangan sedih" Mata Finix membulat, apakah ia tidak salah dengar.
Finix melirik Varya yang memandangi pedang nya dengan kasih sayang. Melayani? Ah, tiba-tiba saja Finix jadi serakah. Ia tak mau hanya melayani gadis itu tetapi ia ingin menjadi lebih dari itu. Mungkin itu keserakahan terbesarnya sekarang. Tetapi sekarang saja sudah cukup untuk berada di samping nya.
_____________________________
"Selamat datang Yang Mulia" Reina menyambut kedatangan Varya. Ia sudah menunggu dari tadi.
"Aku kembali Reina. Bagaimana? Kau sudah mempelajari yang aku suruh?" Tanya Varya, Reina dengan cepat mengangguk.
"Anak pintar. Kau boleh menunjukkan pengetahuan nanti, setelah aku selesai" Varya mengusap kepala Reina lembut lalu pergi menuju kamarnya.
__ADS_1
Varya membaringkan tubuhnya. Ia sangat kelelahan hari ini, ia juga melupakan kejadian di istana karena keindahan pedang itu. Tetapi untunglah semua berjalan sesuai dengan rencana. Varya menyentuh lehernya, ia sebenarnya sangat takut. Meski ketakutan nya tak sebesar ketakutan yang dirasakan saat bertemu dengan Dirto.
Varya melihat pedang yang ada di sampingnya. Ia tak sabar dimana nanti pedang ini akan dilumuri oleh darah tunangannya. Pasti itu sangat menyenangkan bukan? Varya pasti akan mempercepat hal itu agar ia bisa hidup tenang tanpa ketakutan.
Dan Varya harus menyuruh Finix untuk mempersiapkan semuanya karena mungkin lusa mereka akan kembali ke Astra. Ia sudah sangat merindukan kedua orang tuanya. Varya benar-benar anak yang sangat manja.
Ia juga harus memikirkan apa yang akan ia lakukan pada Reina sesampainya di sana. Mungkin ia akan tetap membawa Reina sebagai pelayan pribadi, gadis itu juga harus belajar apa saja yang harus ia lakukan. Bisa gawat jika ada orang yang mengetahui asal-usul nya. Dan pastinya Varya akan di sambut oleh musuhnya saat ia pulang.
Ternyata banyak yang harus dipikirkan, tapi tak apa. Ini adalah tugas seorang pemimpin di masa depan. Ia percaya diri untuk memimpin Astra sendiri, pengetahuan nya ia andalkan untuk itu.
"Ah~ Padahal aku sudah mempunyai janji dengan Reina tetapi mata ku sangat mengantuk" Varya tak sanggup lagi membuka matanya bahkan ia belum makan malam.
Tak lama nya Varya terlelap, ia tak bisa menahan kantuknya karena hari ini sangat melelahkan. Varya juga menyadari bahwa sekarang ia sudah menjadi gadis yang sangat berani, terlebih lagi di negara musuhnya.
___________________________
Varya membuka matanya, ternyata ia sudah ketiduran. Ia merasa enakan sekarang, tetapi tampaknya ini sudah larut sedangkan perutnya lapar. Varya mengganti bajunya dan segera keluar, nampaknya Reina sudah tertidur. Ia merasa bersalah karena tak menepati janji dengan gadis itu.
Varya ke dapur, untunglah ada makanan di sana. Sepertinya itu memang makanan yang telah di siapkan untuk Varya. Makanannya pun sudah dingin, Varya mengembungkan pipinya. Ia bingung apa yang harus ia makan. Saat merogoh isi lemari ia menemukan roti di sana.
Varya sungguh bersyukur saat itu. Ah, saat satu gigitan di potongan pertama, roti itu sangat enak dengan selai coklat. Wah, ini melebihi makanan yang biasa di makan. Apakah pelayan makan ini setiap hari?
Sepertinya Varya harus membawa ini ke Astra dalam jumlah banyak sebelum pulang. Varya sangat mandiri sekarang, biasa saat lapar ia akan memanggilkan koki langsung. Di Ferlya sekarang ia ke dapur tengah malam dan hanya mengunyah roti saja.
"Ini tidak buruk"
__ADS_1
...To Be Continued ...