
Malam itu, Varya dan Leon menikmati hidangan laut yang khas di Ferlya. Raja juga mengajak Finix dan Reina ikut bergabung, tentu Varya sama sekali tidak keberatan dengan hal itu. Setelah menikmati makan malam mereka berbincang-bincang, untungnya malam ini makanan itu dapat dicerna dengan baik oleh Varya.
"Kau tau Lady Grefia aku baru pertama kali bertemu dengan seorang gadis yang memiliki surai secantik diri mu" Goda Leon membuat pipi Reina merona terlebih lagi ia dipanggil Lady oleh seorang raja.
"Terima kasih Yang Mulia. Saya sangat tersanjung." Ucap Reina dengan senyum manisnya.
Melihat pemandangan itu, Varya yang peka memilih untuk undur diri terlebih dahulu. Mereka berjalan keluar dari mansion dan menikmati pemandangan laut malam. Mata Varya berbinar melihat lampu-lampu di sana menyala dengan indahnya. Dinginnya angin laut membuat Varya mengeratkan selimutnya. Mereka memutuskan untuk duduk di pasir, Varya tak peduli dengan gaunnya.
"Yang Mulia, apa yang harus kita lakukan pada Raja. Beliau bahkan tak memberitahu kedatangannya dan memutuskan untuk menginap." Khawatir Finix.
"Tenang saja. Selama ia tidak melewati batas biarkan dia berbuat sesuka hati di kerajaan nya. Kita juga tau bahwa dia adalah orang yang berdarah dingin, jadi hati-hati saat kau bertemu dengan nya. Jangan lakukan apa yang tak ku perintahkan. Kau mengerti?"
"Baiklah Yang Mulia" Finix menunduk hormat.
"Finix bisakah kau menuangkan wine itu?" Varya melirik wine yang berada di tangan Finix.
Ia sengaja menyuruh Finix membawanya tadi, entah mengapa malam ini Varya ingin menikmati wine, dan kadar alkohol dalam wine itu sangat rendah. Finix menuangkannya ke dalam gelas lalu memberikan kepada Varya.
__ADS_1
Varya meneguk wine itu sedikit untuk permulaan. Ah, wine itu lebih terasa manis. Di masa lalu ia baru meneguk wine saat pesta debutnya, setelah itu ia merasa perutnya sangat mual dan tidak mau lagi meminum anggur itu.
Tetapi kali ini wine yang baru saja ia minum setelah ia kembali, rasanya lebih manis. Itu juga tak membuat perut nya mual. Varya melihat lautan yang hiasi dengan bintang-bintang di langit malam.
Itu sangat indah, bahkan ia sangat menyukai suasana saat ini. Ternyata kehidupan di luar istana tak seburuk yang dia pikirkan. Ia merasa bebas bisa terbang kemana saja seperti anak burung yang baru meninggalkan sarangnya.
Varya melihat Finix, lelaki itu melihat lautan dengan tatapan sendu. Apakah ia memiliki kenangan buruk di sini? Jika ia Varya merasa sangat bersalah akan hal itu.
"Finix, apakah kau pernah ke sini?" Tanya Varya membuat Finix menatap nya hingga mata mereka bertemu.
"Benarkah? Bolehkah kau bercerita sedikit tentang dirimu? Aku sebenarnya sudah lama penasaran akan dirimu. Jika itu berat kau tak perlu memaksakan nya" Mata Varya kini tampak lebih tenang bagai lautan di malam hari.
"Tidak ada yang menarik dari saya Yang Mulia. Saya hanyalah seseorang yang miskin yang tinggal di Ferlya, saya hidup sendiri sejak umur 10 tahun. Saat itu ibu saya sudah tiada, saya juga tak tau bagaimana rupa ayah saya. Di Ferlya kehidupan begitu keras, saya yang hanya anak kecil waktu itu mencari pekerjaan yang bisa saya kerjakan. Setidaknya saya bisa makan dan hidup, kehidupan itu sangat lah penting jadi saya tak kan menyia-nyiakan nya. Pada umur 14 tahun saya mulai melatih pedang dengan paduan mencuri pembelajaran dengan melihat anak bangsawan diam-diam.
Saat itu saya juga pernah tertangkap basah dan dipukuli, tetapi saya tak menyerah hingga akhirnya saya menemukan seorang guru dari kalangan rakyat biasa yang mau mengajari anak miskin seperti saya. Namun beliau mengajarkan saya bukan tanpa imbalan, beliau berkata saat saya sudah bisa berpedang maka saya harus bekerja untuk nya. Saya tentu saja mengiyakan, karena saya rasa itu sepadan dengan apa yang saya dapatkan.
Beliau juga merawat saya dengan baik, hingga saya menemukan tempat untuk pulang setelah sekian lama. Saya lalu terus bekerja untuk beliau meski itu bukan pekerjaan mudah dan sangat beresiko tinggi. Beliau meninggal saat saya berumur 17 tahun. Sejak saat itu saya mulai berpetualang namun tetap melanjutkan pekerjaan, saya juga banyak bertemu orang-orang yang memiliki nasib seperti saya.
__ADS_1
Dan saat itu saya terus berjalan hingga tiba di Astra dimana tempat kedamaian ditemukan, saya bahkan tak menemukan orang-orang yang mengemis di sana. Karena itu saya memutuskan untuk menetapkan di sana" jelas Finix panjang lebar, itu benar-benar cerita yang menggambarkan sebuah perjuangan suatu hidup yang begitu berat. Varya tertegun sesaat mencoba merasakan apa yang lelaki itu rasakan, perjuangan hidup yang berbanding terbalik dengan seorang putri seperti diri nya.
"Terima kasih telah datang ke Astra. Dan terima kasih juga sudah berjuang sekeras ini Finix. Kau adalah orang yang hebat"Finix membulatkan matanya, ia melihat gadis itu tersenyum hangat padanya dengan rambut yang di terpa angin malam. Detak jantung Finix kini berdetak lebih kencang dari biasanya.
Rasanya beban yang ia tanggung selama ini sedikit berkurang, kata-kata pujian yang tulus itu mampu menghangatkan hatinya. Finix sekarang yakin, bahwa ia sudah jatuh cinta pada gadis berambut dark blue itu. Gadis yang berhasil mencuri hati Finix untuk pertama kalinya, ia terlalu berharga untuk siapapun termasuk Finix juga.
Finix hanya mampu membalas senyuman itu tanpa mengatakan sepatah katapun. Varya yang melihat itu mengerti bahwa ada beban yang berkurang di sana. Varya bersyukur dapat bertemu dengan Finix, meski setelah ini hubungan mereka selesai dia tak kan menyesal.
Suara ombak mampu menjadi iringan di malam itu. Bintang-bintang menjadi saksi bahwa di antara kedua insan itu mulai tumbuh perasaan yang sangat berarti, dan terkadang tak di sadari. Hembusan angin malam rasanya dapat menyentuh titik terdalam di antara mereka berdua. Mereka membisu hanya mampu menatap lautan yang biru, di sinari cahaya bulan di kala itu.
Tersirat perasaan yang tak dapat diungkapkan, semakin ditahan semakin rasanya ingin meledak. Salah satu dari mereka hanya terpaku pada perasaan yang luka dan menutup hati untuk yang baru. Dan satunya dari itu juga mencoba untuk menyimpan perasaan itu hingga waktu yang tepat akan tiba.
Tanpa mereka sadari, seseorang melihat mereka dari jarak jauh. Ia menyeringai melihat pemandangan indah kedua insan itu. Mungkin ia belum tau bagaimana itu cinta, namun kedua orang itu telah menggambarkan cinta dalam diam.
"Pemandangan yang sangat indah Putri~"
......To be continued ......
__ADS_1