Aku Adalah Kematian Mu

Aku Adalah Kematian Mu
Chapter 14


__ADS_3

Varya sedang duduk sambil membaca bukunya, ia tak bisa tidur. Mungkin besok ia akan tertidur pulas di kereta. Tapi setelah dipikir-pikir ia tidak bisa berangkat besok sebelum gadis itu bangun. Varya sempat meras kesal karena ia sepertinya mengenali gadis berambut merah itu tetapi ia tak bisa mengingatnya.


"Yang Mulia. Anda tidak tidur?" tanya Finix yang datang, ia baru saj kembali mengantarr dokter tadi.


"Aku tidak bisa tidur. Aku juga tidak membawa obat yang kau buat itu." jawab Varya lalu menaruh buku itu di meja.


"Tapi anda harus menyiapkan energi anda untuk perjalanan besok. Anda juga tak perlu menunggu gadis itu terbangun, saya akan menjaga dia untuk anda" ucap Finix sambil melihat gadis yang berbaring di ranjang itu.


"Finix, sepertinya kita tak bisa melanjutkan perjalanan esok hari. Kita harus menunggu gadi itu bangun dan menceritakan dirinya. Kita juga harus menunggu orang-orang mu kembali membawa informasi" Varya sudah memerintahkan Finix untuk menyuruh pengawal yang ia bawa untuk mencari tau informasi gadis itu.


"Huff, saya hanya bisa menuruti perintah anda Yang Mulia" ucap Finix pasrah, ia sebenarnya lelah tapi hal itu belum mampu menumbangkan dirinya.


"Duduklah di samping ku. Kau pasti sangat lelah." pinta Varya ia menyuruh Finix untuk duduk di sampingnya karena hanya tersedia satu tempat duduk yang panjang di sana.


Finix tentu saja menuruti keinginan majikannya itu. Tak ada alasan baginya untuk menolak terlebih lagi Varya mempunyai sifat keras kepala. Saat Finix sudah duduk, Varya tiba merasa ngantuk. Ia juga mencium wangi bunga yang mampu membuat matanya ingin tertutup.


TUK!


Kepala Varya tiba-tiba jatuh ke bahu Finix membuat lelaki itu terkejut. Ia memanggil-manggil Varya namun gadis itu tak kunjung merespon. Ternyata gadis itu sudah tertidur lelap. Padahal baru tadi ia mengatakan bahwa ia tidak bisa tidur, sekarang malah sebaliknya. Finix hanya tersenyum melihat wajah gadis cantik itu.


Finix kemudian mengangkat tubuh Varya, lalu membawanya ke kamar. Sesampainya di sana ia merebahkan tubuh mungil Varya ke kasur, tak lupa ia menarik selimut. Entah mengapa lagi-lagi jantung Finix berdetak kencang ketika memperatikan Varya. Ia tak bisa menghentikan hak ini.


"Ini gawat Yang Mulia... Anda berhasil membuat jantung saya tidak aman..."


________________________________

__ADS_1


'Saya harap anda bisa berbahagia di kehidupan selanjutnya...'


Varya membuka matanya, ia memimpikan seorang gadis yang sedang menangis untuk dirinya. Varya mencoba mencerna, mungkin ini adalah sebuah berkah untuknya karena ia berhasil menemukan jawaban yang ia cari.


Varya bangun, ia melihat ternyata ia sudah berada di kamar. Ia tidak tau mengapa tiba-tiba ia bisa tertidur. Pasti Finix yang telah memindahkannya ke kamar. Varya kemudian memanggil pelayan untuk membantunya bersiap.


"Yang Mulia, gadis yang anda temukan semalam sudah bangun. Tuan Finix berkata anda harus sarapan terlebih dulu sebelum menemui gadis itu" ucap salah satu pelayan yang membantu Varya berpakaian.


"Syukurlah dia sudar sadar. Cepat bantu aku bersiap dan bawakan sarapan ku ke sini segera!"


"Baik Yang Mulia"


Varya dengan cepat bersiap lalu sarapan seperti yang dikatakan oleh Finix. Setelah selesai ia langsung menuju ke tempat gadis itu berada. Saat ia membuka pintu Finix sudah berada di samping gadis itu yang sedang duduk.


"Ia belum berbicara sepatah kata pun sejak ia bangun. Mungkin ini efek dari hal yang telah ia alami."


"Baiklah. Kalian sekarang keluarlah, aku ingin berdua saja dengan gadis itu"


"Tapi bagaimana jika dia menyakiti anda?"


"Dia mungkin mempunyai trauma, tetapi dia tak akan menyakiti orang yang berniat menyakitinya. Dan laporkan informasi itu nanti Finix, tunggulah di luar!"


Finix melakukan apa yang telah di perintahkan, ia keluar bersama pelayan-pelayan di sana. Varya lalu mendekati gadis itu yang sedang melamun. Tatapannya kosong seperti tak ada kehidupan pada dirinya. Varya menyentuh tangan gadis itu dengan hati-hati membuat gadis itu tersadar lalu menatapnya.


"Terima kasih telah datang menemuiku kemari Reina..."

__ADS_1


"Anda siapa? Mengapa anda mengetahui... Nama saya?" tanya gadis itu dengan suara yang sangat halus.


"Aku adalah orang yang ada dalam mimpi mu. Tenanglah... Aku akan menyelamatkan diri mu. Dan ingatlah siapa aku...."


Reina adalah gadis keturunan klan Fxya, yaitu klan yang mampu memimpikan masa depan di setiap kehidupan mereka. Mimpi masa depan itu tidak jelas hingga meereka takk bisa menjelaskan bagaimana masa depan itu kepada orang lain. Hanya diri mereka sendiri yang tau dan merasakan apa yang akan terjadi di masa depan itu. Mereka memiliki ciri-ciri yang khas salah satunya rambut merah yang menyala bagai api. Namun dari apa yang terdengar klan ini sudah lama punah.


Di kehidupan sebelumnya, Varya pernah bertemu dengan Reina dan ia tau bagaimana kehidupannya. Gadis itu diselamatkan oleh Raja Ferlya saat raja sedang mengawasi perdagangan budak ilegal. Raja menyelamatkan nya lalu secara tak sengaja Raja jatuh cinta pada dirinya. Cerita itu sangat terkenal, bahkan Reina calon ratu Ferlya masa depan.


Raja tak memperdulikan orang-orang yang mempermasalahkan asal usul Reina. Ia bahkan membuat aturan jika ada yang berani menghina gadis itu. Maka akan jatuhi hukuman yang berat, Raja pun tak segan memotong lidah orang itu langsung. Raja Ferlya terbilang masih muda karena ia menggantikan raja sebelumnya pada usia 20 tahun.


Varya bertemu mereka saat mereka datang ke Astra tiga hari sebelum pernikahan Varya berlangsung. Varya pernah bertemu dengan Reina hanya berduaan waktu itu dan ia tak menyangka apa yang telah disampaikan oleh gadis itu di pertemuan pertama mereka.


Varya sangat ingat dengan kalimat Reina yang ia katakan waktu itu. Itu selalu membekas dalam ingatan nya sejak hari itu.


'Yang Mulia, anda akan mengalami kehidupan yang menyedihkan di kehidupan ini. Saya hanya bisa berdoa semoga di kehidupan selanjutnya anda bisa berbahagia. Dan anda bisa hidup dengan keinginan anda sendiri....'


'Apa yang kau katakan?'


'Saya tak tau menjelaskannya namun, jika kita bertemu di kehidupan selanjutnya. Saya mohon pada anda untuk membawa saya lebih dulu dari dia'


Sepintas kalimat itu yang diingat oleh Varya. Ia tak tau bahwa ternyata Reina sudah melihat masa depan nya di kehidupan selanjutnya. Mungkin saja kali ini Reina juga ditunjukkan masa depan untuk bertemu dengan Varya terlebih dahulu sebagai penolong nya.


"Reina... Terima kasih, aku akan membawa mu bersama ku kali ini. Aku bersumpah, akan menjadi penyelamat mu bukan dia"


...To Be Continued ...

__ADS_1


__ADS_2