Aku Dan Masa Kelam Ku

Aku Dan Masa Kelam Ku
10. Ungkapan Cinta Rey


__ADS_3

Di rumah Rey


Rey merebahkan tubuhnya ke ranjang, matanya menatap langit langit kamar, dia terus memikirkan kata kata Laras.


Aku memang harus mengatakan perasaan ku yang sebenarnya kepada Meidinah, sebelum dia berangkat ke Eropa, dan aku kehilangan kesempatan itu, apapun yang di katakan nya nanti aku akan menerimanya, gumam Rey dalam hati.


Rey mengambil ponselnya dan menelpon Meidinah.


Tuuuuuuttttttt


"Halo, assalamualaikum Rey" jawab Meidinah dari ujung telepon.


"Waalaikumsalam Mei, ada yang mau aku omongin sama kamu, besok kamu ada waktu ? Ucap Rey tidak mau basa basi.


"In Syaa Allah ada Rey, mau ngomongin apa ya ?


"Besok aja diomongin nya Mei, aku tunggu kamu di cafe biasa"


"Yaudah Rey"


"Sampai ketemu besok, Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Rey menutup telponnya.


------------------------------


Rey sudah menunggu di cafe tempat mereka janjian. Pelayan menghampiri meja Rey.


"Mas mau pesen apa ?"


"Nanti aja mbak, saya masih nunggu temen saya"


Pelayan mengangguk dan pergi meninggal kan meja Rey.


Tidak lama Meidinah tiba di cafe dan berjalan menuju meja Rey.

__ADS_1


Jantung Rey seperti mau copot, dia merasa gugup dan juga bingung, dia bingung dari mana dia harus mengawalinya.


"Assalamualaikum, maaf ya kalau lama" ucap Meidinah.


"Waalaikumsalam, santai aja, aku juga baru sampai" ucap Rey dengan senyum, "kita pesen minum dulu ya" lanjut Rey sambil memanggil pelayan.


"Kamu mau pesen apa Mei ? Tanya Rey.


"Samain aja sama kamu" jawab Meidinah.


"Strawberry smoothies nya dua ya mbak" ucap Rey.


Pelayan mencatat pesanan mereka, kemudian pergi.


"Kamu mau ngomongin apa sih Rey, kok tumben tumbenan ngajak ketemuan" tanya Meidinah dengan senyum manis nya.


"Emmm,,,,, Sebelumnya aku mau minta maaf sama kamu Mei, mungkin ini sedikit lancang, tapi apa pun jawaban kamu nanti, aku akan menerimanya" ucap Rey dengan tersenyum.


"Apaan sih Rey, yaudah ngomong aja"


"Aku enggak tau mau ngomongin dari mana, aku bingung....." ucapan Rey berhenti saat pelayan datang mengantarkan minuman mereka.


Rey melanjutkan ucapan nya ," Mei, aku enggak tau setelah ini kamu bakalan benci atau enggak sama aku, tapi aku harap kamu enggak akan benci sama aku, Rey menarik nafas panjang, "Aku cinta sama kamu Mei" Rey menghentikan ucapannya, dia menatap Meidinah.


Meidinah tidak tau harus mengatakan apa, raut wajahnya menunjukkan ekspresi bingung dan penuh dengan tanya.


Rey melanjutkan ucapannya, "Aku udah lama menyimpan rasa ini Mei, aku enggak punya keberanian untuk ngungkapin ini ke kamu, aku takut kamu jadi benci sama aku, pertemanan kita jadi rusak. Aku enggak mau itu terjadi Mei, makanya aku lebih memilih memendam semua rasa ini".


"Sejak kapan ?" tanya Meidinah dengan tatapan penuh selidik.


"Sejak pertama kita bertemu" jawab Rey sambil tersenyum, sebuah senyum yang tulus.


Meidinah terkejut mendengar ucapan Rey.


Ya Rabb berarti Rey lebih dulu jatuh cinta padaku, gumam Meidinah dalam hati.


"Sudah sepuluh tahun Rey ?, selama itu kamu menyimpan rasa ke aku ?"

__ADS_1


"Bukan hanya sepuluh tahun Mei, seumur hidup ku, aku akan tetap mencintai kamu Mei"


Meidinah terdiam, jujur sebelum dia kenal dengan Rian, dia jatuh hati pada Rey, tapi sama seperti Rey, dia tidak mau merusak pertemanan mereka hanya karena sebuah perasaan yang di nama kan cinta, tapi Meidinah tidak tau, apakah rasa itu masih ada atau tidak.


"Mei, aku harap setelah ini kamu enggak benci aku" ucap Rey lirih.


Meidinah tersenyum, "Aku juga pernah menyimpan rasa yang sama ke kamu Rey, tapi aku juga tidak mau merusak pertemanan kita, dan kemudian Rian datang dalam hidup ku, aku mengubur semua perasaan itu, jadi aku tidak mungkin membenci mu"


Rey terkejut mendengarnya, dia menyesal, kalau saja dia mengungkapkan perasaannya terlebih dahulu, mungkin tidak akan seperti ini jadinya, batin Rey.


"Apa itu artinya kau masih mencintai ku ?"


"Aku enggak tau Rey, masih ada atau tidak rasa itu untuk mu"


Rey tersenyum simpul


"Mei, bolehkah aku datang kerumah mu, dan membicarakan masalah ini dengan papa mu ?"


Meidinah menatap Rey bingung.


"Aku tidak mau kehilangan mu lagi Mei, jadi aku akan menikahi mu, untuk S2 mu aku tidak akan melarang mu" jelas Rey.


Meidinah terkejut mendengar ucapan Rey.


"Apa kamu yakin ?, aku tidak mau menjadikan mu sebagai plester luka ku Rey" ucap Meidinah dengan nada sedih.


"Enggak masalah Mei, kamu mau jadikan aku plester luka mu juga enggak masalah, setidaknya kau akan tetap disisi ku" ucap Rey.


Meidinah tersentuh dengan ucapan Rey, dia juga tidak tau apakah rasa itu masih ada atau tidak, dia tidak ingin memberikan rasa yang sama kepada orang lain, dia tidak ingin menghancurkan harapan orang lain, dia tidak ingin menjadikan seseorang itu sebagai pelarian.


"Enggak apa apa, kamu enggak perlu jawab sekarang, aku akan menunggu jawaban mu nanti, pikirkan lah baik baik" ucap Rey tersenyum.


Meidinah hanya mengangguk.


Obrolan mereka pun berlanjut, Rey menanyakan apa alasan Meidinah menyembunyikan identitasnya, alasan dia ingin mengambil S2 di Eropa, dan pertanyaan pertanyaan lainnya.


Mereka terlalu asik mengobrol sampai tidak sadar ada dua pasang mata yang memperhatikan mereka.

__ADS_1


~~


Bersambung


__ADS_2