
Meidinah merebahkan diri ke ranjang dia masih memikirkan ucapan Rey sebelum mereka kembali dari cafe.
Flashback on
"Emm,,, Mei aku akan membicarakan ini dengan papa ku, jika kamu menerima ku, aku dan keluarga ku akan datang melamar mu, tapi jika kau tidak menerima ku, tidak masalah, aku masih akan tetap mencintai mu" ucap Rey sambil tersenyum., "Aku akan memberi mu waktu untuk berpikir, segera hubungi aku apa bila kau sudah menemukan jawabannya" lanjut Rey.
"Iya Rey, aku akan memikirkan nya, sebelumnya maaf karena aku tidak menyadari perasaan mu terhadap ku" ucap Meidinah penuh penyesalan.
Flashback Off
**
Meidinah menarik nafas panjang. Mungkin ini jawaban dari do'a do'a ku, tapi aku ragu masih ada kah rasa itu untuk Rey, aku tidak mau menyakiti perasaannya, dia laki laki yang baik, pantas kah aku untuknya ?., aku bahkan pernah hampir menyerahkan kesucian ku kepada mantan pacar ku dulu, pantas kah aku ?, batinnya tanpa terasa air matanya berlinang.
Meidinah terus memikirkan semua tentang Rey, pikirannya terhanyut dengan bayang bayang masa lalu Rey, terbuat dari apa hati mu Rey, kau sanggup mencintai seseorang sampai seperti ini, bagaimana perasaan mu waktu aku menceritakan semua tentang Rian, membanggakan dia di depan mu, aku benar benar tidak bisa membayangkan seperti apa waktu itu hati mu, maaf kan aku Rey aku benar benar minta maaf., air mata Meidinah bahkan tidak mau berhenti menetes, dia terhanyut dalam pikiran nya, sampai akhirnya dia tertidur.
Meidinah terbangun dari tidur nya, dia melihat jam menunjukkan pukul 01.00 dini hari, dia pun bangun dan mengganti pakaian nya, kemudian menuju kamar mandi, dia segera mengambil wudhu. Dia melaksanakan shalat tahajud, dia memohon ampun kepada Allah, slesai shalat tahajud dia langsung melanjutkan shalat istikharah memohon petunjuk dari Allah apakah Rey laki laki yang tepat untuk menjadi imam nya atau tidak. Slesai shalat dia langsung bergegas tidur kembali.
----------------------------
Slesai shalat subuh Meidinah mengirim pesan pada sahabatnya, untuk mengajak nya bertemu, karena ada yang ingin dia ceritakan kepada Laras.
📩Me
Assalamualaikum Laras, kamu ada waktu nanti ??, ketemuan yuk, mau cerita 🥺.
Satu pesan masuk dari Laras.
📩Laras
Waalaikumsalam Mei, aku rencananya mau ngajak kamu ke mall nanti, eh enggak taunya kamu malah ngajak ketemuan, yaudah hayuk 😁😁
📩Me
Yaudah, ketemu di cafe biasa ya, bye
📩Laras
Oke, bye
--------------------------------
Meidinah sudah berada di cafe menanti kedatangan Laras. Tiba tiba seseorang menghampiri nya.
"Assalamualaikum" ucap pria itu.
Meidinah merasa tidak asing dengan suara laki laki itu, seperti suara Rian, dia pun mengarah kan pandangan ke arah suara itu berasal, benar saja Rian sudah berdiri tidak jauh dari Meidinah.
"Waalaikumsalam" Meidinah sedikit terkejut dengan kehadiran Rian disitu, dia merasa tidak nyaman, dan tentu nya juga canggung.
__ADS_1
"Nungguin siapa Mei ?" tanya Rian.
"Lagi nunggu Laras, kamu sendiri sama siapa kesini ?"
"Sama temen, tadi enggak sengaja aku ngeliat kamu, makanya aku langsung nyapa kamu, yaudah aku mau balik ke tempat temen temen ku, assalamualaikum"
"Walaikumsalam" jawab Meidinah sambil tersenyum.
Yang di tunggu pun tak lama tiba.
"Sorry ya Mei, kalau kamu lama nunggu nya, jalanan macet parah" ucap Laras menjelaskan.
"Iya enggak apa apa, yaudah kita pesen minum dulu ya" ajak Meidinah.
Laras memanggil pelayan.
"Mau pesen apa mbak" tanya pelayan seraya menyodorkan buku menu.
"Kayak biasa aja ya mas, sama martabak telurnya ya mas, telurnya tiga ya" ucap Laras dengan senyum sumringah.
Meidinah hanya tersenyum melihat sahabatnya, ya Laras emang doyan banget yang namanya makan dan pelayan di cafe ini juga sudah mengerti dengan hal itu, karena ini cafe langganan mereka, termasuk Rey dan Rian juga teman temannya.
Pelayan bergegas pergi untuk membuatkan pesanan mereka.
"Mau cerita apa sih Mei, kayaknya serius banget" tanya Laras dengan penuh selidik.
"Emm,,, Rey ngungkapin perasaan nya ke aku Ras" jawab Meidinah.
"Kok kamu enggak terkejut sih, malah biasa aja gitu ?" tanya Meidinah.
"Aku udah tau kali Mei, kalau si Rey nyimpan rasa ke kamu, aku juga taunya waktu kamu deket sama si Rian" jelas Laras.
"Maksudnya gimana ?, berarti kamu udah lama banget dong taunya ?"
"Lama banget malah"
"Maksud kamu waktu aku deket sama Rian gimana sih ?" tanya Meidinah dengan ekspresi tidak mengerti.
Flashback On
Meidinah tersenyum bahagia menghampiri dua temannya.
"Kenapa kamu bahagia banget hari ini, cerita dong ke kita" ucap Laras.
Sedangkan Rey hanya tersenyum melihat tingkah Meidinah hari ini
"Kalian tau enggak, tadi si Rian nembak aku" jawab Meidinah penuh bahagia.
Sontak ekspresi wajah Rey berubah, ada raut kecewa disana, Laras yang menyadari ekspresi wajah Rey, dia menyadari kalau Rey sebenarnya menyimpan rasa pada Meidinah.
__ADS_1
"Wahh, lagi berbunga bunga dong" ucap Laras dengan nada meledek.
"Ihhh apaan sih Ras, kan aku jadi malu"
Meidinah segera bangkit dari duduknya, dia mengingat bahwa dia ada janji untuk bertemu dengan dosen aslinya.
"Eh mau kemana ?, kok udah mau pergi aja, belum slesai ngomongnya!" seru Laras.
"Aku baru inget ada janji ketemu dosen wali, dah ya aku pergi" ucap Meidinah sambil meninggalkan kedua temannya.
Rey masih menatap kepergian Meidiah, padahal Meidinah sudah tidak kelihatan lagi.
"Rey" panggil Laras, yang di panggil masih bengong.
"Reyandra Gantama" ucap Laras.
Sontak Rey terkejut nama lengkapnya di panggil.
"Apaan sih Ras, buat kaget aja" ucap Rey.
"Kamu suka kan sama Meidinah, enggak usah bohong dan enggak usah sok nutup nutpin di depan aku" jelas Laras seolah olah dia tau isi pikiran Rey.
Wajah Rey seketika memerah, dia jadi salah tingkah, Laras yang melihat hal itu pun terkekeh.
"Yaudah sih Rey kalau suka bilang, jangan diem diem gini, Meidinah enggak akan tau perasaan kamu kalau kamu cuma diem aja" ucap Laras tegas.
Rey menghela nafas., "Aku enggak mau pertemanan kita rusak Ras, aku enggak mau setelah aku ngungkapin perasaan ku, Meidinah malah jadi enggak nyaman sama aku, aku enggak mau dia ngejauhin aku" ucap Rey lirih.
Laras pun terkejut dengan ucapan Rey, dia kagum dengan Rey, dia lebih memilih persahabatan nya dibandingkan perasaannya.
Flashback Off
**
Sontak Meidinah terkejut dengan penjelasan Laras. Ternyata sahabatnya sudah lama tau tentang perasaan Rey terhadap nya.
"Kenapa kamu enggak bilang ke aku kalau dia nyimpen rasa sama aku ?" tanya Meidinah.
"Dia yang minta aku enggak bilang ke kamu, dan kemarin pas wisuda aku juga yang ngasih tau ke dia kalau kamu udah lama putus sama Rian, aku juga yang nyuruh dia buat ngungkapin perasaannya, aku enggak mau dia menyesal, kan kamu bentar lagi bakalan ke Eropa" ucap Laras tanpa rasa bersalah.
Meidinah hanya mengangguk mendengar ucapan Laras
Bersambung
Maaf ya gaes kalau ada typo
__ADS_1
Like dan komen nya dong jangan lupa