Aku Dan Masa Kelam Ku

Aku Dan Masa Kelam Ku
kedatangan Cassandra


__ADS_3

Meidinah menatap gedung itu dengan intens, tinggi sekali gedung ini, mana aku tau mas Rey dilantai berapa, gumam Meidinah.


Meidinah berjalan ke pos keamanan, dia bertanya pada salah satu penjaga.


"Permisi, maaf tuan apa saya boleh tau ruangan tuan Reyandra ?" tanya Meidinah pada salah satu penjaga.



Penjaga itu menatap Meidinah dengan penuh tanya, "maaf, ada keperluan apa anda kesini nyonya ?".


Meidinah tersenyum, "saya ingin menemuinya".


"Maaf nyonya tapi tuan Reyandra bukan lah orang yang bisa ditemui oleh siapa saja, anda harus membuat janji terlebih dahulu jika ingin bertemu dengannya" ucap penjaga itu dengan tegas.


Meidinah kembali tersenyum, " baik lah kalau begitu tolong katakan padanya ada seorang wanita yang ingin bertemu dengannya".


Penjaga itu menatap Meidinah bingung, biasanya mereka akan mengusir dengan kasar jika ada seseorang yang datang tanpa alasan yang pasti dan tidak membuat janji terlebih dahulu, tetapi karena wanita yang ada didepan mereka begitu santun dan lembut, mereka tidak sampai hati berkata kasar apa lagi berperilaku kasar.


"Baik lah nyonya, saya akan memberi tahu Presdir terlebih dahulu" penjaga itu pun langsung menelpon kepada sekretaris Rey, bahwa ada wanita yang ingin bertemu dengannya.


Tok tok tok


"Permisi tuan, ada seorang wanita yang ingin bertemu dengan anda" ucap sekretaris Rey.


"Siapa ?" .


"Maaf tuan saya lupa bertanya siapa namanya, para penjaga mengatakan, dia wanita yang sangat cantik dan anggun, dia juga berhijab".


Rey langsung menatap sekretaris nya ketika mendengar kata hijab, dia segera mencari ponselnya untuk menghubungi Meidinah, tetapi dia tidak menemukannya. Dia pun langsung berlari meninggalkan ruangannya tanpa berbicara pada sekretaris nya, dia yakin itu pasti Meidinah yang datang untuk mengantarkan ponselnya.


Sekretaris Rey dibuat bingung dengan sikap Presdirnya hari ini, ada apa dengan Presdir, gumamnya.


Setiba di lif Rey langsung menekan tombol menuju lobi.


Lif telah berhenti, Rey pun langsung berlari keluar menuju pos penjaga, para karyawan hanya menatap Rey dengan bingung, mata mereka saling beradu dan bertanya, ada apa dengan Presdir nya.


Dan benar saja, Meidinah duduk di pos penjaga, bodohnya aku kenapa aku tidak menyuruh Alex menelpon penjaga dan menyuruh wanita itu menunggu di lobi, gumam Rey.


***


"Sayang, kok kamu kesini enggak bilang mas ?" tanya Rey pada Meidinah. Terlihat semua penjaga memberi hormat pada Rey.


Meidinah tersenyum dan bangkit dari duduknya, "kan handphone mas ketinggalan, Mei kan enggak tau nomor handphone kantor mas".


Rey pun tersenyum dan mengelus kepala isitrinya, terlihat beberapa penjaga menatap dengan heran, apa yang mereka bicarakan dan siapa wanita ini, begitulah isi pikiran mereka masing-masing.


"Lain kali jika dia datang lagi kesini, langsung saja antarkan ke ruangan saya" ucap Rey pada para penjaga, mereka pun mengagguk, "siap tuan" jawab mereka.


Rey pun mengajak Meidinah keruangannya.


Semua karyawan melihat mereka dengan tatapan aneh dan penuh tanda tanya.

__ADS_1


"Siapa wanita yang bersama Presdir" bisik salah satu karyawan pada temannya.


"Aku tidak tau, aku baru melihatnya" bisik teman karyawan itu.


"Tapi dia benar-benar wanita yang cantik dan anggun, mereka sangat serasi".


Tiba tiba seorang pria datang yang membuat semua karyawan itu langsung terdiam.


"Tempat ini bukan lah tempat untuk menampung orang-orang penggosip" ucap pria itu dengan tegas.


Para karyawan pun tidak ada yang berani menjawab, mereka langsung kembali ke tempat masing-masing dan melanjutkan pekerjaan mereka.


***


Rey mengajak Meidinah duduk di sofa ruang kerjanya.


"Kamu bawa apa sayang ?" tanya Rey seraya menunjuk paper bag yang di pegang Meidinah.


Meidinah tersenyum, "ini makan siang untuk mas".


"Kamu masak apa sayang?" tanya Rey antusias.


"Mas buka aja sendiri" Meidinah pun memberikan paper bag yang dibawanya.


Seketika ruangan itu dipenuhi dengan aroma masakan yang dibawa oleh Meidinah.


"Mas jadi laper, ayo kita makan sayang" ajak Rey pada Meidinah.


Rey tersenyum sumringah, "yaudah kalau gitu kamu suapin mas".


Meidinah tersenyum malu, karena ini pertama kalinya Rey bertingkah seperti ini.


Meidinah pun menyuapi Rey.


Tok tok tok


Terdengar suara ketukan pintu, Meidinah pun menghentikan kegiatannya yang menyuapi Rey.


"Masuk" perintah Rey.


Alex masuk dan memperhatikan ruangan Rey, dia mengerutkan dahinya.


"Dia istri saya" ucap Rey, seolah-olah mengerti dengan isi pikiran sekretaris nya itu.


Alex tertegun, "saya menikah sudah lebih dari satu bulan yang lalu di Indonesia" ucap Rey.


Alex manut manut mendengar ucapan Rey.


Pantas saja tadi Presdir tampak begitu khawatir, gumam Alex dalam hati


"Ada apa Lex ?" tanya Rey.

__ADS_1


"Di luar ada nona Cassandra tuan"


Rey menatap Meidinah sekilas, wanita itu tampak acuh dengan perbincangan Rey dan Alex, "persilahkan dia masuk" ucap Rey.


Ekspresi wajah Meidinah berubah, dia benar-benar tidak suka dengan wanita itu, entah kenapa sejak pertama melihatnya Meidinah langsung tidak menyukai nya.


Alex pun keluar dari ruangan Rey, dan mempersilakan Cassandra masuk.


Cassandra langsung masuk tanpa mengetuk pintu, wanita itu nyelonong begitu saja.


"Hai Rey, aku mau ngajak kamu makan siang" ucap Cassandra, dia tidak memperhatikan ada Meidinah disana.


"Aku tidak bisa Cass" jawab Rey.


Cassandra pun memohon dengan manjanya kepada Rey, "ayo lah Rey, bukan kah kau baru datang lagi kesini setelah sekian lama".


Meidinah menghela nafasnya.


Rey melihat kearah istrinya sekilas dan tersenyum, tapi tidak dibalas oleh Meidinah.


"Tidak bisa Cass" ucap Rey sedikit kesal, dia menggerutu dalam hati, apa wanita ini tidak melihat ada Meidinah disini.


Cassandra pun terdengar menarik nafas panjang, "sekali ini saja Rey, tidak bisa kah ?" ucap Cassandra dengan penuh harap.


Rey berjalan kearah Meidinah, "oh iya Cassandra perkenalkan ini Meidinah" ucap Rey sambil menggenggam kedua tangan Meidinah.


Cassandra terkejut, dia benar-benar tidak menyadari bahwa ada orang lain diruangan itu. "Oh haii Meidinah, aku Cassandra" ucap Cassandra dengan senyum yang menghias wajahnya.


Cantik sekali dia ketika tersenyum, gumam Meidinah dalam hati.


"Hai.. Saya Meidinah" Meidinah pun tersenyum hangat pada Cassandra.


"Dia sangat cantik. Apakah dia adikmu Rey ?" tanya Cassandra.


"Tidak, dia istriku" jawab Rey.


Jantung Cassandra tiba-tiba serasa berhenti mendengar kata istri.


"Mari bergabung dengan kami untuk makan siang nona Cassandra, apa kau mau mencoba masakan Indonesia?" ucap Meidinah dengan senyum ramahnya.


Cassandra tersenyum getir, "tidak, terimakasih nyonya, seperti lain kali".


"Baiklah" jawab Meidinah.


"Kalau gitu saya permisi" ucap Cassandra, wanita itu pun meninggalkan ruangan Rey dengan perasaan yang tidak karuan.


***


Bersambung...


Maaf ya gaes kalau banyak typo

__ADS_1


__ADS_2