
Tangis Meidinah semakin menjadi mendengar kata maaf dari Rey. Sungguh dia merasa berdosa dengan suaminya. Seharusnya ini menjadi ciuman pertamanya, tapi kenyataan nya tidak begitu, Meidinah benar benar merasa dirinya tak pantas untuk Rey.
Rey merasa semakin bersalah melihat istrinya menangis seperti itu, "sayang...maafkan mas ya, seharusnya mas bertanya terlebih dahulu, mas benar benar minta maaf".
Meidinah menggeleng kam kepalanya, bukan suami nya yang salah, tapi dia, dia yang tidak bisa menjaga dirinya sendiri, seharusnya suaminya adalah orang pertama yang menciumnya.
Rey memeluk istrinya, dia terus meminta maaf pada Meidinah, Tangis Meidinah semakin pecah di dalam pelukannya Rey, dia benar benar merasa berdosa.
'Ya Rabb, ampuni lah hamba yang tidak bisa menjaga diri hanya untuk suami hamba' batin Meidinah.
Meidinah terus menangis di pelukan Rey, dia benar benar tidak sanggup, dia benar benar malu, dia begitu banyak melakukan kesalahan dan dosa, sementara suaminya, dia bahkan tidak pernah dekat dengan perempuan mana pun, kecuali Meidinah dan Laras. Medinah merasa tidak pantas untuk Rey.
"Sayang...sudah ya, jangan menangis seperti ini, mas tidak tahan melihat nya" ucap Rey.
Meidinah melepas pelukannya dari Rey, dia berusaha menatap mata Rey, hati Meidinah bertambah hancur setelah melihat mata itu, mata yang penuh dengan cinta dan kejujuran.
"Coba kamu katakan pada mas, apa yang membuat mu menangis seperti ini, kalau karena mas yang mencium mu tanpa meminta izin dari mu, mas minta maaf sayang" ucap Rey.
"Mei istri mu mas, mas berhak atas diri Mei, tanpa mas meminta izin pun, mas tidak salah karena Meidinah istri mas, semua yang ada di diri Mei itu milik mas" jawab Meidinah masih dengan menangis.
"Lantas apa yang membuat mu seperti ini sayang ?".
Meidinah menatap Rey dengan penuh rasa bersalah, dia bergumam apakah dia harus jujur pada Rey, dan menceritakan semuanya, tapi dia takut Rey akan marah dan tidak bisa menerimanya, tapi dia tidak mau kalau rumah tangganya di mulai dengan kebohongan.
"Mas..apa kamu masih menerima Mei setelah tau semua kebenaran tentang istrimu ini ?" tanya Meidinah dengan lirih.
__ADS_1
"Mas akan menerima kamu sayang, akan selalu menerima kamu, karena mas mencintai kamu karena Allah" Rey mengelus pipi istrinya.
"Mas...apa kamu tau kamu bukan laki laki pertama yang mencium Mei" Meidinah hanya bisa menggigit bibirnya, dia tidak sanggup melihat wajah suaminya.
Rey menarik nafas panjang, "sayang..semua orang punya masa lalu, semua orang punya ceritanya masing masing, tidak ada manusia di dunia ini yang benar benar terlepas dari dosa", Rey mengangkat dagu Meidinah sehingga mata mereka bertemu "lihat mas sayang, apa pun yang pernah kamu lakukan di masa lalu, dan apa pun yang pernah terjadi dengan mu di masa lalu, mas tidak perduli dan mas tidak mempermasalahkan itu, karena bagi mas, masa lalu mu itu bukan urusan mas, yang menjadi urusan mas sekarang adalah masa depan mu, dan mas sangat yakin, walaupun kamu pernah disentuh oleh pria lain, tapi mas tau kamu masih menjaga mahkota mu" ucap Rian.
Air mata Meidinah tak henti henti nya menangis mendengar ucapan Rey.
Rey mencium pipi istrinya,"apa kamu tau sayang, kamu tidak perlu mengatakan semua itu kepada mas, karena mas tidak akan pernah menuntut mu untuk mengatakan masa lalu mu" ucap Rey.
"Tapi Meidinah tidak mau rumah tangga kita dimulai dengan kebohongan mas" ucap Meidinah sesenggukan.
Rey tersenyum, dia sangat menghargai kejujuran istrinya, padahal bisa saja istrinya tidak mengatakan semua hal itu padanya. Dan tentu saja Rey tidak akan pernah tau, tapi istrinya memilih untuk jujur dan menceritakan semuanya, Rey benar benar bangga pada istrinya.
"Dengar sayang, mas tidak pernah mempermasalahkan nya, dan ingat jangan pernah lagi membahas semua hal itu, karena mas tau kamu sudah menyesali semuanya, anggap saja itu adalah lika liku perjalanan hidup mu"ucap Rey sembari mengusap usap kepala istrinya.
"Sudah lah sayang, itu tidak penting" ucap Rey sambil mengelus pipi istrinya.
Rey memeluk Meidinah, dia begitu mencintai istri nya itu, sebenarnya hatinya sakit mendengar kejujuran Meidinah, tapi itu semua tidak masalah, karena semua orang punya masa lalu kan, jadi untuk apa Rey mempermasalahkannya.
Dia mengangkat wajah istrinya, dia menatap mata istrinya dengan begitu dalam, kemudian pandangan Rey berpindah ke bibir mungil istrinya, Meidinah tersenyum, Rey pun langsung mencium istrinya, mereka berciuman cukup lama, hanya ciuman tidak ada yang lain, karena Rey tau Meidinah pasti belum siap jika dia meminta lebih.
Mereka berdua merebahkan diri diranjang, Rey terus menciumi wajah istrinya.
"Mas udah dong, geli tau" ucap Meidinah dengan malu.
__ADS_1
Rey menghentikan ciumannya dan tersenyum menatap wajah istrinya, kemudian dia mencium kening Meidinah, dan mereka pun tertidur.
**
Rasya masih berusaha meminta maaf pada Rian, tapi Rian selalu menghindarinya, bahkan Rian meblokir nomor Rasya.
Jelas Rian cukup kecewa dengan Rasya dan Fariz, dia kecewa karena mereka mempermainkan perasaannya seperti ini. Rian menyibukkan diri di perusahaan nya, dia tidak membiarkan dirinya untuk memikirkan Meidinah lagi, tidak baik memikirkan istri orang, apalagi itu istri sahabatnya. Rian berusaha membuang jauh jauh perasaan nya pada Meidinah, dia menghapus semua foto Meidinah, dan menyimpan semua barang barang pemberian Meidinah di gudang, bukan bermaksud ingin membuangnya, Rian hanya ingin menyingkirkan semua pikirannya tentang Meidinah. Karena biar bagaimana pun semua adalah kesalahan Rian.
**
Dua minggu lagi Meidinah dan Rey akan berangkat ke Eropa, Meidinah akan melanjutkan S2 nya disana, sedangkan Rey akan mengurus bisnis keluarganya yang ada di Eropa. Lebih tepatnya di Jerman.
Segala persiapan sudah di persiapkan Rey jauh jauh hari bahkan sebelum dia menikah dengan Meidinah, di Jerman Rey juga sudah membeli sebuah rumah untuk mereka tinggali, sebenarnya rumah itu sudah lama dibelinya, karena dia sering bolak balik Jerman, akhirnya dia memutuskan untuk membeli sebuah rumah disana.
***
Bersambung
Maaf ya gaes kalau banyak typo
Jangan lupa follow instagram author ya
@emira_naila17 akun resmi author pena bulu
Kalau mau tau akun pribadi author, silahkan like dan komen, entar kalau banyak yang komen bakalan author kasih tau akun pribadi author
__ADS_1
Hehehehe kepedean ya, siapa juga yang mau tau akun pribadi author 😂😂
"Orang-orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal, kepercayaan, cinta, dan rasa hormat". - Sayyidina Ali bin Abi Thalib