Aku Dan Masa Kelam Ku

Aku Dan Masa Kelam Ku
3. Curhat


__ADS_3

Aku merebahkan tubuhku di ranjang, menatap langit langit kamar, aku berpikir apakah aku harus jujur dengan latar belakangku pada Rian, ya percaya kah kalian cuma ada satu orang yang tau latar belakang keluargaku, siapa lagi kalau bukan sahabatku Laras, oh iya lupa Pak Rektor juga hahaha.


Bukan tanpa alasan aku meminta itu pada Papa, awalnya papa menolak dengan alasan seluruh dunia harus tau bahwa aku adalah pewaris tunggal dari Buana Grup Hotel, aku meyakinkan Papa bahwa aku ingin mengetahui siapa laki laki yang tulus mencintai ku, sampai akhirnya Papa mengizinkan, aku tidak menggunakan nama Chandra dibelakang namaku, ya itu hanya untuk keseharianku di kampus, tetapi tetap saja nama lengkapku tertulis jelas pada berkas berkas penting di kampus, aku hanya tidak mau teman temanku mengetahui siapa aku.


Begitu juga dengan Laras, awalnya aku merahasiakan itu darinya, tapi aku berpikir persahabatan harus diawali dengan kejujuran bukan ? akhirnya setelah dua tahun kami berteman, dan Laras memang benar benar tulus, aku memberi tau dia mengenai latar belakangku, ya sama seperti yang lainnya, dia terkejut.


Aku terus terlarut dalam pikiranku, haruskah aku memberi tau Rian atau tidak, tanpa terasa aku mulai mengantuk dan tertidur.


-------------------


Pagi hari seperti biasa Papa selalu berangkat pagi-pagi sekali. Tapi biasanya papa akan membangunkanku, untuk berpamitan tapi tidak dengan hari ini, sudah lah mungkin itu sangat urgent.


"Bik, Meidinah berangkat ke kampus, nanti bibi jangan masak makan siang, Meidinah mau makan diluar sama Laras."


" Iya non, oh iya non tadi tuan pesen katanya nanti malem tuan enggak pulang kerumah, ada meeting sama klien di Bali," jelas Bik Sumi.


"Kok papa enggak bilang ke Meidinah langsung Bik," sahutku kesal.

__ADS_1


" Tadi tuan buru buru non, katanya meeting nya mendadak," jawab Bik Sumi.


" Yaudah deh, Meidinah berangkat ya Bik."


" Iya non, hati-hati."


-------------------------------------


Sampai di kampus aku tidak langsung keluar dari mobil, aku menunggu Laras, karena ada yang ingin aku ceritakan dengannya. Aku sedang sibuk memandangi fotoku dan Rian, sesekali aku tersenyum melihatnya. Ku harap ini semua bertahan selamanya, sampai ke jannah-Nya.


Tiba-tiba kaca mobil ku di ketok.


Aku menurunkan kaca mobilku


" Semedi di dalem bu?" ledek Laras


Aku langsung menutup kaca mobil dan turun.

__ADS_1


" Aku nunggui kamu kali Ras," jawabku


" Ngapain ? tumben amat "


"Aku mau cerita sama kamu, tentang Rian,"


"Kenapa sama si Rian ?"


Sebelum aku menjawab pertanyaan Laras, aku menarik nya ke Pendopo Kampus


Aku menggelar nafas, " Rian akhir akhir ini berubah, dia jarang ngasih aku kabar, dia juga jarang ngajak aku ketemu, dia jadi dingin sama aku," curhat ku pada Laras.


" Coba deh kamu tanya ke dia, kenapa dia jadi berubah," timpah Laras.


"Gimana mau nanya, kalau komunikasi aja jarang banget malah, kemarin aja nih ya, dia cuma ngasih kabar sore, udah habis itu dia enggak ada ngasih kabar lagi, padahal aku nungguin kabar dari dia, aku mau ngubungi dia takut entar malah ganggu dia," ucapku lirih


" Iya sih, yaudah positif thinking aja, mungkin dia lagi banyak kerjaan, enggak sempet ngasih kabar, udah jangan di pikirin, ayok kita ke kantin, aku laper," jawab Laras polos.

__ADS_1


~~


Bersambung


__ADS_2