Aku Dan Masa Kelam Ku

Aku Dan Masa Kelam Ku
Cemburu ???


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Meidinah langsung turun dari mobil, sementara Rey melanjukan mobilnya kembali ke kantor.


"Mas Rey kenapa ya ?, apa aku buat salah ?" gumam Meidinah.


Meidinah pun menyibukkan dirinya dengan memasak.


Dikantor.


Rey terlihat sangat gusar, dia benar-benar terbakar emosi, dia membanting pintu ruangannya, yang membuat alex terkejut.


Rey menduduk kan tubuhnya di sofa dengan asal, dia pun beberapa kali menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Bodoh, kenapa aku harus mendiami Meidinah, tanpa bertanya terlebih dahulu" omel Rey.


Alex yang melihat tingkah aneh dari bosnya, hanya menggelengkan kepala.


Rey terlihat begitu frustasi, dia benar-benar menyesali tingkahnya yang mendiami Meidinah, dia pun berlalu keluar dari ruangannya.


"Maaf tuan, anda mau kemana ?" tanya Alex, sebenarnya dia enggan bertanya kemana Rey akan pergi dalam situasi seperti ini.


"Pulang" jawab Rey datar. Rey melanjutkan langkahnya. Alex pun berusaha mengejarnya, "tapi tuan, satu jam lagi akan ada meeting dengan klien".


Rey menghentikan langkahnya,"siapa ?" tanya nya.


"Tuan Ramses dari perusahaan Global Corp" jawab Alex.


Rey pun menghela nafasnya, "katakan padanya meeting diundur 2 jam lagi".


"Baik tuan" jawab Alex.


Rey pun melanjutkan langkahnya, dia langsung pulang menuju kerumah.


Dirumah Meidinah masih sibuk dengan aktivitas memasaknya. Dia tidak mendengar Rey yang masuk kedalam rumah.


Rey memeluk Meidinah yang sedang memasak, Meidinah pun tersentak dan melepaskan pelukan Rey, tidak sangat takut, dia berpikir yang macam macam.


"Siapa ?" tanya Meidinah sambil membalikkan tubuhnya, dan dia menemukan sosok Rey. Meidinah pun bernafas lega.


"Maaf udah buat kamu takut" ucap Rey.


Meidinah mengangguk, dia pun melanjutkan memasaknya. Lagi lagi Rey memeluk nya.


"Maafin mas ya sayang" bisik Rey ditelinga Meidinah, Meidinah pun tersenyum.


"Maaf karena apa mas ?" tanya nya.


"Seharusnya mas enggak diemin kamu kayak tadi, maafin mas ya sayang" jawab Rey.


Meidinah mengangguk, "apa sih yang buat mas diemin Mei kayak tadi".


Rey menghela nafasnya, "mas cemburu".


"Cemburu ?, karena apa ?".


"Mas cemburu liat kamu deket sama laki-laki".


Meidinah menautkan kedua alisnya, dan berbalik menghadap Rey.


"Laki-laki ?, siapa ?".


"Tadi mas liat kamu dikampus duduk sama laki-laki, keliatan obrolan kalian asik ya, sampai-sampai kalian tertawa dan bersenda gurau begitu".


Meidinah tersenyum, "itu namanya Zaki, dia dari Malaysia mas, kita cuma ngobrol seputar kampung halaman dia aja" jelas Meidinah.


Rey pun mengangguk, seharusnya memang dari awal dia bertanya kepada istrinya, bukannya malah mendiamkan nya.


"Maafin mas ya sayang".


"Iya mas, yaudah Mei mau lanjutin masak ya".


Rey tersenyum nakal, Meidinah sedikit ngeri dengan senyum Rey.

__ADS_1


Rey menatap lekat-lekat Meidinah, pandangannya berakhir pada bibir Meidinah.


Rey pun langsung menyentuh bibir Meidinah dengan lembut, kemudian dia menciumnya dengan lembut, Meidinah pun memejamkan matanya, dia terhanyut dengan ciuman Rey, Rey mematikan kompor, dan langsung menggendong Meidinah ke kamar.


"Mei masih masak mas" protes Meidinah.


Rey hanya tersenyum, dan terus membawa Meidinah ke kamar, sesampainya dikamar Rey langsung mendudukkan Meidinah di atas ranjang, Rey membuka jasnya, dan melonggarkan dasinya.


Dia meraih tangan Meidinah, dan menarik istrinya itu kedalam pelukannya, Rey pun membelai lembut wajah Meidinah, wanita itu tersipu malu.


"Sayang, mas kangen" ucap Rey. Meidinah pun tersenyum malu. Rey menciumi wajah Meidinah, dan membuka hijab istrinya. Dia memandangi istrinya begitu lekat, dia mengagumi ciptaan tuhan yang ada didepan nya ini.


"Boleh ya sayang ?" tanya Rey.


Meidinah pun mengangguk dan tersenyum malu.


Rey langsung ******* habis bibir Meidinah, dia menciumi setiap bagian wajah Meidinah. Meidinah mengigit bawah bibir bawahnya, ketika Rey menciumi telinganya dengan lembut, dan mengigitnya. Rey kembali menciumi bibir Meidinah, dia ******* bibir mungil itu dengan tanpa henti, Meidinah pun membalas ciuman Rey, dan ya percintaan pun terjadi beberapa ronde. Mereka pun terlelap.


***


Rey beranjak ke kamar mandi, dia membersihkan diri, dan segera keluar dari kamar mandi setelah slesai.


"Mas mau balik ke kantor lagi ?" tanya Meidinah.


"Iya sayang, mas ada meeting dengan klien" jawab Rey.


Meidinah mengangguk, "pulang jam berapa ?".


"Mas enggak lama kok sayang, cuma meeting aja".


"Mas makan malam dirumah atau enggak ?".


"Kalau mas makan diluar trus istri mas makan sama siapa ?" tanya Rey.


Meidinah tersenyum.


Rey sudah slesai mengenakan pakaiannya, dia pun berjalan kearah Meidinah, Meidinah mencium tangan Rey, "hati-hati ya mas" ucap nya.


Meidinah beranjak dari tempat tidur ketika Rey sudah pergi, dia segera membersihkan diri dan melanjutkan masaknya.


***


Di kantor.


"Tuan, tuan Ramses sudah menunggu diruangan anda" ucap Alex langsung ketika melihat Rey yang baru keluar dari lift.


Rey mengangguk, dan berjalan menuju ruangannya.


"Maaf membuat anda menunggu tuan Ramses" ucap Rey sambil menjabat tangan laki-laki paru baya itu.


"Tidak masalah tuan Rey, bukankah meeting kita akan dimulai setengah jam lagi" ucap laki-laki itu.


Rey mengangguk, mereka pun berbincang-bincang sambil menunggu waktu meeting mereka.


Tok tok tok


Alex pun masuk setelah mengetuk pintu.


"Tuan, meeting kita akan segera dimulai" ucap Alex.


Mereka berdua pun mengangguk.


"Mari tuan Ramses" ajak Rey.


"Baik tuan Rey" laki-laki paru baya itu pun mengikuti langkah Rey.


Setelah beberapa jam meeting pun slesai.


Mereka saling berjabat tangan, tuan Ramses pun berpamitan.


Rey pun langsung pulang kerumah, setelah tuan Ramses pulang.

__ADS_1


Sampainya di lobi, dia bertemu dengan Cassandra.


"Rey" panggil wanita itu.


Rey menoleh, " Cassandra, sedang apa kau disini ?" tanya Rey.


"Aku ingin bertemu dengan mu" ucap Cassandra.


"Tapi aku harus segera pulang" jawab Rey.


"Sebentar saja Rey" pintanya.


"Tidak bisa Cass, istriku sedang menunggu ku" jelas Rey.


Cassandra pun membuang nafasnya dengan kasar. Wanita itu benar-benar telah merubah Rey, gumam Cassandra dalam hati.


"Maaf ya Cass, aku harus segera pulang" ucap Rey dan berlalu meninggalkan wanita itu.


Cassandra mengepalkan tangannya, dia menghela nafasnya dengan kasar, dan pergi meninggal kan kantor Rey dengan penuh amarah. kita lihat saja nanti, gumamnya.


Rey melakukan mobilnya dengan kecepatan sedang, di lampu merah dia tidak sengaja bertemu dengan anak kecil yang sedang menjual bunga mawar. Rey pun menurunkan kaca mobil nya, dan memanggil anak itu.


"Hai nak, berapakah harga nya ?" tanya Rey pada anak itu.


"5 rubel untuk 1 tangkai tuan" jawab anak itu.


"baiklah, berikan aku 20 tangkai" ucap Rey.


anak itu pun terkejut, wajahnya berubah jadi semangat, dia pun merangkaikan 20 tangkai bunga mawar pesanan Rey.


"Tuan apakah anda ingin warna yang berbeda-beda ?" tanya anak itu.


"aku mau warna merah dan putih saja" jawab Rey.


Anak itu pun mengangguk.


"ini tuan" ucap anak itu seraya menyerahkan rangkaian bunga pesanan Rey.


Lampu pun kembali hijau, Rey menepi kan mobilnya, dan keluar dari mobil.


"kau sangat pandai merangkai nya" puji Rey pada anak itu.


"terimakasih tuan" jawabnya dengan penuh senyuman.


"siapa nama mu?" tanya Rey.


"Cassandra tuan, anda bisa memanggil saya Casse" jawab anak itu.


"Casse, ok".


anak itu pun tersenyum, "apakah bunga ini akan kau berikan pada kekasihmu ?" tanya gadis kecil itu dengan polos.


"tidak, aku tidak memilik kekasih" jawab Rey.


"Lalu untuk siapa tuan ?".


"Ini untuk istriku" jawab Rey dengan tersenyum.


Gadis itu mengangguk dan tersenyum.


"baik lah Casse, aku haru segera pulang" Rey memberikan beberapa lembar uang kepada gadis itu.


"ini terlalu banyak tuan" ucap nya.


"Anggap saja ucapan terimakasih ku, karena kau sudah merangkai kan bunga yang begitu indah untuk istriku".


Casse mengangguk, "terimakasih tuan".


Rey pun berlalu dan pergi, dia pun melakukan mobilnya kembali kerumah


****

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2