Aku Dan Masa Kelam Ku

Aku Dan Masa Kelam Ku
Kebodohan Cassandra


__ADS_3

Acara grand opening hotel milik tuan Herz pun di mulai. Seluruh ruangan telah dipenuhi oleh orang-orang penting dan berpengaruh.


Meidinah memperhatikan orang-orang disekitarnya dari tempatnya duduk, sesekali dia tersenyum bila ada yang menyapanya.


Tidak sedikit pula para tamu yang memperhatikan Meidinah dengan tatapan aneh. Meidinah menyapu pandangannya ke seluruh ruangan, dia mencari keberadaan suaminya. Tak lama muncul seorang pria menghampiri Meidinah.


"Assalamu'alaikum Meidinah." ucapnya.


Meidinah menolehkan pandangannya pada pria itu.


"Wa'alaikumussalaam Zaky." jawab Meidinah dengan tersenyum.


Ya ... Laki-laki itu adalah Zaky teman sekampus Meidinah.


"Apa yang sedang kau lakukan di sini Mei?." tanya Zaky.


"Aku sedang duduk Zaky." jawab Meidiah.


Mereka pun tertawa.


"Ya ... aku tau itu Mei, maksudku apakah kau mengenal tuan Herz?."


"Tidak, aku tidak mengenalnya."


"Mungkinkah kau anak dari salah satu tamu undangan?".


Belum sempat Meidinah menjawab nya, Rey menghampiri mereka.


Meidinah tersenyum pada Rey.


"Tuan Gantama?" tanya Zaky.


Rey tersenyum, mereka pun bersalaman.


"Tidak menyangka bahwa saya akan bertemu dengan tuan Gantama disini." ucap Zaky.


"Saya juga tidak menyangka kita bisa bertemu disini."


Meidinah menatap aneh kepada dua laki-laki di hadapan nya.


"Mas kenal dengan Zaky?." tanya Meidinah.


Rey tersenyum, "iya sayang, dia anak salah satu rekan bisnis mas."


Meidinah pun mengangguk, tanda mengerti.


"Apakah dia adikmu?." tanya Zaky pada Rey.


"Tidak, dia istriku." jawab Rey dengan tersenyum.


Zaky sedikit terkejut mendengar jawaban Rey, tapi dia langsung menyembunyikan keterkejutannya.


"Kalian saling kenal?." tanya Rey.


"Iya mas, dia teman kuliah Mei." jawab Meidinah.


"Iya sayang."


"Kalau gitu, saya permisi tuan Gantama, saya akan menemani papa saya."


"Iya silahkan."


Zaky pun pergi meninggalkan sepasang suami istri itu.

__ADS_1


'Ternyata dia sudah bersuami' gumam Zaky.


Tuan Herz meminta Rey untuk menyampaikan kata sambutan.


"Sebentar ya Sayang." ucap Rey pada Meidinah.


Meidinah mengangguk, Rey pun berjalan menuju podium.


Tiba-tiba ada seseorang yang duduk disebelah Meidinah, wanita itu pun terkejut dan menoleh ke tempat duduk yang tadi diduduki Rey.


"Papa." ucap Meidinah.


Wijaya tersenyum melihat putrinya.


Meidinah pun langsung mencium tangan papanya dan memeluknya, semenjak pindah ke negara lain Meidinah tidak pernah bertemu dengan papanya.


"Anak papa sepertinya lupa dengan papanya sendiri." ucap Wijaya dengan ekspresi 6ang dibuat-buat.


"Maafin Meidinah Pa." lirih Meidinah.


Wijaya tersenyum dan mencium kening putrinya, "Papa sangat merindukanmu sayang."


"Mei juga rindu Papa."


"Apa kamu bahagia sayang?."


"Mei bahagia Pa, karena sekarang Mei punya dua laki-laki hebat dalam hidup Mei."


Wijaya pun tersenyum, "syukurlah kamu bahagia nak."


Rey sudah slesai menyampaikan pidato singkatnya. Dia berjalan kembali ke tempat duduk Meidinah.


"Papa." Rey sedikit terkeju, Rey pun mencium tangan Wijaya.


Wijaya tersenyum. "Baiklah, karena suami mu sudah slesai, Papa akan kembali bergabung dengan teman-teman Papa."


"Jaga putri Papa dengan baik ya Rey." ucap Wijaya.


"Tentu Pa."


Sampailah pada acara puncak.


Tiba-tiba lampu diruangan itu padam, sorot lampu tertuju pada seorang gadis yang berjalan dengan anggunnya menuju podium. Ya ... dia adalah Cassandra, putri satu-satunya Tuan Herz.


Semua mata tertuju pada gadis yang mengenakan gaun malam panjang berwarna maroon dengan belahan yang hampir memperlihatkan seluruh bagian pahanya.


Tentu saja, siapa yang tidak mengenal Cassandra, dia seorang gadis yang sangat cantik dengan badan yang proporsional ditambah dengan mata birunya yang sebiru batu safir.


Cassandra pun turun dari podium, dia berjalan kearah Rey dan Meidinah.


Meidinah merasa tidak nyaman, melihat wanita lain memandang suaminya seperti itu, dia tau bahwa Cassandra menganggap Rey lebih dari seorang teman.


Tiba-tiba dia menarik lengan Rey.


Rey terkejut, berusaha melepaskan tangan Cassandra, "jangan membuat malu aku Rey." bisik Cassandra pada Rey.


Rey pun membuang nafasnya dengan kasar dan mengikuti kemana Cassandra akan membawanya.


Mereka berjalan menuju podium, semua tamu undangan berbisik-bisik, ada yang memuji bahwa mereka pasangan yang serasi, ada juga yang mengatakan Cassandra itu wanita ular.


Hati Meidinah sakit melihat suami tercintanya digandeng oleh wanita lain. Dia berusaha tetap tegar.


"Selamat malam semuanya, kalian tentu sudah mengenal saya bukan?." ucap Cassandra.

__ADS_1


"Dan tentu saja kalian mengenal pria di samping saya, langsung saja disini saya akan mengumumkan pertunangan saya dengan tuan Gantama."


Semua tamu undangan terkejut, apalagi Meidinah, air matanya sudah tidak mampu dibendung.


Wijaya sangat marah dengan apa yang dilakukan oleh anak rekan bisnisnya itu.


Rey pun sama terkejut nya dengan mereka. Dia pun merebut mikropon dari tangan Cassandra, "saya minta maaf, saya sama sekali tidak memiliki hubungan dengan nona Cassandra, dan disini saya juga akan mengumumkan bahwa saya sudah menikah." ucapnya. Rey pun melepaskan tangan Cassandra dengan kasar, dan turun dari podium, dia langsung berlari menghampiri Meidinah.


Rey langsung memeluk Meidinah, dia meminta maaf dengan semua yang terjadi.


Rey sama sekali tidak memedulikan semua mata menatap mereka dengan penuh tanda tanya. Wijaya menghampiri anak dan manantunya itu, tidak terkecuali juga ayah Rey. Terlihat jelas amarah di wajah mereka.


Sementara Herz masih diam memperhatikan semua yang terjadi.


Cassandra tidak tinggal diam, dia pun menggunakan kesempatan ini untuk mempermalukan Meidinah.


"Apa kalian semua percaya dengan ucapan tuqn Gantama?." ucap Cassandra dari atas podium.


Para tamupun berbisik-bisik.


"Apa yang membuat anda lebih memilih dia dibandingkan aku, bahkan dia tidak bisa dibandingkan sedikit pun dengan ku." lanjutnya.


Wijaya sangat marah mendengar putrinya direndahkan. Dia pun berjalan kearah Herz.


"Herz, bisa kau jelaskan semua ini?." tanya Wijaya.


"Aku tidak bisa menolak keinginan putriku." jawab Herz dengan ekspresi bersalah.


Terdengar bisik-bisik diantara para tamu.


'Benar, apa yang membuat tuan Gantama lebih memilih wanita itu, bukan kah nona Cassandra lebih segalanya dibandingkan dia'.


Wijaya berjalan menuju podium, "bisa berikan mikropon itu pada saya?." tanya Wijaya pada Cassandra. Wanita itupun langsung menyerahkan mikropon kepada Wijaya.


"Mohon perhatian, saya sedikit kecewa dengan apa yang terjadi, saya benar-benar tidak menyangka bahwa putriku akan direndahkan seperti ini." ucap Wijaya.


Para tamupun terkejut, begitu juga dengan Cassandra.


"Meidinah Mayangsari Chandra istri dari Reyandra Gantama, putri tunggal Wijaya Chandra sekaligus penerus kerajaan bisnis keluarga Chandra." lanjut Wijaya.


Semua tamu semakin terkejut, begitu juga dengan Herz dia tidak tahu bahwa Chandra dan Gantama sudah menjadi besan.


"Tentu saja nona Cassandra tidak akan pantas dibandingkan dengan putriku." setelah mengatakan itu Wijaya pun segera turun dari podium. Sementara Cassandra masih dengan keterkejutannya.


Zaky hanya menyunggingkan senyum, 'wanita bodoh' gumam Zaky.


"Papa tidak menyangka bahwa mereka benar-benar menjadi besan." ucapnya.


"Maksud Papa?." tanya Zaky heran.


"Mereka berteman sejak dulu, mereka memang berencana menjodohkan anak mereka, ternyata mereka benar-benar menjadi besan" ucap tuan Malik dengan tersenyum.


Zaky pu mengangguk tanda mengerti.


'Dia tidak mengenalkan namanya dengan lengkap, benar-benar wanita yang begitu sederhana' gumam Zaky.


"Beruntung sekali tuan Gantama mendapatkan wanita seperti itu." ucap Zaky.


"Tentu saja, Wijaya dan istrinya adalah orang yang baik, tentu saja putrinya juga akan menjadi wanita yang baik, seperti ibunya."


"Papa mengenal ibunya Meidinah?." tanya Zaky.


"Tentu saja, dia wanita yang sangat baik."

__ADS_1


Bersambung yaaaaa


Maaf ya gaes typo berserakan xixixi


__ADS_2