Aku Dan Masa Kelam Ku

Aku Dan Masa Kelam Ku
16. Perjodohan


__ADS_3

Sementara itu dirumah Rey.


Dia terus memikirkan Meidinah, mengapa sampai saat ini Meidinah belum memberinya jawaban, dia ingin menghubungi Meidinah dan menanyakannya, akan tetapi dia tidak ingin Meidinah merasa tertekan.


Ting


Tiba tiba handphone Rey berbunyi, tanda pesan masuk. Rey segera mengeceknya.


📩Meidinah


Assalamualaikum Rey, maaf aku hampir lupa dengan janji ku, aku akan memberi mu jawaban malam ini.


Rey tersenyum membaca pesan itu, dia pun segera membalasnya.


📩Waalaikumsalam Mei, aku akan menunggu dengan penuh harap.


Rey berpikir kembali, bagaimana dengan perjodohan yang papa katakan.


Flashback On


Sekembalinya Rey yang bertemu dengan Meidinah, papa dan mamanya Rey sudah menunggunya di ruang tamu.


"Nak, kemari lah, ada yang ingin mama dan papa bicarakan" ucap Ratih, mamanya Rey.


Rey pun duduk, "ada apa pa, ma ?" tanya Rey.


"Nak, mama ingin melihat kamu segera menikah" ucap mamanya.


"Tapi ma, Rey masih terlalu muda, lagi pula ada seorang gadis yang Rey sukai", Rey menarik nafas panjang "Rey hanya ingin dia yang menjadi istri Rey ma, pa,"


Ratih tersenyum sambil menatap suaminya.


"Tapi nak, bertemu lah dengan nya, setelah kalian bertemu, papa tidak akan memaksa mu, keputusan ada di tangan mu" ucap Cahyo, papanya Rey.


"Mama dan papa hanya menginginkan yang terbaik untuk mu nak" tambah mamanya.


"Tapi bukankah Rey masih terlalu muda untuk menikah ma ?" tanya Rey.


"Nak muda dan tua itu tidak bisa diukur dengan umur, bukan kah tahun ini umurmu akan genap 24, itu sudah bisa dikatakan dewasa nak" jelas Ratih.


"Apa yang di katakan mama mu benar Rey, kamu anak papa dan mama satu satunya, kami hanya ingin yang terbaik untuk mu, bukan kah kamu akan mengurus bisnis kita di luar negeri, papa dan mama hanya ingin ada yang menemani dan mengurus mu disana nak" ucap Cahyo.


Rey hanya diam dengan pandangan kosong.


Dia menghela nafasnya, yang terdengar frustasi, " baik lah Rey mau bertemu dengan gadis itu pa" ucap Rey sambil tersenyum dan berlalu menuju kamarnya.


"Terimakasih sayang", oh iya sayang, kita akan mengunjunginya minggu depan" ucap Ratih dengan sedikit berteriak, karena Rey sudah berjalan menaiki tangga.


Flashback Off


Malam ini adalah penentuan hidup ku, gumam Rey. Sebenarnya Rey masih tidak menyangka bahwa Meidinah pernah menyimpan rasa terhadap nya, bodoh nya dia tidak menyadari nya. Andai saja aku tau kamu pernah menyimpan rasa terhadap ku Mei, mungkin kau tidak akan pernah merasakan sakitnya dikhianati seperti ini, gumam Rey.


---------------------------------

__ADS_1


Rey dan kedua orang tuanya menuju kediaman Wijaya, sebenarnya tanpa sepengetahuan Rey, karena Rey juga tidak tau dimana Meidinah tinggal.


Sesampai nya di rumah Wijaya, Rey terkejut karena ternyata yang di kunjungi adalah rumah Wijaya Chandra, dia memang tidak heran dengan Wijaya Chandra karena papa nya dan Wijaya adalah sahabat sejak SMA.


Yang masih menjadi tanda tanya untuk Rey kenapa kerumah Wijaya Chandra, apa maksud papa aku akan di jodohkan dengan Meidinah batin Rey. Seketika Rey menjadi bodoh, sedangkan Ratih yang menyadari putranya sedang melamun, hanya tersenyum.


"Reyandra kenapa kamu ternyum sayang ?" tanya Ratih dengan nada meledek.


Rey jadi salah tingkah mendengarnya.


"Sudah, ayo kita masuk" ajak Cahyo.


"Assalamualaikum" ucap Cahyo sambil membunyikan bel.


"Bik Sumi tolong bukakan pintu" ucap Wijaya.


"Iya tuan" Bik Sumi bergegas membukakan pintu.


"Waalaikumsalam, tuan dan nyonya Gantama, mari silahkan masuk, ternyata ada den Rey juga, tuan Wijaya ada diruang tamu" ucap Bik Sumi.


"Terimakasih Bik" ucap Ratih.


Bik Sumi memang sudah mengenal keluarga Gantama sejak dulu, karena Bik Sumi lah yang mengasuh Meidinah sepeninggalan ibunya, tak heran jika Bik Sumi terlihat akrab dengan mereka, karena keluarga Gantama juga sering berkunjung kerumah itu.


Bik Sumi bergegas membuat kan teh dan menghidangkan nya.


"Bik, tolong panggilkan Meidinah ya" ucap Wijaya.


Tok tok tok


"Non, non Meidinah, sudah ditunggu tuan di ruang tamu" ucap Bik Sumi.


"Iya Bik, sebentar lagi Meidinah turun" jawab Meidinah dari balik pintu.


Bik Sumi segera kembali ke dapur untuk menyiapkan makan malam.


Sementara itu Meidinah masih memikirkan bagaimana dengan janjinya kepada Rey, apa yang akan dia katakan nanti.


Diruang tamu Rey tampak bersemangat, wajahnya penuh dengan rona bahagia, memang kalau jodoh tak kan kemana, batin Rey.


Sedangkan mama dan papa Rey hanya saling lempar senyum melihat tingkah anaknya.


Tidak lama Meidinah berjalan menuruni tangga.


Ratih benar benar takjub melihat Meidinah yang begitu cantik dan anggun.


"Maa Sya Allah, putri mu sangat cantik Wijaya, mirip sekali dengan ibunya" ucap Ratih.


Wijaya tersenyum mendengarnya," dia adalah mutiara ku" jawab Wijaya.


"Dan sekarang dia akan menjadi mutiara di keluarga kami" ucap Ratih bahagia.


Sebenarnya berat rasa hati Wijaya melepaskan putrinya, putri yang begitu di cintainya. Wajah Wijaya terlihat murung, Cahyo yang menyadari itu, langsung berusaha menghiburnya.

__ADS_1


"Dia akan menjadi mutiara yang menjadi pengikat persahabatan kita" ucap Cahyo sambil menepuk bahu Wijaya.


Wijaya tersenyum.


Meidinah menyalami kedua orang tua Rey, tapi dia sama sekali belum mengetahui bahwa itu orang tua Rey, karena dia belum pernah bertemu dengan orang tua Rey.


Mendinah duduk di sebelah papa nya, dia hanya tertunduk malu, sehingga sedari tadi dia tidak menyadari bahwa laki laki yang akan dijodohkan dengannya adalah Rey.


Sementara Rey yang memperhatikan tingkah Meidinah hanya tersenyum.


"Sayang, pak Cahyo ini adalah teman papa" ucap Wijaya.


Meidinah tersentak, Cahyo ??, Dwi Cahyo Gantama ?, Meidinah terkejut, sontak dia mengalihkan pandangan nya kepada laki laki di depannya.


Benar saja itu adalah Rey, Meidinah sontak tidak percaya dengan semua ini, sedangkan Rey hanya melempar senyum kepada Meidinah, yang di balas Meidinah dengan malu malu.


Rey terkekeh di dalam hati melihat tingkah Meidinah.


Sementara orang tua mereka hanya saling lempar pandangan dan senyuman melihat tingkah putra putri mereka.


"Ehem,, lupa ada papa disini" ledek Cahyo pada Rey.


Rey dan Meidinah pun tersipu malu.


"Jadi bagaimana Rey ?, kamu mau kan sama Meidinah" tanya Ratih penuh semangat.


Rey mengangguk malu. "Rey mau ma kalau itu Meidinah, tapi apa Meidinah nya mau sama Rey" ucap Rey dengan tertawa.


"Gimana sayang?, kamu mau dengan laki laki pilihan papa ?" tanya Wijaya pada Meidinah.


Meidinah menatap Wijaya dan dia masih terdiam, dia tidak tau harus bagaimana,


Sungguh indah cara Allah mempermainkan takdir ku, batin Meidinah.


"Sayang ?" panggil Wijaya.


Meidinah tersenyum dan mengangguk.


Sontak mereka semua berseru, Alhamdulillah.


Tentu saja yang paling bahagia adalah Rey, karena wanita yang selama ini dicintainya akan menjadi istrinya. Ekspresi bahagia pun tidak bisa lagi disembunyikan oleh Rey.


Ratih yang mengetahui bahwa sebenarnya Rey begitu mencintai Meidinah, tersenyum bahagia.


 


Bersambung


Maaf kalau di episode kali ini banyak typo ya gaess


Jangan lupa like nya


 

__ADS_1


__ADS_2