Aku Dan Masa Kelam Ku

Aku Dan Masa Kelam Ku
Membeli Gaun


__ADS_3

Di rumah Meidinah sedang menata makanan diatas meja, dia memotong buah apel, sembari menunggu Rey pulang.


"Assalamualaikum" ucap Rey.


Meidinah pun mengalihkan pandangannya kearah Rey, "Waalaikumsalam" kemudian dia tersenyum.


"Mas mau langsung makan ?".


"Iya sayang, mas udah laper banget nih lihat masakan kamu".


Meidinah tersenyum, dia segera menyuguhkan makanan untuk Rey.


***


Meidinah sedang duduk dan membaca buku di balkon kamar mereka.


Rey menghampiri istrinya, "sayang, besok kamu ikut mas ya, kamu enggak ada kegiatan besok kan ?" tanya Rey.


"Enggak mas, emangnya mau kemana ?" tanya Meidinah.


"Rekan bisnis mas mengundang mas dalam acara grand opening hotelnya".


"Iya mas".


"Besok kita cari gaun ya buat kamu" ucap Rey.


Meidinah memandang Rey heran, "gamis ?, buat apa mas ?" tanya nya.


"Buat kamu pakai dong sayang, masa mas yang pakai".


"Iya,, maksud Mei kenapa pakai gaun ?".


"Emang salah ya ?".


"Enggak sih mas, tapi kan Mei biasa pakai gamis".


"Gaun nya juga akan tetap islami kok sayang" ucap Rey seraya mengelus kepala istrinya.


Meidinah mengangguk, mengerti maksud Rey.


"Sayang !!" panggil Rey.


Meidinah menoleh, "kenapa mas ?" tanya nya.


"Mas kangen" ucap Rey dan langsung memeluk Meidinah.


Meidinah pun mengerti maksud ucapan Rey, dia pun melepaskan pelukan Rey, dan berlari ke kamar, dia tersenyum jahil kearah Rey.


Sedangkan Rey hanya menggeleng geleng kan kepalanya sambil tersenyum melihat tingkah istrinya itu.


****


Keesokan harinya Rey mengajak Meidinah memilih pakaian yang akan di kenakan Meidinah, mereka pergi ke salah satu butik terkenal yang menjual pakaian muslimah.


"Mas kok tau tempat ini ?" tanya Meidinah.

__ADS_1


Rey tersenyum, dan langsung mengajak Meidinah masuk.


"Kamu pilih ya sayang, atau apa perlu mas beli sama butiknya ?" tanya Rey.


Meidinah terseynum, "enggak perlu kali mas, buat apa coba pakaian sebanyak ini, mubazir itu namanya" ucap Meidinah.


Rey mengangguk dan tersenyum. Salah satu pegawai butik menghampiri mereka.


"Permisi Tuan dan Nyonya, ada yang bisa saya bantu ?" tanya pramuniaga itu.


"Tolong bantu istri saya memilihkan pakaian untuk menghadiri pesta, dan ya jangan yang terlalu mencolok" jelas Rey.


Pramuniaga itu mengangguk, "silahkan Nyonya ikut saya" ajak nya pada Meidinah.


Meidinah mengangguk, dan mengikuti pramuniaga itu.


Meidinah sidikit risih dengan pandangan para pramuniaga yang sedang menatapnya, entah apa yang mereka pikirkan tentang Meidinah.


"Nyonya, gaun ini sangat cocok untuk mu, kau pasti akan terlihat anggun saat mengenakannya" ucap pramuniaga itu.


Meidinah tersenyum, "seperti nya kamu mengerti dengan selera saya" ucap Meidinah.


Pramuniaga itu tersenyum, "anda wanita yang begitu sederhana Nyonya, pasti anda menyukai hal-hal sederhana juga" ucap nya.


Meidinah tersenyum.


Pramuniaga itu heran dengan tingkah pramuniaga yang lain, mengapa mereka menatap Nyonya ini seperti itu, dan apa yang mereka bisikan, pikirnya.


"Baiklah nona, saya memilih gaun ini" ucap Meidinah.


"Pilihan mu sangat bagus Nyonya, ini gaun limited edition di butik ini". Pramuniaga itu pun segera membungkus gaun pilihan Meidinah dan membawanya ke kasir.


"Apakah kau tidak tau siapa pria yang bersama Nona ini" ucap mereka dalam bahasa Rusia, yang tentu saja tidak dimengerti Meidinah. Meidinah tersenyum ramah kepada mereka, yang dibalas senyum canggung.


"Tentu saja aku tau, dia adalah suami dari Nyonya ini" ucap pramuniaga itu.


Pramuniaga yang lain kaget mereka membulatkan matanya, bahkan sampai ada yang mangap, karena terkejut.


"Ada apa dengan kalian ?" tanya pramuniaga itu, dia heran dengan tingkah teman-temannya.


"Apakah kau serius ?, benarkah wanita ini istri Tuan Gantama ?" tanya mereka.


"Siapa Tuan Gantama ?" tanya pramuniaga itu .


"Ckk, tentu saja pria yang sedang duduk disana".


"Jadi suami Nyonya ini itu Tuan Gantama, memang nya ada apa dengan nya ?" tanya nya.


"Apakah kau tidak tau Gantama Corp's".


"Tentu saja aku tau, siapa yang tidak tau dengan perusahaan besar itu" jawab nya.


"Dan dia adalah pemiliknya" tunjuk salah satu pramuniaga ke arah Rey.


"Benarkah ?, berarti aku sedang melayani Mrs. Gantama ?" tanyanya girang.

__ADS_1


"Apakah wanita ini benar- benar istrinya ?" tanya pramuniaga yang lain.


"Tentu saja dia istrinya, Mr, Gantama sendiri yang mengatakannya".


"Bukankah dia belum menikah ?".


"Jangan terlalu mencampuri urusan mereka, mungkin saja mereka menikah di negara Asala nya" ucap salah satu pramuniaga.


"Tapi mengapa mereka tidak mempublikasikan pernikahan mereka ?" gumam pramuniaga yang lain.


"Sudah hentikan, berikan paper bag itu" minta pramuniaga yang tadi melayani Meidinah.


Dia pun berjalan kearah Meidinah dan memberikan papper bag itu padanya.


Meidinah tersenyum, "terimakasih Nona" ucap Meidinah.


"Jangan sungkan Nyonya, itu sudah tugas saya melayani setiap tamu yang datang".


Meidinah dan Rey pun pergi meninggalkan butik itu.


"Dia benar-benar wanita yang baik, pantas saja bisa membuat Mr. Gantama jatuh hati" gumam nya sambil memperhatikan kepergian Meidinah dan Rey.


****


Meidinah dan Rey sudah slesai bersiap-siap, mereka pun langsung menuju ke hotel yang akan melangsungkan grand opening itu, Tuan Herz telah mengirimkan lokasi hotelnya kepada Rey.


Tidak lama Rey menghentikan mobilnya didepan sebuah hotel yang mewah, terdapat begitu banyak papan ucapan selamat di depan hotel itu. Tidak lama Rey pun melajukan mobilnya lagi. Meidinah menoleh sekilas kearah Rey. Dia bingung kenapa Rey melajukan mobilnya lagi.


Mereka tiba di baseman Rey turun dan membuka kan pintu mobil untuk Meidinah.


Rey menggandeng tangan Meidinah menuju lift.


"Kok enggak sampai-sampai Mas ?" tanya Meidinah.


"Sabar dong sayang, pesta nya dilantai paling atas" jawab Rey.


Meidinah pun mengangguk.


Tidak lam apintu lift pun terbuka. Mereka pun keluar, Rey terus menggandeng tangan Meidinah. Betapa terkejutnya Meidinah, mereka disambut oleh begitu banyak wartawan.


Rey langsung menarik Meidinah keluar dari kerumunan wartawan.


Dia menuju salah satu meja.


"Sayang, kamu tunggu disini ya" ucap Rey.


Meidinah pun mengangguk.


Rey mendatangi para wartawan yang sedari tadi sibuk.


"Tuan Gantama, bisa anda jelaskan siapa wanita yang bersama anda ?" tanya para wartawan itu.


"Kalian akan tau nanti, sekarang tolong jangan menganggu saya" ucap Rey dengan dingin.


Para wartawan pun langsung diam, mereka pun mundur dan pergi, mereka tentu saja tidak akan mau mengambil resiko yang dapat membuat seorang Rey marah.

__ADS_1


****


Bersambung


__ADS_2