Aku Dan Masa Kelam Ku

Aku Dan Masa Kelam Ku
Cassandra lagi ?


__ADS_3

Cassandra pergi dengan ekspresi wajah yang tidak bisa diartikan. Para karyawan pu menatap Cassandra dengan penuh tanda tanya. Dia pun mengingat ucapan Rey sewaktu mereka bertemu di supermarket.


Flashback On


"Oh gitu, berapa lama di jerman ?".


"Emm,,, sepertinya kami akan menetap di Jerman".


Flashback Off


"Aku tidak menyangka jika yang dimaksud kami oleh Rey adalah dia dan istrinya" gumam Cassandra.


Cassandra benar-benar kecewa, harapannya untuk memilik Rey sudah tidak ada, karena melihat wanita itu, dia wanita yang anggun dan lemah lembut, dia juga wanita muslimah, sedangkan aku, gumam Cassandra dalam hati. Dia benar-benar tidak habis pikir dan tidak menyangka bahwa Rey akan menikah diusia yang terbilang muda. Dan mengapa Rey tidak mempublikasikan pernikahan nya.


Tiba-tiba senyum jahat muncul di wajah Cassandra, entah apa yang akan dia lakukan.


***


"Dia sering kesini mas ?" tanya Meidinah.


"Ya bisa dikatakan sering, tapi bisa juga tidak" jawab Rey.


Meidinah tidak menganggap lagi omongan Rey, dia hanya terus menyuapi Rey.


"Kenapa sayang ?" tanya Rey.


Meidinah hanya menggelengkan kepala nya.


Rey mengusap-usap kepala Meidinah,


"sayang mas dan dia hanya berteman, tidak lebih".


"Tapi seperti nya dia tidak menganggap mu teman mas". Entah mengapa Meidinah begitu tidak suka melihat wanita itu. Padahal Meidinah sendiri tau, bahwa seorang wanita tidak boleh cemburu pada suaminya, karena islam memberi laki-laki hak untuk berpoligami jika laki-laki itu bisa berlaku adil. Tapi tetap saja, dia hanyalah manusia biasa yang tidak akan pernah rela berbagi suami.


"Maksud kamu apa sayang ?".


Meidinah mendengus ,"seperti nya dia menganggap mu lebih dari sekedar teman, dia seperti menyimpan rasa sama kamu".


Rey tersenyum, "kamu enggak boleh suudzon sayang".


"Bukan suudzon mas, itu cuma perasaan seorang istri" Meidinah juga tidak tau kenapa dia bisa langsung berasumsi seperti itu, padahal biasanya dia orang yang selalu berpositif thingking.


"Kamu harus percaya sama mas, mas enggak pernah menganggap dia lebih dari teman".


"Hmm".

__ADS_1


Rey menghela nafasnya, "ingat sayang, apapun yang terjadi kamu harus percaya sama mas" Rey mencium kening Meidinah.


Meidinah tersenyum.


"Kok mas terus yang makan, kamu enggak makan ?".


"Enggak apa-apa mas, Mei juga belum lapar, lagian udah kenyang juga liat muka mas".


"Sejak kapan istri mas pintar gombal gini".


Mereka pun tertawa.


***


Rey menggenggam tangan Meidinah keluar dari ruangan nya, Rey tidak mempedulikan para karyawan yang terus menatap mereka.


Rey meneruskan langkahnya menuju lift dengan terus menggenggam tangan Meidinah.


Para karyawan pun sibuk berbisik, mereka masing-masing menyampaikan apa yang ada dipikiran mereka.


"Ehem" deheman Alex menghentikan bisik bisik mereka.


"Apa kalian dibayar untuk begosip ?, apa kalian tidak malu bergosip tentang orang yang memberi kalian gaji ?" tanya Alex dengan nada suara tinggi.


"Mengapa kalian diam ?, apa sekarang kalian jadi bisu dan tuli ?" bentak Alex.


"Tii iiiidak tuan, maaf kan kami, kami tidak akan mengulanginya lagi" ucap salah satu karyawan dengan suara bergetar karena menahan takut.


"Bagus kalau kalian menyayangi pekerjaan dan keluarga kalian, jangan bergosip tentang Presdir dan juga istrinya, kalian mengerti !!" tegas Alex.


Para karyawan pun terkejut, bahkan ada yang menganga karena terkejutnya. Mereka tidak tau jika Presdir mereka sudah menikah.


"Baa aaaik tuan".


"Kembali bekerja" ucap Alex.


Para karyawan pun bubar dan melanjutkan pekerjaannya.


"Ku sangka Presdir akan menikah dengan nona Cassandra" bisik salah satu karyawan pada temannya.


"Sstttt, tidak mungkin Presdir akan menikahi nona Cassandra, bukan kah mereka berbeda keyakinan" bisik karyawan yang lain.


"Agama bukan lah penghalang".


"Tidak bisakah kau lihat bahwa Presdir kita orang yang taat beragama hem ?".

__ADS_1


"Kalau gitu dia bisa saja mengajak nona Cassandra untuk memeluk agamanya, aku rasa wanita itu mau".


"Apa menurutmu istri Presdir tidak cantik ?".


"Tentu saja dia sangat cantik, wajahnya begitu sejuk di pandang, pantas saja Presdir terlihat begitu mencintainya".


Tak...salah satu karyawan itu menjitak temannya yang bodoh, "lalu menurutmu apakah Presdir akan mengambil resiko dengan menikahi nona Cassandra, jika wanita yang dinikahi nyavsaja sangat cantik ?".


Karyawan itu terlihat mengangguk-anggukkan kepalanya.


***


"Kita mau kemana mas ?" tanya Meidinah, dia tidak tau suaminya akan membawa dia pergi kemana.


"Pulang" jawab Rey.


"Kok pulang mas, kan pekerjaan kamu belum slesai ?" tanya Meidinah dengan heran.


"Mas kangen sama kamu sayang" jawab Rey dengan senyum nakalnya.


Meidinah tersenyum malu, "tau gitu tadi Mei jangan ke kantor mas".


"Loh kok gitu sayang ?".


"Karena Mei datang, mas nya sekarang malah mau pulang, padahal kerjaan mas belum slesai".


"Kamu lupa ya, kalau perusahaan itu punya suami kamu ?".


"Masa mas enggak profesional banget sih".


"Karena menurut mas, kamu lebih penting dari apapun sayang".


Wajah Meidinah merona mendengar ucapan Rey. Dia pun diam dan tidak berbicara lagi.


Setibanya dirumah Rey langsung menarik istrinya ke kamar, dia benar-benar merindukan istrinya.


(Tau lah ya setelah itu apa yang terjadi, hehehe bayangin sendiri aja ya).


Karena yang baca enggak semuanya 17+ jadi di skip adegan ena ena nya.


****


Bersambung


Kecemburuan seorang wanita adalah kekufuran, sedangkan kecemburuan seorang laki-laki adalah keimanan". - Ali bin Abi Thalib

__ADS_1


__ADS_2