
Laras yang dari dari memperhatikan mereka, merasa makin kesal, mengapa sahabat nya memiliki hati sebaik itu, mudah memaafkan.
" Ayok buruan Mei, katanya mau ke mall ", seru Laras dengan wajah kesal, bukan kesal dengan Meidinah, tapi dia kesal dengan kekasih sahabatnya itu.
" Iya iya Ras ", jawab Meidinah, " Ya udah aku mau pergi sama Laras, dah", ucapnya pada Rian.
" Dah, hati-hati ya sayang, telpon aku kalau kamu udah pulang kerumah ya ", ucap Rian
Meidinag hanya mengangguk sambil berjalan menuju ke arah Laras.
Mereka pun pergi, Rian masih terdiam di tempat parkir, ada rasa bersalah di dalam hatinya, apalagi setelah melihat wajah kekasihnya yang begitu teduh.
Sesampainya di mall, mereka mulai bershoping ria. Meidinah menuju butik langganannya.
" Eh gamis nya bagus ya Ras " ucapa Meidinah sambil memegang dan melihat gamis tersebut.
" Ya udah bungkus, cakep emang nih gamis " jawab Laras.
Meidinah menghela nafas, " Aku pengen deh pakai gamis, pakai khimar panjang "
" Ya udah kenapa enggak ?, tinggal pake kali Mei"
" Tapi cocok enggak sih" lirih Meidinah.
" Lah kenapa enggak cocok coba ?, kamu itu cantik, dipakein apa aja juga tetep cantik"
" Ihh, bukan itu Ras, apa pantas penampilan Syar'i tapi pacaran ? " dengus Meidinah dengan wajah sedih.
" Jadi maksudnya gimana ?, otak aku enggak nyampe nih"
" Yeee, kamu mah, giliran bahas cowok aja langsung 4G+ itu otak, bahas beginian mah auto 2G " ucap Meidinah dengan nada meledek.
" hahaha, ya maaf Mei, yaudah beli aja, sekalian borong, kalau perlu sama butiknya kamu borong sekalian " seru Laras dengan tertawa.
-------------------
Tiba dirumah mereka membawa banyak kantong belanjaan menuju kamar Meidinah, karena hari ini Laras akan menginap di rumah Meidinah.
__ADS_1
"Mei, kamu duluan ya, aku mau nelpon umi, mau ngabarin kalau aku nginep dirumah kamu" seru Laras.
" Yaudah" jawab Meidinah.
Di kamar Meidinah.
Laras membuka lemari pakaian Meidinah
" Ya ampun Mei, ini lemari udah kayak butik, masih ada merk nya semua tu baju, ngapain coba tadi kamu borong lagi, ini belum pada kamu pakek kan.
" Iya, itu papa aku yang beli, waktu dia ke Malaysia, bagus bagus gamis nya, pengen banget aku makenya, tapi ya seperti yang aku bilang tadi"
" enggak apa apa kali Mei, kalau emang udah niat buat hijrah, kenapa enggak, lagian juga kan penampilan kamu yang sekarang juga sopan"
" Aku sebenarnya ada niat buat hijrah, tapi gimana sama Rian, apa dia bisa nerima alesan itu "
" Gini ya sayang, kalau emang tuh laki emang serius sama kamu, dia bakalan langsung ngehalalin kamu, kalau alesan kamu mau hijrah, tapi kalau emang dia enggak serius sama kamu, nah itu lain cerita"
" maksudnya ?" tanya Meidinah dengan tatapan bingung.
" Kalau dia enggak nerima keputusan kamu, yang mutusin dia karena kamu mau hijrah, udah bisa di pastikan dia enggak serius sama kamu Mei, dia cuma mau macarin doang, entar dia bosen kamu ditinggal "
Dia begitu mencintai kekasihnya, sampai sampai dia tidak bisa melihat orang seperti apa kekasihnya itu.
Laras yang melihat wajah sedih sahabat nya merasa tidak enak hati dengan yang baru saja dia katakan.
" Maaf ya Mei, aku enggak ada maksud buat kamu sedih, yaudah yuk makan aku laper nih"
Wajah Meidinah langsung berubah ceria kembali, dia pun mengajak Laras turun untuk makan malam.
----------
Di kamar.
Meidinah melamun di sofa, Laras yang melihat sahabatnya seperti itu langsung bertanya.
" Mei, kamu kenapa sih ?, pasti lagi mikirin Rian kan ?"
__ADS_1
Meidinah hanya tersenyum simpul
"Tuh kan bener, udah ah jangan dipikirin"
" tadi dia nyuruh aku ngabarin dia kalau udah sampai di rumah, tapi aku sengaja buat enggak ngasih kabar, biar dia duluan yang ngubungi, tapi sampai sekarang dia enggak ada ngubungi. Ngirim pesan juga enggak Ras, padahal dulu dia tuh ya enggak bisa banget kalau aku enggak ngabarin dia, pasti dia langsung spam chat" ucap Meidinah dengan raut wajah sedih.
" Nah kan bener, jangan dipikirin deh Mei, belum tentu juga dia mikirin kamu, kalau dia mikirin kamu pasti dia sekarang udah ngubungi kamu, udah ayok kita tidur, besok aja lagi mikirin dia" ajak Laras sambil menarik sahabatnya menuju kasur.
---------
Azan subuh sudah berkumandang, Meidinah membangunkan Laras
" Ras, bangun gih, udah subuh, buruan mandi entar keburu habis subuh nya"
"Emm....., kok udah subuh aja sih" jawab Laras dengan suara khas bangun tidur.
"Udah gih buruan subuhan sana " ucap Meidinah sambil menggoyangkan tubuh Laras.
Laras pun bangkit dan menuju kamar mandi dan segera mandi, kemudian shalat subuh.
Slesai shalat dia terkejut melihat sahabatnya yang berdiri di depan cermin, menggunakan gamis dan khimar panjang, Meidinah terlihat begitu anggun.
" Bagus enggak Ras ?, cocok enggak sih kamu rasa ? " tanya Meidinah.
Laras masih bengong melihat sahabatnya.
" Laras ihhh, gimana ?"
Sontak Laras terkejut, " Kamu cantik banget Mei, Maa Sya Allah aku kaget, kamu anggun banget" puji Laras.
Meidinah tersipu malu, " yaudah kamu buruan siap siap, aku tunggu di meja makan"
Bersambung
Maaf ya kalau banyak typo 😁, jangan lupa like dan komen nya
__ADS_1