Aku Dan Masa Kelam Ku

Aku Dan Masa Kelam Ku
2. Pesan darinya


__ADS_3

"Ya sudah sini biar cepat saya tanda tangan disini aja." ucap Pak Danu sambil tersenyum, "maaf ya kamu lama nunggui saya, kenapa enggak ngubungi saya aja," lanjutnya.


"Iya pak, awal nya saya mau nelpon bapak, tapi karena mobil bapak di parkiran udah gitu juga kan lagi ada tamu makanya saya urungkan niat saya, takutnya saya malah ganggu," jawabku menjelaskan.


" Ya sudah sini," sambil mengambil map yang saya sodorkan, beliau langsung menanda tanganinya tanpa bertanya apapun.


Aku tersenyum sumringah, enggak sia-sia lah seharian nungguin batinku.


Aku pun pamit undur diri, aku berjalan dengan penuh senyum yang tergambar di wajah.


Laras berjalan menuju ke arahku, "Kenapa ? udah Acc makanya sumringah banget tu muka ?"


"Iya dong," jawabku dengan rasa bangga.


"Lah kok nurut amat ya tuh bapak sama kamu ?, kamu kasih pelet apaan ?" dilanjut dengan gelak tawa nya.


"Pelet ayam, puas ?" jawabku ketus.


"Bercanda kali Mei, sensi amat, lagi dapet ya ?"


"Iya, makanya tadi aku sempet kesel, mana perut sakit, terus aku juga kan enggak makan siang," jawabku manyun.


"Pantesan aku tunggui di mushallah enggak nongol-nongol."


"Tapi semua terbayar, Acc," sorakku bahagia sambil menunjukkan mapku.


Kami pun bergegas untuk pulang


------------------------------

__ADS_1


Aku benar benar merasa bahagia, karena hanya tinggal menghitung hari aku akan mengikuti ujian komperensif, rasanya nunggu seharian tadi itu enggak ada apa apa nya di banding kan rasa bahagia ku saat ini, gimana enggak bahagia Pak Danu itu jabatannya penting banget di kampus, orang paling sibuk, ditambah lagi kiler nya, aku nepok jidat begitu tau dia doping aku, tapi ternyata setelah di jalani, enggak ada bedanya sama doping lain, selagi kita mau usaha kan Allah pasti selalu kasih jalan. Kalau kata temen-temenku, Pak Danu itu baik banget sama aku, gimana mereka enggak mikir gitu, dari semua anak bimbingannya cuma aku yang enggak pernah kena marah, bangga dong aku pastinya hahaha...


Tiba di rumah


📩Calon Imam


Sayang udah pulang ?


📩Me


Baru sampai rumah


📩Calon Imam


Gimana ??


📩Me


Alhamdulillah, udah


Sayang udah balik dari kerjaan ?


📩Calon Imam


Udah sayang, ini mau mandi, mau shalat, tadi di kantor enggak sempat shalat, langsung balik.


📩Me


Yaudah, Meidinah juga mau mandi nih

__ADS_1


Dah sayang 🥰


📩Calon Imam


Dah cinta😍😍😘😘😘


Aku tersenyum membaca pesan nya, semoga kita akan tetap seperti ini sampai nanti ya sayang, gumam ku dalam hati.


Aku menghela nafas, aku berpikir Rian belakangan berubah sikapnya, dia sangat jarang menghubungiku, aku berpikiran positif mungkin dia lelah, tapi sikapnya juga berubah, dia sedikit dingin belakangan ini, aku mengerti dengan kesibukannya, aku tidak mau cemburuku menambah beban pikirannya, aku berusaha berpikiran positif tentang apapun yang menyangkut dia, walaupun sebenarnya ada yang mengganjal di hatiku, aku tidak tau itu apa, tapi rasanya sangat resah, sesak, entah lah, aku menghentikan semua pemikiranku, dan bergegas mandi.


------------------------------------------------


Tok tok tok, suara ketukan pintu


"Iya," jawabku dari dalam kamar.


"Non makan malam sudah siap, tuan sudah menunggu di meja makan," sahut Bi sumi dari balik pintu


"Iya Bik," aku bergegas keluar dari kamar dan berjalan menuruni tangga, aku berlari menghampiri papa.


Aku berlari kecil menuju papa, "Papa," ucapku seraya merangkul leher papa, papa tersenyum melihat tingkahku, "kamu udah besar sayang tapi di mata papa kamu tetap putri kecil papa yang imut," ucap papa sambil mencium keningku.


" Ayok makan sayang,"ucap papa, disambut anggukanku.


Slesai makan aku pamit kembali ke kamar, aku mengecek handphone-ku, tidak ada chat darinya, aku tersenyum kecut, jujur aku sangat menanti chat darinya. Aku mulai berpikir macam macam, tapi segera aku menghilangkan semua pikiran negatifku.


~~


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2