AKU DIJUAL OLEH IBU TIRIKU DAN DIBELI OLEH SUAMIKU

AKU DIJUAL OLEH IBU TIRIKU DAN DIBELI OLEH SUAMIKU
Dave Kesal


__ADS_3

.....Dari sudut pandang Dave...


Aku berniat membangunkan gadis ini


ku usap lembut pipinya dengan jemariku sambil mengucapkan kata "sayang bangunlah, aku sudah datang"


Sepertinya gadis ini masih nyenyak dengan tidurnya, ku lanjutkan dengan menempelkan bibirku dan membisikan kata kata di telinga nya ucapan yang tadi tapi gadis ini tak kunjung bangun.


Ku lanjutkan dengan menciumi bibirnya yang ranum dan sexy namun terasa begitu manis, aku melumatnya kedalam mulutku dan menggelutkan lidahku didalam mulutnya namun gadis ini tak juga bangun dari tidurnya..


"Apakah kau mengujiku sayang??"


Aku melanjutkan aktivitasku, ku cumbu dan ku ciumi leher jenjang nan putihnya dengan penuh mesra seolah olah aku sedang melakukanya bersama laura. aku memperlakukanya seperti aku melakukan dengan lauraku, berulang kali kuciumi bibir gadis itu dan ku hembuskan nafas memburuku yang sedikit memanas ke telinganya lalu menciumi lehernya lagi. aku tersenyum saat gadis ini sedikit menggeliat dan melenguh, mungkin dia sudah mulai merasakan sentuhanku.


ku lanjutkan lagi mencium bibirnya


namun tiba tiba...

__ADS_1


Braaakkkkkk.... gadis itu mendorongku sampai aku jatuh kelantai, kelihatanya dia marah dengan apa yang aku lakukan padanya.aku menjelaskan padanya untuk bersenang senang bersama malam ini namun gadis ini semakin mengancamku dan menolakku..dia menangis dan terus menangis..bukan ini yang kuharapkan.


Aku kesal dibuatnya, buruk sekali pelayananya padaku padahal aku sudah membayarnya dengan sangat mahal.


Aku mendekatinya lagi tapi dia menjauh dan memintaku jangan melakukanya, sepertinya dia takut padaku.aku melihat tangannya bergetar, aku memintanya untuk melayaniku dengan istimewa karna aku sudah membayar nya mahal namun dia menolak.


Aku semakin kesal padanya dan emosiku seketika menjadi tinggi, aku menariknya berdiri saat dia meringkuk dilantai tepat disudut kasur.


Aku melempar dan menjatuhkan tubuhnya dikasur, dengan bringas seperti kehabisan kesabaran aku menindihnya. gadis ini melakukan perlawanan dan berusaha sekuat tenaga untuk lari dariku namun dia kalah cepat dariku, aku menindih tubuh mungilnya dengan menarik kedua tangannyaa keatas kepalanya. ku lanjutkan dengan menghujaninya dengan ciuman ku tapi lagi lagi dia menggerakkan kepalanya kesana kemari mengelak dari ciumanku.


Ku lanjutkan aktivitas namun aku merasa aneh, tidak ada perlawanan dalam ciuman kami. aku berhenti dan memandang wajahnya yang basah oleh airmatanya, tidak seperti saat sedang berciuman dengan laura yang selalu melakukan perlawanan dan saling *******.tapi disini hanya aku yang bekerja padahal aku sudah membayarnya sangat mahal untuknya bekerja melakukan perlawanan terhadap sentuhan sensualku.


Aku terdiam kesal dan beranjak dari tubuhnya lalu bergegas keluar membuka pintu dan menutupnya kembali lalu menguncinya dan membawa kunci kamar pergi..


Aku mencari wanita yang mengaku bernama angel tadi meminta pertanggung jawaban. dan aku menemukannya sedang asiik ngobrol dengan pria tua berdasi lalu aku tak segan menariknya..


"Kembalikan uangku!"

__ADS_1


"Maksud kamu?"


"Gadis itu tak melayaniku dengan baik, dia hanya menangis dan aku tak bisa melihatnya menangis. jadi kembalikan uangku!!! Tegas dave


"Sabar sayang, mungkin dia hanya belum terbiasa. ini kan pertama kalinya bagi gadis itu, jadi kamu bersabarlah"


"Tidak, aku tak punya cukup kesabaran dan aku sudah tak bergairah" seru dave ketus.


"Baik, kau tunggu lah sebentar. aku akan menemuinya"


Lalu angel pun pergi menemui gadis itu, entah apa yang dikatakan padanya terhadap gadis itu. Aku merasa gerah, aku meminta segelas alkohol pada bartender lalu meneguknya dalam sekali tegukan. setengah jam aku menunggu lalu angel pun kembali..


"ini...pergilah dan temui gadis itu lagi, dia tidak akan melawan dan akan melayanimu sampai kau puas"


Tanpa fikir panjang aku pun langsung bergegas untuk kembali lagi kekamar itu, karna sejujurnya aku sudah sangat rindu melakukan hal intim pada laura. tapi kali ini aku harus melampiaskannya pada gadis lain yang berprofesi sebagai wanita penghibur dikafe.


Ah aku tak peduli, entah mengapa aku bersedia menunggunya.

__ADS_1


__ADS_2