
....
"Kamu gapapa je??"
uhukkk uhukkk....Jelas jelas orang lagi batuk malah pake ditanya lagi..
"Uhukkk uhukkk...ee..enggak pak jeje gapapa" seru jeje terbata masih dengan batuknya.
"Atau mau aku kasih nafas buatan??"
Yang benar saja, aku hanya batuk karna sesak nafas pak. jangan mencari kesempatan dalam kesempitan yaa...Batin jeje.
"Jeje mau minum air pak"
"Air? gak mau dikasih nafas buatan aja?" ucap dave kembali meyakinkan jeje.
Jeje hanya menggelengkan kepalanya.
Maksa banget sih. orang mau minum air bukan minta nafas pak!!!
"Jeje ambil air dulu ya pak"
"Jangan, biar bi imah aja yang ambil" Dave menahan jeje yang akan bergerak kedapur.
"Bi imah bi!!!" Teriak dave memanggil bi imah.
"Iya tuan" Seru bi imah yang berlari kecil.
"Ambilin air minum buat jeje!!"
"Baik tuan!!" bi imah pun pergi kedapur.
Dave terus memandangi jeje tangannya mengelus elus rambut dan kepala jeje seraya menenangkan.
Perasaan kalau batuk yang dielus elus itu kalau gak dada ya punggung, ngapain bapak ngelus elusin kepala ku?
Tak lama kemudian bi imah pun datang kembali membawa segelas air lalu memberikannya kepada jeje, belum sempat jeje mengambilnya namun dave telah lebih dulu meraih segelas air dari tangan bi imah.
kemudian dave menuntun jeje untuk minum.
"Udah??" Tanya dave memastikan, jeje hanya menganggukkan kepalanya.
Jeje berusaha menghindar kemudian mengalihkan pandangannya,
"Pak jeje boleg minta ponselnya tidak??"
__ADS_1
"Nih. tapi kamu janji kamu gak boleh melawati batas ataupun menelpon siapapun kecuali aku. Ponselnya udah aku sadap, jadi jangan macam macam!!! dan jangan menelpon seseorang untuk minta bantuan supaya bisa kabur dariku, kamu akan tau akibatnya!!!" Seru dave mengancam.
"tapi jeje bolehkan telpon alexa?"
"Siapa alexa??" Tanya dave yang lupa akan alexa.
"Adik jeje pak, yang kemaren kita ketemu di.."
"Ohh bocah yang gak punya sopan santun itu ya??" Sahut dave mengingat bocah yang berkata bahwa dave pria bermuka tua.
"Alexa anak baik pak, lexa juga anaknya sopan banget kok. mungkin karna belum saling mengenal jadi lexa sedikit tidak sopan"
"Yah yah, terserah kamu. Apapun yang kamu bicarakan ditelpon akan terekam olehku. jadi berhati hatilah dalam berbicara jika tidak ingin aku hukum. jangan coba coba meronta!!"
"Baik pak, jeje ke kamar dulu"
Tiba tiba dave menggendong tubuh jeje, jeje yang kaget dan terkejut meronta mengatunkan kedua kakinya seraya minta diturunkan.
"Diamlah aku akan membawamu kekamar, kamu tadikan batuk dan sesak nafas. kamu harus menjaga kesehatan menjelang pernikahan. jangan terlalu lelah!!
Bahkan kalaupun aku sakit karna batuk kakiku masih bisa berjalan dengan baik pak!! yang sakit tenggorokkan bukan kaki!!! batin jeje kesal dengan tingkah dave.
"Lepasin jeje pak, jeje bisa jalan sendiri!"
"Diamlah!!"
jeje terus memandangi wajah tampan dave yang akhir akhir ini membuatnya uring uringan. Urat dileher dave sedikit menonjol menujukkan warnanya.
"Pak jeje bisa jalan sendiri, tolong turunin jeje!!"
Dave berhenti melangkah dipertengahan anak tangga."Kamu bisa diam gak? kamu mau aku lepasin terus aku lempar kebawah??
"Ee..enggak pak!"
Dave kembali melanjutkan langkah kakinya.
Dave melewati pintu kamar jeje, jeje pun terheran.
"pak kamar jeje??"
Dave hanya diam, Sampai didepan pintu kamarnya "Buka!" perintah dave pada jeje tanpa menurunkan jeje, jeje pun menurutinya.
Jantung jeje kini seolang berderu berlarian, saat menatap semakin dekat dengan kasur milik dave.
Glekkkk...jeje menelan salivanya sendiri..
__ADS_1
"Pakk"...
Dave menurunkan jeje dikasurnya, mengelus dahi jeje dan mendekat kemudian mencium bibir jeje lembut lalu menindih tubuh jeje. jeje hanya terdiam seraya memejamkan matanya tanpa membalas maupun meronta,..
Mungkin ini sudah jadi menu makananku sehari hari.
"Tepati janjimu!!!" bisik dave.
"Eee..janji?"
"Berterimakasih lah!!!"
"Je....."
Jeje sadar bahwa dirinya kini telah memiliki perasaan kagum terhadap dave, bahkan lebih dari kagum. Hari hari yang ia lewati beberapa hari terakhir bersama dave membuat pertumbuhan sesuatu didalam hatinya semakin bergerak cepat sehingga kini jeje merasa bahagia dihatinya saat dave mulai menyentuhnya, meskipun bibirnya berkata tidak mau namun hatinya berkata mau.
Dave menunggu dan memejamkan matanya diatas tubuh jeje. jeje yang kikuk ragu ragu mendekatkan wajahnya lalu menempelkan bibirnya ke bibir dave, dave pun menyambutnya dengan mesra. dilahapnya bibir jeje dengan lembut dan mesra, perasaan keduannya menyatu meresapi sentuhan dibibir masing masing. seolah sama sama terbuai dengan suasana tangan dave pun bergerak masuk kebalik baju jeje seraya mengelus perut rata jeje, jeje tak menyadarinya hanya menghayati sentuhan hangat dan manis dibibirnya.
Kini tangan dave bergerak naik dan menyentuh seuatu didada sintal milik jeje, mata jeje terbelalak saat merasa ada sentuhan dibagian dadanya.
jeje menahannya dengan wajah memohon, dave pun mengerti akan isyarat wajah jeje yang tidak mau disentuh area dadanya itu.
Akhirnya dengan terpaksa dave mengurungkan niatnya dan menyudahi kemesraan yang masih tergantung.
"Tunggulah disini, aku akab segera mandi lalu kita makan malam bersama" Seru dave sembari memegang dagu jeje lalu mengecup kening jeje.jeje hanya menganggukan kepala nya..
Kenapa dia jadi lembut dan pengertian begini?? huuuhhh untung saja gak kelewat batas.
Jejepun menurut tanpa disadarinya, menunggu dave sembari merebahkan tubuhnya dikasur milik dave, matanya menatap kearah langit langit kamar lalu kedua tangannya bergerak mengelus elus kasur milik dave.
"Hhhh... inilah kasur yang nantinya akan jadi milik ku juga setelah menikah dengan pak dave. sepertinya aku mulai nyaman disini" jeje berkata kata sendiri dan kini jeje telah memeluk bantal guling milik dave.
Setelah selesai mandi jeje dan dave pun bergegas untuk makan malam bersama, setelahnya mereka mengobrol diruang nonton film sembari mengutak atik handphone baru milik jeje.
setelah beberapa jam menonton film keduanya pun merasa ngantuk lalu memutuskan untuk tidur dan bergegas kekamar tidur, dave menaikkan selimut ketubuh jeje dan tak lupa dave mengecup kening jeje saat jeje akan tidur.
"Good nigth my future wife" bisik dave seraya tersenyum manis, jeje pun membalas dengan senyuman manisnya. pipi jeje kini memerah meras malu...
.......
Sementar ditempat lain dijalanan..
Almira sedang bermain handphone disamping pengemudi mobil, almira baru selesai shopping dimall terbesar dikota ini.
mobil melaju keluar dari area parkiran sebuah mall, mall yang tepatnya tak jauh dari sebuah universitas.
__ADS_1
Mobil yang ia tumpangi melaju dengan kecepatan normal, namun tiba tiba sang pengemudi mobil yang ditumpangi almira mendadak membanting setir kekanan seraya menghindari seorang gadis yang sedang menyebrang jalan didepannya, namun tak disangka niat sang pengemudi menghindar malah menabrak mobil yang berlawanan arah dari depan dan terjadilah kecelakaan yang cukup hebat. "Aaaaaaaaaaaaaaahhhhhh" teriak almira.