
Dua Hari kemudian....
Pagi ini dikantor dave..
"Rick coba cek butik yang kemaren gue pesen gaun buat Jeje ,udah siap belom??"
"oke"
tak lama kemudian erick kembali setelah beberapa menit keluar ruangan untuk menelpon butik tersebut..
"Mereka udah mengirimnya kerumah lo, dan udah diterima sama satpam.."
"Bagus lahh...Oh yaa, lo kan yang nganter gue ke resepsi laura ntar malem?"..
"Sorry dave gue gak ikut, gue males liat nyai loreng belagak didepan umum"
"Emang lo gak penasaran sama ekspresi laura pas tau gue bawa cewe baru..?? kan dia masih kepedean gue belum move on dari dia " Seru dave dengan senyum licik..yang sebenarnya dave benar benar belum move on 100%..
Erick berfikir sejenak..
"Oke gue yang anter lo sampe depan plaminan, gue parkirin mobil gue pas di kursi pelaminan " jawab erick serius..
"Dendem banget lo?? kok jadi kayak elo yang patah hati laura kawin?? dave penasaran ..
"Cuma cowok bodoh yang doyan ama dia, dan cuma cowok mesum yang mau ama dia!!!" Erick melirik seperti sedang mengejek dave .
"Sialan lo...itu kan dulu" jawab dave sedikit kesal, sebenarnya dave belum bisa menerima laura menikah dengan pria lain..jauh dilubuk hatinya masih menginginkan laura menjadi istrinya..
Hari ini keduanya di sibuk kan oleh pekerjaan nya masing masing, meeting dengan beberapa klien serta dave bertemu beberapa calon donatur yang ditemui Almira untuk melarang mereka agar tidak memberi bantuan sokongan dana pada Almira..
Hingga sore hari baru lah mereka siap dengan pekerjaan dan kesibukkanya.
Sementara dikediaman mewah dave bibi telah memberikan sebuah paket kepada Jeje yang berisi gaun rancangan desainer butik tempat mereka memesan gaun kemarin..
"Nona Segera lah bersiap dan pakailah gaun itu, sebentar lagi tuan akan pulang dan menjemput nona untuk pergi ke pesta .tuan baru menghubungi saya dan segera memberitahu nona"..
__ADS_1
"Baik bi"
Tak lama kemudian Jeje pun bersiap dan merapikan riasan di rambutnya...rambutnya ia ikat separuh dibelakang sementara ujung rambutnya dibuat bergelombang ..Lalu poni nya dibiarkan jatuh dibagian wajah nya yang membuatnya terlihat anggun ..
Dipakainya gaun berwarna putih silver dengan detail yang elegant itu.. setelah bersiap Jeje memilih heels berwarna silver dan dompet berwarna silver juga yang senada dengan gaunnya..
"Kenapa gaun nya jadi begini?? perasaan pas kemaren fitting aku minta V nya gak sampe sepanjang ini deh??" jeje berkata kata sendiri menatap kaca cermin yang memantulkan tubuh nya dengan gaun indah yang menampakkan sedikit belahan dadanya..
kemudian dave yang baru pulang dari kantor langsung menuju kamar Jeje ..
Dave masuk begitu saja tanpa mengetuk, dilihat nya Jeje telah bersiap dan berjalan kearahnya yang berada didepan pintu kamar Jeje .."Bapak baru pulang?" tanya Jeje yang kaget melihat dave sudah ada di depan pintu kamarnya...
"hmmmm...berbalik lah" pinta dave agar Jeje membalikkan tubuh nya membelakangi dave, lalu Jeje pun menurut...
Kemudian dave mengambil sesuatu dari saku jas nya, benda itu adalah kalung mutiara yang tadi pagi ia pesan secara online dari sebuah toko emas di mall yang kemarin mereka datangi..
Lalu dave memakaikan kalung itu dileher Jeje ..rambut Jeje yang terurai kebelakang dengan ikatan setengah rambut, disibakkan kesamping oleh dave seraya memakaikan kalung tersebut..lalu dikecupnya mesra leher jenjang Jeje yang putih dan mulus itu..
"Tunggu lah dibawah, aku akan bersiap" Ucap dave lalu pergi ke kamarnya...
" Hari ini hari ke 6 aku sama pak dave, besok hari ke 7. itu artinya besok aku akan kembali ke lubang neraka itu lagi, ya tuhan bantulah aku..apa yang harus aku lakukan? tolong selamatkan aku tuhan" ucap Jeje dalam hati..
Jeje terus melamun dan berkata kata dalam hati, hingga ia tak sadar bahwa ada seseorang yang mengenakan jas berwarna putih sedang memperhatikannya dari lantai atas yaitu dave..Dave yang baru selesai bersiap segera turun, namun langkah nya terhenti di setengah anak tangga saat melihat Jeje yang sedang duduk disofa dengan sexy nya...
"Bidadari ku, aku datang " Ucap dave seraya berlari menuruni anak tangga...
Kemudian merekapun melangkah menuju mobil yang telah terpakir anggun didepan pintu utama..dengan erick berdiri menyandar dimobil itu dengan jas merah maroon nya..
"Silah kan masuk tuan dan nyonya.." ucap erick seraya membukakan pintu untuk prince dan princess KW itu..
Mereka pun masuk diikuti erick yang menutup pintunya dan segera melajukan mobilnya..
Setelah menempuh perjalanan setengah jam akibat macet dijalanan akhirnya mereka pun sampai di sebuah hotel mewah tempat dimana resepsi pernikahan laura berlangsung...
__ADS_1
DeMIRA PARIS HOTEL
Yaa betapa terkejutnya Jeje saat mengetahui bahwa mereka sedang memasuki kawasan parkiran sebuah hotel yang tak asing baginya..
Mobil berhenti ditengah tengah red karpet yang tergelar di pintu masuk hotel..dua orang penjaga menyambut kedatangan setiap tamu undangan, mereka lantas membukakan pintu mobil milik dave..lalu Jeje dan dave pun turun. dave sudah berputar dan mendekat ke Jeje .
Dave meregangkan siku kirinya lalu Jejepun menautkan tangan kanannya disiku dave..mereka berjalan bersama..diikuti erick yang berjalan sendirian dibelakang..sebenarnya erick enggan untuk ikut masuk tapi dave memaksa nya..lagian seorang penjaga meminta kunci mobil seraya ingin memarkirkan mobil milik dave..erick pun menyerahkan kunci mobil pada penjaga itu untuk memarkirkan mobil.
Sembari melangkah bersama dave layaknya pasangan serasi, Jeje tidak segan memandangi dekorasi hotel yang disulap dengan bunga bunga mawar berwarna putih dan merah ..tentu tim WO yang menyulap nya..namun dekorasi yang merubah tampilan luar hotel tak membuat Jeje lupa seluk beluk bentuk hotel mewah ini.
Tentu saja Jeje sangat yakin bahwa dia sedang menginjakkan kaki nya disebuah hotel milik papa nya, Jeje masih ingat bentuk bangunan, suasana beserta dekorasi termasuk menara eiffel mini yang dibangun papa nya tepat dipintu masuk utama hotel..
"DeMIRA PARIS HOTEL??? mengapa namanya berubah dan ada kata DeMIRA dibagian depan???" hati Jeje bertanya tanya hingga tak memperdulikan banyak mata yang memandang ke arah mereka..
Mereka pun memasuki aula hotel tempat resepsi laura berada..Banyak Sepasang mata yang memandang mereka kagum. Terdengar ditelinga dave bisik bisik tetangga diantara tamu tamu itu..
"Wah mereka pasangan serasi ya"
"Cocok ya, cewenya cantik cowonya keren"
"wajah cewenya gak asing ya kaya pernah liat, apalagi cowonya..kayak familiar banget"
"itu yang jas maroon kok gak bawa pasangan yaa"
dan beberapa bisik bisik lainnya dari mulut tamu yang bergosip..
Mata dave melirik kesana kemari mencari sosok pengantin yang sangat ia cintai, namun pengantin itu tak nampak batang hidungnya dimanapun bahkan di pelaminan sekali pun..
Erick pun tak kalah, lirikannya menusuk kesetiap sudut ruangan hingga ke lubang gelaspun dan botol pun ia mencari sosok laura namun tak nampak juga..
Akhirnya mereka pun duduk disebuah kursi bermeja bundar berukuran kecil, dikarena kan mereka hanya bertiga akan sangat membosankan jika duduk dimeja yang lebih besar dan bergabung dengan tamu lainya..
Tiba tiba mata Jeje tertuju pada sesosok orang yang sangat ia kenali..Jeje ingin menghampiri seseorang tersebut namun dave menahannya..
"mau kemana, duduk lah dan jangan pergi dariku??" Ucap dave seraya menarik tangan Jeje..dave merasa takut Jeje akan kabur ditengah tengah keramaian pesta..Dengan berat hati Jeje pun duduk kembali dikursinya, matanya bergerak melirik kearah seseorang yang dikenalnya tadi, namun orang itu sudah tak berada ditempatnya lagi...
__ADS_1