
.....
Setelah kepergian dave, Jeje memutuskan untuk mandi..dan berkeramas..guyuran air sower membasahi rambutnya hingga mengalir ketubuh polosnya..Senyum terpancar disudut bibir jeje...
Na..na..na..na..na..
Hmm...hmm...hmm...hmm..
Hoo..ho..ho..ho..ho...wo..
Jeje bersenandung didalam kamar mandi, hatinya bernyanyi namun bibirnya hanya hammm hemm hamm hemm...Sambil bersenandung jeje membuat busa sabun di bodywash nya lalu menghembuskan busa busa tersebut dengan gembira..
Beberapa kali ia memainkanya..Entah apa yang membuatnya begitu riang hingga tanpa sadar jeje sudah 1 jam berada didalam kamar mandi...
Setelah selasai mandi jeje pun membuka lemari pakaiannya, memilih milih baju yang tergantung rapi...
"Hmmm selera pak dave bagus juga," seru jeje yang baru menyadari koleksi pakaian didalam lemarinya bagaikan koleksi pakaian didalam butik.
__ADS_1
"Kenapa selama ini aku gak menyadari ini semua?? Apa selama ini aku merasa terpakasa disini, dan baru hari ini aku merasa nyaman disini??" Jeje berkata sendiri..
Setelah beberapa kali bergonta ganti mencoba beberapa pakaian akhirnya jeje memutuskan untuk memakai dres berwarna pink nantinya, dimana pink adalah warna pavoritenya..
Tapi sebelumnya jeje hendak mengeringkan rambutnya yang masih basah..
"Dimana hairdryer nya ya..hmmm"
Jeje mencari dan membuka beberapa laci dilemari hias cerminnya..
"Ponsel??? Bagaimana aku bisa lupa kalau aku punya ponsel??" Seru jeje saat menemukan ponsel pemberian dave tempo hari..
Muncul niat jeje yang sempat tertunda untuk menelpon seseorang yang sangat ia sayangi dan rindui, yaitu alexa., Namun jeje sadar bahwa jeje sudah mulai sedikit lupa dan tak ingat angka pasti nomor kontak milik alexa.
Jeje duduk dikasur sembari berusaha mengingat ingat nomor ponsel milik alexa..
sebelumnya jeje memakai dres terlebih dahulu tanpa mengeringkan rambutnya.
__ADS_1
"Nol tiga sembilan empat,........???.. ahh kemudian berapa ya ck.ck.ck.ck.."
Jeje masih tidak mengingatnya..mungkin saja dirinya sudah terpengaruh oleh dave, hingga hanya memikirkan dave seorang dan melupakan adik kesayangannya selama beberapa hari ini...
"Nol tiga sembilan empat tujuh dua,....eee.." Jeje mengetik angka diponsel miliknya sembari berusaha mengingat kembali... "eee....dua dua satu dua....Emmm salah salah..." Jeje men delette angka yang baru ia ketik sendiri..
"Fokus fokus, ayo fokus je..ingat ingat nomor ponsel alexa..ulang ulang" jeje berkata sendiri sambil mengetikan kembali angka yang ada diingatannya..
"Nol tiga sembilan empat tujuh dua satu dua eee....dua....dua...berapa selanjutnya...Aaaarrgggggghhh!!" Jeje kesal dan membuang ponselnya dikasur kesembarang arah..
"Kenapa mendadak amnesia sih je?? Nomor telpon adik sendiri dilupain..otak kamu isinya apa an sih je..Pria tua itu haa?? Iyaa ???" Jeje memarahi dirinya sendiri...
"Gak kok..aa..aku hanya merasa frustasi dan stres disini, makanya aku sedikit lupa" Seru jeje seolah menjawab kemarahannya sendiri...
Berulang kali jeje berusaha mengingatnya namun tak kunjung ingat, Jeje tak hentinya mengutukki dirinya sendiri..
"Virus apa yang menjalar diotak kamu je?? Racun apa yang udah di ditumpahkan oleh pak dave ke otak kamu je..separah itu dan secepat itu kamu berubah fikiran...hey ingat prinsip mu je!!!!" Lagi lagi jeje marah marah pada dirinya sendiri...
__ADS_1
Kecewa akan sikafnya sendiri akhirnya jeje pun meneteskan air mata, kesedihannya kembali menyelimutinya setelah mengingat alexa dan mama almira..Hingga kejadian malam singkat yang mengubah hidupnya menjadi seperti ini...
"Kamu lagi apa dek? Kamu baik baik aja kan lex, kakak janji kakak akan kembali berkumpul sama kamu dek, kakak akan nemeni kamu sampe kamu sukses dan meraih impian kamu...kakak janji!! Sumpah jeje sembari meneteskan air mata..