
NOTE AGAIN :
SUAMI BERHAK MENILAI APAKAH ISTRI LULUS MASA TRAINING ATAU TIDAK. JIKA SUAMI MENGATAKAN ISTRI TIDAK LULUS MAKA ISTRI WAJIB BELAJAR LEBIH GIAT. DAN ATAS KETIDAK LULUSAN MASA TRAINING ISTRI MAKA ISTRI AKAN DIHUKUM TANPA AMPUN. MAKANYA HARUS LULUS HEHE... DAN BELAJAR LAH SEBELUM MENJADI ISTRIKU SELAMA SEBULAN INI SEBELUM HARI PERNIKAHAN. SETELAH MENJADI ISTRI KAMU AKAN TERBIASA.
HORMAT SAYA
CALON SUAMIMU
(...........................)
DAVE BRIYANT
Bisa bisanya memanfaatkan keadaan.. dasar brengsek!!!!
Jadi maksudnya aku harus belajar melakukannya sebelum jadi istrinya?? menciumnya setiap pagi dan tidur di satu ranjang setiap harii bersama dia???? Ini gilaaaaa!!!!!benar benar gilaa!!!!
..........
Jeje merasa dave adalah iblis berwujud manusia. Bagaimana bisa dave memikirkan kemudian membuat peraturan pernikahan yang telah membuatnya semakin takut pada dave.
Dengan point point sebegitu rincinya dengan segala persyaratan yang ujung ujungnya akan dikenai hukuman disetiap aturan yang dilanggar ataupun terlupakan secara tidak sengaja.
"Aku maunya nikah sama manusia bukannya monster!!!" Jeje menggerutu didalam kamar.
Jeje melempar sembarang surat itu kekasur, ingin rasanya Jeje mengoyakkan lembaran lembaran kertas yang seperti pisau tajam yang menusuk jantungnya hingga membuatnya sesak nafas.
Kini Jeje berada didepan cermin, berdiri tegas..mengambil nafas lalu membuang nafas lega. Kemudian memulai berakting didepan cermin berlagak seolah berhadapan dengan dave.
"Nggak!!! Aku gak mau nikah sama monster!!!! Hei pak dave, romantislah padaku jika ingin menikah denganku. Suratmu membuatku ingin mati berdiri, membacanya saja aku seperti kena encok dipinggang rampingku ini." bentak Jeje didepan cermin seolah Jeje sedang bicara dan membentak dengan dave..
__ADS_1
Mana berani aku membentak pak dave seperti ini..Habislah aku nanti kalo begini caranya..huuuftt..
"Nggak. Ini terlalu kasar" Ucap Jeje lagi merasa tidak pas dengan kata kata yang ia susun untuk menolak dave nanti saat mereka bertemu.
"Maaf pak dave Jeje gak bisa jadi istri bapak, Jeje gak sanggup melakukan syarat dan ketentuan yang bapak berikan.lebih baik bapak cari calon istri lain yang lebih baik daripada jeje!!!" Jeje seolah berakting dan bersikap anggun didepan cermin membayangkan dave ada didepan cermin lagi.
"Aahhhh kalo ini namanya nolak, aku bisa dihukum kalo mengatakan kalimat ini!!!". Jeje kesal aktingnya kali ini sepertinya tidak cocok diucapkan.
"Pak dave, ada baiknya bapak memikirkan lagi niat bapak untuk menikahi Jeje. Selain Jeje masih bertingkah seperti anak anak, Jeje juga gak punya pengalaman menjadi seorang istri" Jeje lembut dan tersenyum manis...
"Aaaaaaahhhh" Teriak Jeje begitu saja saat merasa didepan cermin ada dave sedang menjawab perkataanya.."Aku akan mengajarimu menjadi istriku yang baik"
Namun setelah diperhatikan dengan seksama cermin hanya memantulkan bayangan dirinya. Tidak ada dave si pria tampan dihadapannya itu.
"Jadi tadi yang jawab siapa?? Apa itu perasaanku aja?? Tapi itu terdengar seperti nyata!!,, huuhhhh"
Setelah memastikan bahwa tidak ada dave didepan cermin Jeje pun kembali berlagak seperti sedang bertemu dave.
"Pak dave, Jeje sedikit keberatan dengan persyaratan yang bapak berikan. Sepertinya Jeje akan mati perlahan jika mendapat hukuman darimu terus. Bisakah kita berdiskusi untuk menjadi sepasang suami istri. Seperti yang bapak bilang, DEMI KENYAMANAN BERSAMA. Tapi setelah Jeje membaca surat bapak dan memahami beberapa isinya Jeje merasa dirugikan dan tidak nyaman. Mari kita diskusikan dan mencari solusi kenyamanan bersama" Ucap Jeje lembut penuh senyuman anggun diwajahnya kemudian menundukkan kepalanya seperti memohon.
"Baiklah, jika kamu keberatan maka aku akan mengubahnya sesuai keinginanmu demi kenyamananmu calon istriku" Jeje berkata sendiri seolah menjadi dave yang menjawab perkataannya sendiri..
Jeje pun kembali merebahkan tubuhnya kekasur dengan senyum kemenangan diwajahnya..
Baru saja kepalanya sampai diatas bantal.
"Ehh tunggu, bukannya itu sama artinya dengan aku menawar persyaratannya?? Pasti aku akan dihukum, otomatis aku akan mati berdiri Ciihhhhh" Jeje kembali duduk dikasur..
Ciiihhhhhh..... Jeje frustasi. Otaknya tak bisa lagi berfikir jernih setelah tercemar polusi oleh isi surat yang dibuat dave.Seakan buntu tak bisa mendapatkan ide untuk menolak permintaan pernikahan dave dengan halus yang tidak akan membuat dave marah kemudian menghukum Jeje.
"Tapi itu peraturannya kan berlaku setelah aku menjadi istrinya, berarti sebelum aku jadi istrinya aku bisa donk nolak isi suratnya dan Aku gak akan dihukum. Kan hukumannya berlaku kalo udah jadi istri..yeaaayyy Masih ada kesempatan meminta merevisi syarat syaratnya.." Seru Jeje sembari meloncat loncat kegirangan..
"Bahkan kamu hanya perlu menikmatinya saja, kamu gak punya pilihan lain selain menikah denganku tanpa menolakku apapun peraturan dan keinginanku atas dirimu.."
"Atau kamu gak akan ketemu adik kamu selamanya jika menolak jadi istriku! Teruslah menjadi simpanan ku disini, sampai aku bosan menyimpanmu lalu membuangmu kesarang buaya " Tiba tiba Jeje teringat akan ucapan dave tadi disaat dave memintanya menjadi istri. Jeje pun terkulai lemas duduk dilantai bersandar dikasur.
Benar benar gak punya pilihan lain selain menerimanya.
__ADS_1
Pak dave, kenapa sih kamu egois banget sampe harus minta aku jadi istrimu yang bahkan gak boleh menolakmu hingga aku terpaksa menerima lamaranmu yang konyol itu!!
Dasar pemaksa!!!!
........
Sementara didalam kantor dave tertawa terbahak bahak membayangkan ekspresi Jeje saat membaca surat yang sudah dia rencanakan sendiri isinya untuk menekan Jeje agar Jeje tak melakukan kesalahan sedikitpun. Bahkan dave sendiri yang menuliskan rinciannya saat baru sampai dikantor dengan semangat.
Bahkan dave merasa geli saat menuliskan tiap tiap rinciannya, menulis sembari tertawa sendiri yang membuat heran sekretarisnya saat meminta tanda tangan menyodorkan berkas penting.
"Pak ada yang perlu ditandatangani" ucap sekretaris tadi yang datang membawa berkas.
Tanpa menjawab sembari menandatangani berkas dave masih terus saja cekikikan.
Sudah lama gak liat pak dave tertawa lepas begini. Apakah hatinya sudah membaik?
Sekretaris bertanya didalam hati.
Dave penasaran dengan ekspresi wajah kesal milik Jeje saat membacanya..
"Gimana yaa ekspresi kesal dia sama aku? Jadi pengen cepet pulang deh ketemu itu anak" Dave kembali terkekeh kecil.
Namun niat dave hanya ingin bercanda dan mengerjai Jeje saja, ia sendiri tidak akan sanggup jika harus terus menghukum Jeje dengan hukuman yang ia tentukan. Dave berharap Jeje bisa patuh padanya dan menurutinya, dengan begitu dave akan merasa dirinya memiliki istri yang sangat mencintainya dengan penuh kasih sayang dan perhatian, walaupun dengan keterpaksaan.
Dave tak sadar bahwa niatnya yang sebenarnya adalah ingin agar Jeje bersikap seolah mencintainya dengan kata lain dave ingin agar Jeje mencintainya sebagai suami idaman.
Rasa ingin cepat pulang dan segera bertemu Jeje tak bisa dijadikan kenyataan, nyatanya dave memiliki begitu banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan.
Dave tidak ingin mengandalkan orang kepercayaannya saja, ia ingin meninjau sendiri dan ikut turun tangan atas perkembangan perusahaan miliknya. Sementara erick belum kembali dari As mengurus sedikit masalah disana.
Dave menutup laptopnya, Kemudian berdiri seraya akan memakai Jas nya yang iya letakkan menggantung dikursi.
Terdengar pintu diketuk oleh seseorang.
Tok tok tok....
Masuk!!
__ADS_1
"Pak ada yang ingin bertemu dengan bapak" Seru sekretaris dengan wajah gusar.