
"Apa bagusnya si wanita ****** itu sampai dave mau menikahinya? bukannya dave hanya ingin bersenang senang bersama nya saat sedang terpuruk karna aku??" Laura ngomel sendiri..
"Sampai kapan pun aku gak akan biarin dave menikah apalagi dengan wanita ****** itu, hehhh wanita ****** seperti dia cocoknya jadi simpanan tua bangka!! tampangnya saja seperti wanita kampung..Ciihhhh..."
Laura kian menggila. betapa tidak?
Laura sendiri lah yang menentukan jalan hidupnya dan memilih meninggalkan dave lalu menikah dengan anak tunggal dari pengusaha terkaya dinegri ini..
Hidup laura kian sempurna yang mana dirinya dipandang oleh berbagai kalangan sebagai istri sekaligus menantu yang paling beruntung didunia.. Selain materi yang melimpah, laura bahkan tak memiliki saingan (Ipar) dikeluarganya kini.
Tak hanya itu, sang suami juga merupakan pria yang tampan meskipun ketampanannya tak setampan dave. namun pria yang kini menjadi suami laura adalah incaran para wanita dari berbagai kalangan termasuk kalangan bangsawan sekaligus..
Andrio juga pewaris tunggal perushan orangtuanya, wanita mana yang akan menolak jika dijodohkan dengan Rio termasuk laura.
Kesempurnaan yang saat ini laura miliki bahkan kesempurnaan hidup laura adalah impian semua gadis diseluruh dunia, namun seperti tak puas dengan kesempurnaan yang ia miliki, laura masih saja mencoba masuk dan kembali ke kehidupan dave.
Apakah satu pria tak cukup? apa sebenarnya tujuan laura???
.......
"Aku hanya ingin dave!! " batin laura menyebut nama dave..
Disisi lain dave dari atas gedung kantor miliknya melihat laura yang pergi dengan kesal hingga menyetir sembarangan hanya menggelengkan kepalanya..
Dave merasa sangat bosan..
Erick yang biasa menemaninya sedang mengurus proses pemenjaraan almira yang pada siang tadi telah kabur lebih dahulu keluar negri untuk berlibur..
__ADS_1
"Apa?????? keluar negri??" dave terkejut dengan informasi yang ia dapat dari erick yang baru saja menelponnya..
Almira telah mengetahui bahwa alexa sudah berada dalam lindungan dave, dan tampaknya almira tidak peduli akan hal itu..ia menganggap itu hal sepele, bahkan jadwal liburan nya keluar negri yang telah dijadwalkan sehari sebelum menjebak alexa tak diundurkan.
Mungkin yang ada didalam fikiran almira adalah "Alexa tidak akan percaya dengan cerita mereka, dia pasti lebih mempercayai ucapan ku. saat aku kembali dari luar negri aku hanya perlu bilang Sayang kemarin mama diculik!! kamu gak kenapa napa kan?? syukurlah kamu selamat sayang beres!!!"
Almira yang melangkah lebih cepat ternyata sudah mempersiapkan segalanya..
"Kejar dia hingga keujung dunia sekaligus!!" Dave memerintah erick dengan tegas ditelpon.
Sial wanita itu benar benar licik!!! batin dave...
Inilah yang membuat dave merasa bosan dikantornya sendiri, dave akhirnya memutuskan untuk mendatangi oom daniel dan melakukan konsultasi sembari meminta saran atas masalah pribadi yang tengah melilit kehidupannya..
Yah.. sejak papa dave meninggal, oom daniel lah tempat dave mengadu dan menyandarkan kepalanya dipundak oom daniel, oom daniel sebagai pengganti orang tua bagi dave.. meskipun orang tua dave posisinya tak tergantikan oleh siapa pun namun dave merasa nyaman pada oom daniel yang berprofesi sebagai dokter spesialist dan menganggap nya sebagai orang tua angkat..
Dave mengunjungi rumah sakit terbesar dinegri ini dimana tempat oom daniel mengabdikan dirinya sebagai dokter dpesialist..
Meski menunggu oom daniel hingga satu jam lamanya akibat oom daniel yang tengah menjalankan operasi pada pasiennya, dave tak hilang kesabaran.. dave malah sangat kagum dengan ruangan dokter yang dimiliki oom daniel yang tampak nyaman dan menyegarkan matanya dengan hiasan ruangan yang layaknya alam terbuka, meskipun terdapat banyak patung patung yang menunjukkan organ dalam..
"Hai dave, udah lama nunggu ya??" sapa oom daniel yang baru selesai..
"Nggak kok oom, baru satu jam he..he..he.."
"Ah benarkah?? harusnya oom menemuimu satu jam lagi kalo ini terlalu cepat..he..he..he.." canda oom daniel lalu memeluk dave..
"Oom bisa aja. Udah selesai oom??"
__ADS_1
"Belum, ini mau lanjut lagi" Ucap oom daniel membuat dave pasrah..
"Haa? benarkah oom?? jadi oom ada operasi lagi? kita nggak bisa ngobrol sekarang donk ya??? huhhh..." dave sedikit cemberut...
"Ha..ha..ha... kamu ini.. jelas jelas oom udah selesai..kamu kan tau hari ini hari apa dan jadwal oom hanya sampai jam empat sore sekarang, masih aja nanya udah selesai belum..." oom daniel selalu memancing dave untuk ngambek seperti anak kecil..
"Jadi ada apa haa?? tumben kamu nyamperin oom kesini, kirain kamu bawa calon istri kamu kesini.. "lanjut oom daniel..
"Itu dia oom!!"
"ehh iyaa, kapan kamu mau kenalin calon istri kamu? bukannya kamu mau bawa kerumah oom ya?? oom tungguin gak datang datang, dasar kamu ya!!" oom daniel mengusap usap rambut dave gemas layaknya mengusap rambut anak kecil..
"Jangan oom nanti rambut dave rusak lagi" Dave pun bertingkah layaknya bocah..
Beberapa menit kemudian dave dan oom daniel menghabiskan waktu untuk bercanda, sampai akhirnya dave mengutarakan unek unek dan isi hatinya..
Dave dengan polosnya menceritakan pada oom daniel awal mula pertemuannya dengan jeje, dilanjut dengan cerita laura yang terus meneror dirinya. hingga sampai cerita tentang alexa dan almira pada oom daniel..
Diawal cerita tentang pertemuan dave dengan jeje tampaknya oom daniel tak setuju dan sedikit menyayangkan keputusan dave untuk memilih jeje, "Kamu harus berfikir dua kali untuk menikahi wanita itu, kamu bisa memilih wanita yang lebih baik lagi" Tutur oom daniel..
Namun dave kembali menjelaskan pada oom daniel bahwa jeje korban dari ibu tirinya yang menjual jeje pada muncikari, dan dave pun meyakinkan oom daniel bahwa jeje belum ada yang menyentuh selain dave.. bahkan sampai saat ini dave belum gol..dan jeje juga berasal dari keluarga terhormat..
"Kasian dia, tapi apakah kamu benar benar ingin menikahinya??" oom daniel memastikan lagi.. Dengan tegas dave menjawab ia, meskipun awalnya dave hanya memanfaatkan jeje untuk menjadi pacar sementaranya dan membawa jeje kepernikahan laura dan rio agar membuat laura cemburu saat itu..
"Seiring berjalannya waktu yang dave habiskan bersamanya, dave mulai gak bisa jauh dari dia dan dave takut kehilangan dia om.." Tanpa malu dave mengungkapkannya pada oom daniel..
Oom daniel yang memiliki sifat yang dermawan dan baik hati seperti orangtua dave akhirnya memahami apa keinginan dave.. oom daniel pun menyatakan dirinya siap dan dengan senang hati memberi restu pada dave dan jeje..
__ADS_1