
Satu jam kemudian dave belum juga terbangun..namun akhirnya ia terbangun saat ponsel yang berada disaku celananya bergetar..
Drtttt drtttt drtttt drtttt....
Dave menggeliat lalu mengambil ponsel disaku celananya, namun bukannya menjawab telpon ia malah membuang ponsel milikknya kekasur dengan sembarang..
Ponsel terus bergetar...
Mengeluh kesal namun akhirnya dave menjawab telpon yang ternyata si penelpon adalah erick..
"Udah bangun lo bro?? gimana pala lu?? enak??" nada sepele erick membuat mood dave semakin buruk..
"Berisik lo ahh!!" dave membuang kembali ponsel milikknya...mengucek kedua matanya... menoleh kekanan,
"Hahh??" sarapan yang tersedia..
Matanya tertuju pada secuil kertas yang tertimpa oleh gelas berisi air putih... "Apa ini??"
Dave mengambil secuil kertas bertuliskan tulis tangan yang imut imut seperti semut..
ini sarapan milik bapak, makanlah.
maaf jika lancang, bapak terlihat begitu lelah jadi aku nggak berani ngebangunin bapak. saat udah bangun dan sarapan, temuilah aku..😉
Tanpa sepatah kata dave pun bergegas mencari jeje, bahkan dave tak menyentuh sarapan yang tersedia di meja..dengan masih mengenakan pakaiannya yang kemarin..
Saat ingin melangkah dave menginjak sesuatu.. ternyata itu kertas yang sebelumnya diremas remas oleh jeje hingga berbentuk bola..
Dave mengambil kertas yang ia injak lalu membukanya..
Aku tahu bapak lelah akibat mabuk semalam, maaf aku meninggalkanmu dibalkon semalam. sebenarnya aku khawatir, tapi aku juga ingin tidur..he..he..
ini sarapan bapak, nanti kalau udah bangun temui aku.
aku menunggu 💜..
Dave tersenyum tipis...
dengan terburu membersihkan tubuhnya (mandi) lalu berpakaian dengan kaos putih dan celana pendek sebatas lutut.. tak lupa memakai jam ditangannya..
Berjalan cepat meninggalkan kamarnya "Lihat apa yang akan aku lakukan"... tak peduli ponselnya yang kembali bergetar...
Dave mencari keberadaan jeje, mulai dari kamar milik jeje hingga kesetiap sudut ruangan dave tak menemukan jeje... Dave tak ingin basa basi dengan para pelayan yang lalu lalang dihadapannya dengan masing masing tugasnya..
Langkah terakhir dave menuju taman belakang, dan benar saja jeje dan alexa tengah berada ditaman belakang. tepatnya duduk dipinggiran kolam ikan dan melemparkan beberapa makanan ikan di kolam...
__ADS_1
"Ternyata kalian disini??" sapanya mengagetkan kedua kakak adik dihadapannya..
"Pak dave, hhe..." Jeje tersenyum meringis...
"Aku baru saja menerima 2 pesan surat dikamar ku, apakah itu pesan dari kalian berdua??"
Alexa dan jeje menggelengkan kepalanya...
Santai dave mengambil makanan ikan yang ada ditangan jeje lalu membuyarkannya dikolam ikan...
"Lalu?? jika kalian berdua nggak nulis surat itu, jadi siapa yang tulis??" dave menaikkan satu alisnya..
"Ehmm.. aku hanya menulis satu pesan surat untuk bapak, dan hanya aku yang menulisnya.." jeje gugup didepan alexa...
"Lalu ini??" dave menunjukkan 2 lembar kertas, yang satu masih terlipat rapih sedangkan yang satunya bulat seperti bola akibat diremas remas..
Refleks jeje merebut kedua kertas tersebut.. "Maaf ini hanya kesalahan pak, aku salah menuliskannya jadi aku membuangnya dan aku meninggalkan kertas dengan pesan yang benar" terang jeje...
"Tapi menurutku kertas yang salah bagimu itu benar bagiku" dave tersenyum kecil...
"Aku akan membuangnya" Jeje pergi untuk mencari keranjang sampah ditaman belakang...
Kesempatan ini tak disia siakan oleh alexa. ia memanfaatkan kesempatannya saat berhadapan dengan dave untuk memohon dan meminta agar dave segera mengijinkan alexa dan jeje kembali kekediaman alm. papa mamanya..
"Pak dave tolong antar kami pulang!!! please please please" rengek alexa berulang kali...
Jeje yang kaget melihat alexa seakan lancang merengek pada dave lalu jeje pun memohon maaf pada dave..
"Maaf kan kelancangan adik ku pak, aku berjanji alexa nggak akan mengulanginya lagi"
Namun alexa malah semakin merengek pada jeje dan dave..
"Pak tolong ijinkan kami pulang kerumah kami dan menjalani hidup kami kembali"
"Kak jeje ayo bantu alexa memohon? ayo kita pulang, alexa rindu suasana rumah papa mama kak hiks hiks hiks" air mata alexa adalah senjatanya kali ini..
Jeje mengelus pundak alexa "ia nanti kita pasti akan pulang dek, kamu sabar dulu ya"jeje cemas memandang dave yang tampak bingung...
"Kami bisa tinggal disini sampai ..." jeje ingin mengatakan sesuatu..
"Sampai kalian menikah?? kak bilang sama pak dave kita harus pulang sebelum kalian menikah" Rengek alexa padahal dave ada dihadapannya..
Dave mengeryitkan dahinya..dan memijit mijit dahinya dengan satu tangannya.. seolah sedang berfikir keras untuk mengambil keputusan..
"Pak aku bisa mengurus alexa..."
__ADS_1
"Baiklah aku akan mengantar kalian!!" Tegas dave..
"Tapi pak?? " jeje tak yakin dengan ucapan dave..
"Bersiaplah, aku sendiri yang akan mengantarkan kalian!" ucap dave, lalu dave pergi dan berkata "aku ambil kunci mobil, tunggulah disana!!"..
Alexa pun girang...
"Kak kita pulang, alexa seneng banget..alexa gak sabar pengen tidur dikamar alexa" alexa tersenyum lebar dan bahagia..
"iya sayang iya" jeje tampak tak antusias, namun ia tetap memeluk sang adik yang tengah bahagia..
"sekarang kamu tunggu dimobil, kakak mau ambil barang kakak yang ada dikamar" perintah jeje, alexa pun menyetujuinya...
"Iya kak"..
Bukannya mengambil barang milikknya, jeje malah menemui dave untuk memastikan..
"Pak dave?? apa bapak benar benar akan mengantarkan kami pulang??"
"Ya" ketus dave..
"Aku bisa tinggal disini kapan pun bapak mau" jeje menyaksikan wajah kesal dave yang sesungguhnya..
"Bukankah kau senang??"
"Ee....emm... alexa hanya bercanda pak..aku yakin alexa nggak benar benar pengen pulang" jeje seolah menghibur dave..
"Nggak ada alasan lain untuk kamu dan alexa tinggal disini, kalian nggak memiliki ancaman lagi karna mama tirimu itu udah dipenjara jadi kalian bisa kembali pulang tanpa adanya ancaman yang berbahaya. aku pastikan itu!!" ucap dave dengan mata tajam..
"Apa?? benarkah??itu kabar baik, apakah pak dave yang melakukanya??" dave hanya diam dan mencari kunci mobil miliknya..
"Bukannya kita akan??" jeje terbata bata, dave telah menemukan kunci mobil miliknya..
"Apakah kita batal......??"glekkk... jeje tak meneruskan kata katanya.. sebenarnya jeje ingin mempertanyakan apakah mereka batal menikah.. namun jeje merasa tak pantas untuk mengatakannya, meskipun ia mulai berharap dave akan mengatakan perihal pernikahannya..
"Ayo aku antar!" dave memegang tangan jeje dan membawanya menuju mobil..
Harusnya aku senang karna inilah yang ku tunggu tunggu, yaitu kembali kerumah papa. tapi kenapa aku merasa kecewa dan berat untuk pergi ninggalin pak dave?? batin jeje sembari memandang tangan dave yang menggenggam tangannya erat..
Jeje munutup matanya lalu melepaskan genggaman tangan dave dan berhenti melangkah, dengan lantang jeje mengatakan dan mata telah menatap jelas kearah dave "Aku nggak mau pulang!! aku akan tetap tinggal disini dan menjadi budakmu pak sebagai balas jasa karna bapak sudah membebaskanku dari almira!!"
Dave menoleh kebelakang..lalu memegang kembali tangan jeje lembut..
"Aku akan mengantarmu pulang dan aku akan menjemputmu dihari yang istimewa"
__ADS_1