AKU DIJUAL OLEH IBU TIRIKU DAN DIBELI OLEH SUAMIKU

AKU DIJUAL OLEH IBU TIRIKU DAN DIBELI OLEH SUAMIKU
Pria Misterius


__ADS_3

.....


Tok tok tok....


Masuk!!


"Pak ada yang ingin bertemu dengan bapak" Seru sekretaris dengan wajah gusar.


Belum sempat sang sekretaris mempersilahkan tamu itu untuk masuk lalu pria itu masuk tanpa permisi dengan wajah dingin. Dave menoleh dan heran melihat wajah pria yang belum dikenalnya itu.Wajah pria itu masih asing bagi dave.


"Kamu boleh keluar" Seru dave pada sekretrisnya.


Pria lancang berjas hitam dengan tubuh tinggi kekar wajah berparas seperti keturunan chinesse itu tampak melihat kesekitar ruangan.Tanpa sepatah kata dengan liar bola mata sipitnya terus menelusuri seisi ruangan dave. dengan masih berdiri tegak kemudian berjalan mendekat kemeja dave sembari matanya tak lepas menelusuri tiap sudut ruangan.


Siapa dia??


Dave hanya memandangi pria itu sembari mengingat ingat siapakah pria yang tak memiliki janji pertemuan dengannya itu. Wajah dingin pria itu menunjukkan bahwa pria itu telah mengenal dave sebelumnya.


"Silahkan duduk" ucap dave sopan mempersilahkan duduk disofa.


Tanpa menjawab pria berjas seperti seorang bos itu duduk diujung sofa hingga berhadapan dengan dave yang juga duduk berada diujung sofa bagian lain. mata sipit pria itu kini tajam dan tegas menatap dave. Tapi Dave pun membalas tatapan itu dengan senyuman manis.


"Maaf jika saya melupakan sesuatu, apakah sebelumnya kita telah saling mengenal?" Ucap dave santai dengan wibawanya.


Lagi lagi pria itu hanya diam dengan tatapan tajamnya, bisa dipastikan pria itu sedang menahan rasa kesal.Parasnya yang tampan tidak bisa menutupi rasa kesalnya.


"Perkenalkan saya dave" Seru dave sembari membungkukkan tubuhnya dan sedikit maju lalu mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan pria itu sopan.


Namun bukannya membalas dan berjabat tangan, pria itu tak memperdulikan uluran tangan dave malah membuang muka kearah samping kanan sembari memperhatikan kuku kuku jari tangan kanannya.


Sial...


"Mungkin sebelumnya kita pernah berkenalan disuatu tempat atau pun bisnis tapi maaf karna terlalu sibuk dengan pekerjaan saya, mungkin saya melupakan anda. Tolong ingatkan saya" Seru dave lagi sopan dengan senyumnya ramah tamah.


Kenapa dia berlagak begitu angkuh bahkan diruanganku sendiri. Disini aku tuan rumahnya, kenapa jadi aku yang seolah membujuknya bicara?

__ADS_1


Dave pun menurunkan tangannya dan kembali duduk lalu mengaitkan jari jarinya saling menggenggam bertumpu dipahanya sendiri. Lalu menggesek gesek kan kedua jempolnya sendiri sembari berfikir.


Pria aneh ini bisu atau .......


Dave mengingat sesuatu difikirannya. Matanya membulat besar melotot begitu saja saat sadar siapa yang ada dihadapannya sekarang.Wajah ramah tamah dave seketika berubah menjadi dingin seperti es.


"Angin apa yang membawa anda kesini??" Seru dave tegas.


Lagi lagi pria itu tak memperdulikan ucapan dave.Kini pria itu menggerakkan kakinya lalu menaikan kedua kakinya diatas meja sofa, kaki kiri menimpa kaki kanannya. Menyandarkan diri dan kepala disofa sembari masih memperhatikan kuku kuku jari tangannya dengan wajah sombong.


Dasar pria sombong, tidak punya sopan santun. Katanya anak pengusaha terkaya nomor 1 di negeri ini tapi tingkahnya seperti preman pasar dijalanan saja..ciihhhh beginikah adab yang diajarkan keluargamu saat datang bertamu dikantor orang?


"Hari ini saya sangat sibuk, saya tidak punya waktu banyak untuk mengobrol dengan anda.jika ada yang ingin disampaikan, cepatlah katakan!!" tegas dave mengernyitkan alisnya.


"Sudah ingat dengan saya??" Ucap pria sinis


"Saya rasa kita tidak saling mengenal dan tidak perlu saling berkenalan dimasa sekarang atau pun dimasa mendatang" Ketus dave.


"Ternyata anda begitu sombong ya, Pantas saja. Cihhhh!!" pria itu berdecih sepele.


"Anda punya waktu 5 menit!!"


"Siapa yang anda maksud?"


"Pergi dan tidak pulang, apakah anda benar benar menculiknya dari saya dan mengurungnya ditempat tersembunyi?"


Kini dave dan pria itu saling menatap sinis satu sama lain.


"Saya tidak pernah memikirkannya lagi, untuk apa menculiknya dari anda. Sampah lebih pantas dibuang pada tempatnya."


Meskipun aku sangat senang atas kehadirannya.


"Mungkin anda berniat mendaur ulang sampah, atau anda ingin memungut kembali sampah dan menyimpannya di suatu tempat untuk anda jadikan patung pajangan sebagai koleksi pribadi anda" Seru pria itu dengan wajah sombong.


"Sampah tetaplah sampah!! Aku membuang sampah ketempat sampah untuk membiarkan sampah itu diambil oleh pemulung untuk digunakan atas keperluannya." Seru dave dengan wajah tak kalah angkuh.

__ADS_1


Dan Kau lah Pemulungnya!!


"Bahkan pemulung akan lebih bahagia mendapatkan sampah sepertinya. Bagi anda dia sampah, tapi bagi pemulung seperti saya sampah itu sangat berarti.


Mungkin anda yang tak mampu merawat barang yang anda sayangi sehingga menjadi sebuah sampah yang terbuang" Sahut pria itu dengan senyum liciknya.


Ternyata anda sadar maksud dari perkataan ku.


"Terserah apa kata anda, saya sungguh tidak peduli dan benar benar tidak ingin berurusan dengannya ataupun anda!"


"Sungguh seperti itukah? bukannya diam diam anda bertemu dengannya dan merayunya? Sungguh memalukan, Apakah anda tidak takut nama anda tercemar jika tertangkap kamera dengannya oleh wartawan.mereka akan menjadikan berita utama dinegri ini. Sungguh anda tak pandai menjaga nama baik dan kehormatan anda sendiri!!"


"Tidak akan ada berita, karna memang tidak akan ada pertemuan antara saya dan dia."Tegas dave.


Dave berdiri dan melihat jam ditangannya, waktu menunjukkan jam makan siang hampir habis.


"Baiklah, saya masih banyak urusan jika tidak ada kepentingan lain anda bisa keluar dari kantor saya. Silahkan lewat sana" Seru dave sembari menunjukkan arah pintu keluar. Secara tidak langsung dave mengusir pria itu dengan halus.


"Apakah anda sebegitu tidak mampu nya menemukan wanita lain hingga menculik wanita saya? Mudah bagi anda membawa wanita saya kesebuah kota kecil ataupun negara kecil bahkan pulau terpencil.Tapi menurut saya anda tidak memiliki harga diri jika melakukan hal memalukan seperti itu" Seru pria itu lagi yang semakin membuat dave merasa jengkel.


"Apakah anda yakin saya yang menculiknya?? Atau wanita anda sedang bersenang senang dengan pria lain disebuah tempat?" Senyum licik dave mengembang sepele.


Pria itu berdiri "Katakan dimana dia sekarang?!!" Bentak pria itu pada dave.


Benar benar pria gila


"Apakah kurang jelas? saya katakan saya tidak tahu dimana wanita anda berada dan saya tidak mau tahu dimana wanita anda berada sekarang!" Tegas dave yang sudah mulai emosi.


Sepertinya pria itu mulai memanas, kedua Tangannya terkepal sembari menahan amarahnya. Diam diam memalingkan wajahnya sembari menghembuskan nafas kasar.


"Ruangan anda sepertinya sangat panas, anda perlu membeli beberapa AC baru. Saya merasa gerah lama lama disini" seru pria itu yng sedikit menahan amarah.


"Terimakasih atas saran anda, mungkin tubuh anda yang perlu bermandikan air dingin. Apakah saya perlu menyiram anda dengan air dingin?' Seru dave kembali santai.


Aku harap handa tidak ingin, jika ia maka itu akan merepotkan.

__ADS_1


"KAU!!!!" Teriak pria itu, tangan kanannya sudah berayun keatas seraya akan menampar dave. Namun dave seolah tak mengelak dan hanya tersenyum licik, lalu pria itu pun menurunkan tangannya lagi sambil berdecak kesal sebelum tangannya sampai dipipi wajah dave.


Pria itu pun pergi dengan kesal lalu membanting pintu kuat. "Saya pastikan anda tidak akan mendapat ampun setelah saya menemukannya atas penculikkan yang anda buat!!" ucapan terakhir pria itu.


__ADS_2