
"Na...na..na...na...na...na...hemmm...hemmm..hmmm..hmmmm" Dave bersenandung seraya bernyanyi lagu favoritnya..Dave bersiap siap dan merapikan rambutnya dicermin, wajahnya tersenyum ceria dan bersinar secerah mentari pagi...yaa kebutuhan nya telah ia selesaikan ..meskipun pelepasannya hanya dengan senam lima jari, namun mampu membuat mood dave yang buruk berubah menjadi lebih baik lagi..
Setelah menyisir rambutnya dave pun segera mengetuk pintu Jeje "Je, aku tunggu diruang utama ya..buruan " teriak dave..
Didalam kamar Jeje mendengar ,dan terburu buru menaikan dress nya yang baru sebatas pinggang ia pakai..Jeje ketakutan kalau kalau dave tiba tiba masuk dan melihatnya masih memaki dress setengah badan, pasti dave langsung bernafsu dan akan segera melahapnya jika melihat 2 gunung kembar Jeje ..
aduh kelamaan dikamar mandi jadi dia duluan kan yang siap..batin Jeje .
Tak lama kemudian Jeje pun turun memakai baju kemeja berwarna pink muda yang dimasukkan kedalam rok hitam yang sedikit mengembang..ia memakai rok nya sebatas pinggang..dan panjang rok di atas lutut...Kemarin erick sudah membawakan beberapa pakaian untuk Jeje yang diperintahkan oleh dave..
Kakinya memakai sepatu kets berwarna putih bergaris hitam..kemudian melangkahkan kaki nya menuju ruang utama..
Dave memandang ke arah lutut kaki Jeje yang masih menyisakan bekas luka yang sudah membaik.."ini semua salahku, akibat perbuatanku lututnya memiliki bekas luka..benar benar mengganggu pemandangan ku saja" batin dave yang merasa menyesal atas sikap nya kemarin diparkiran club.
Lalu dave pun mengajak Jeje masuk ke mobil yang telah disiapkan supir cadangannya itu..
"Loh erick kemana?" ucap Jeje bertanya..
"Dia dikantor menghandle semua pekerjaan..kenapa menanyakan erick??
"Oohh...ee...eee...kata bapak kan dia asisten sekaligus supir pribadi bapak..makannya aku bertanya" jawab Jeje gugup yang takut jika dave akan marah.
"Kirain kenapa..Jangan hiraukan dia..biarkan si jomblo itu sibuk dengan pekerjaannya" tegas dave yang tak ingin membahas erick.
"Emang kita mau kemana pak??" tanya Jeje lagi..
"nanti kamu akan tau sendiri" jawab dave santai..
Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai disebuah parkiran mall yang bangunannya begitu megah dan tinggi...
sudah dipastikan mall ini adalah mall terbesar dikota ini dengan brand brand terkenal dengan kwalitas nomor satu..
Mereka berjalan menuju lift dengan dave menggandeng pinggang Jeje ..
Jeje membiarkannya , Jeje tau mereka akan ketempat umum. sudah seharusnya dia berperan sebagai pacar sementara dave dihadapan semua orang didalam mall ini..
__ADS_1
"kita mau ngapain kesini pak??"
"sudah ikut saja" perintah dave..
Lalu mereka pun masuk kesebuah butik gaun buatan desainer yang biasa mendesain gaun gaun artis terkenal...
Beberapa pelayan pun menyambut mereka dengan ramah tamah..
"Ada yang bisa kami bantu tuan nona??"
"Pilih kan beberapa gaun yang paling cantik dan mahal untuknya..aku ingin melihatnya" jawab dave pada pelayan..
"Baik mari ikut kami"
Pelayan mengajak Jeje untuk melihat koleksi butik mereka..namun jeje tak berselera karna semua gaun yang dipilihkan merupakan gaun gaun sexy yang menampakkan belahan dada seperti yang biasa dipakai artis artis.
Sementara Dave menunggu disofa sambil membaca majalah ,
"Sudah?" tanya dave pada pelayan
"gimana mungkin? ini butik langganan laura..biasanya laura akan memborong semua yang ada dibutik ini kalau sedang shopping disini..harusnya jeje juga donk, dia kan juga wanita...pasti akan kalap jika melihat gaun gaun indah disini" batin dave terheran..
Sementara jeje masih melihat lihat namun hanya menggelengkan kepalanya saat pelayan menunjukkan satu persatu gaun koleksi dibutik mereka..
"Sayang bawalah beberapa gaun keruang ganti, coba lah dulu maka aku akan melihat mana yang cocok buat kamu" Ucap dave lembut kepada jeje sekaligus menganggukan kepalanya agar yang diajak bicara menurut..tangannya turut memegang pundak Jeje.
Akhirnya jeje pun mengambil beberapa gaun secara asal asalan..lalu segera mencoba nya diruang ganti..Dave menunggu didepan ruang ganti dan duduk dikursi yang disediakan pelayan..
Kaget bercampur kesal jeje setelah memakai gaun yang ia pilih sendiri secara asal..bagaimana tidak? Gaun bertali satu itu terlalu menampakkan belahan dadanya, Dan hanya menutupi sedikit area dada saja. sementara diluar ada pria tampan yang sedang menunggu jeje menunjukkan gaun yang dicoba nya...
Tak sabar dave pun mengetuk pintu "Je udah belum? coba sini aku lihat" seru dave
Ragu ragu jeje membuka pintu, kemudian menyilangkan tangannya didada nya...
"Singkirkan tangan mu" seru dave..
__ADS_1
Namun jeje hanya menggeleng kan kepalanya..Dave yang tau arti dari gerakan kepala jeje pun kembali menyuruh jeje mencoba gaun lainnya..
Jeje pun masuk keruang ganti lagi..
Gaun kedua ketiga keempat dan kelima pun tetap sama dengan gaun yang pertama, jeje pun hanya menggelengkan kepalanya saat menunjukan kepada dave..
Sekarang giliran gaun ke 6, jeje sudah lelah dan lemas bergonta ganti pakaian dikarenakan jeje yang belum sarapan tadi pagi karna tak sempat sarapan keburu dave bertamu dikamarnya..tubuh nya sedikit bergetar..namun tetap menunjukkan kepada dave gaun yang dipakainya masih sama terlihat sexy, transparan dibagian punggung hingga ke pinggang..sementara bagian depan tetap menampakan belahan dada...
"Sayang singkirkan tangan mu, kalo kamu begitu terus gimana aku bisa mastiin gaun ini cocok atau tidak untukmu" seru dave pada jeje yang lagi lagi menyilangkan kedua tangannya didada nya sendiri..
Dikarenakan sudah terlalu letih akhirnya jeje pun menjatuh kan tangan nya kebawah, hingga terlihat jelas dimata dave dua gunung kembar milik jeje yang setengah terbuka itu...
Gleeeekkkkk
Dave menelan salivanya..Muncul setitik titik keringat didahinya..
"Ohhhh shittttttt!!! pemandangan indah seperti apa ini??? " batin dave berkata diikuti si boy yang sudah ingin bangun namun dave menahannya lalu mengalihkan pandangannya kearah pelayan karna dave tak ingin terlalu lama memandangi Jeje dengan dada terbuka nya, karna akan menimbulkan rangsangan panas ditubuhnya juga si boy..
"Maaf sepertinya dia tidak cocok dengan pakaian disini jadi kami tidak akan membeli gaun disini" ucap dave pada pelayan..
lalu Jeje masuk dan berganti ke pakaian awalnya..
"Pak, jika tidak ada yang cocok gimana kalau kami buatkan gaun sesuai selera nya ..Desainer kami akan mendesain sesuai selera nona" tawar pelayan pada dave..
Dave berfikir sejenak..Lalu dave pun meng iyakan tawaran pelayan itu..Tapi sepertinya Jeje tak memiliki selera ataupun imajinasi gaun yang disukainya..akhirnya pelayan menunjukkan cover beberapa contoh hasil rancangan desainer mereka kepada Jeje dan dave...Aneh nya mereka memilih gaun yang sama...gaun putih sedikit berlengan yang di area dada berbentuk V namun sepertinya tak terlalu menampakan belahan dada saat dipakai..
Jeje memilih itu karna gaun nya memiliki detail yang bagus, gaun biasa tapi terlihat mewah oleh detailnya..
sementara dave memilih gaun itu karna panjangnya sampai menutup kaki yang otomatis akan menutupi lutut Jeje yang membekas luka..
"Aku mau dalam 2 hari gaunnya siap..kami akan pergi ke pesta 2hari lagi.." tegas dave pada pelayan..
"Baik pak, kami akan menyiapkan nya dengan cepat".
"Lebih cepat lebih baik " seru dave, lalu mereka pun berlalu meninggalkan butik terkenal itu..
__ADS_1