AKU DIJUAL OLEH IBU TIRIKU DAN DIBELI OLEH SUAMIKU

AKU DIJUAL OLEH IBU TIRIKU DAN DIBELI OLEH SUAMIKU
Memberi Hadiah


__ADS_3

.....


"Nona, pak dave sudah tiba. beliau menunggu nona diruang utama" Ucap bi imah sopan.


"Ahh benarkah? Ya bi jeje segera menemuinya"


Apa yang harus aku lakukan?


Kaki jeje melangkah hati hati saat akan masuk keruang utama.tak bisa dipungkiri jeje yang cemas gugup dan salah tingkah saat akan berhadapan dengan calon suaminya itu.


Jeje mengeryitkan matanya saat menatap dave yang duduk disofa, terlihat keren dimata jeje.


Glekkk... Aaa kenapa jadi gugup gini sih??


Tangan jeje bergetar, jantungnya berdegup kencang tak karuan.


"Bapak udah pulang ya? " Tanya jeje begitu saja karna bingung harus mengucapkan kata apa lagi.


"Kamu liat aku disini kan? seru dave.


"Iya pak"


"Itu artinya aku udah pulang, kenapa kamu nanya lagi?" Seru dave lagi.


Aduh bodoh banget sih je..Jeje memukul pelan dahinya. "maaf pak"


"Duduk!!"


"Haaa??" Jeje bingung.


"Duduk!!" perintah dave.


Jeje pun langsung terduduk dilantai telat ia berdiri, jarinya gemetaran mendengar dave yang sedikit menyeru.


"siapa yang suruh kamu duduk dilantai??" Seru dave dengan mata menajam.


"Ja..jadi ..."


"Sini !!!" Seru dave sembari menepuk nepuk sofa disampingnya.


Apa? dia mau aku duduk disampingnya?? Habislah aku, ya tuhan apa salahku??


Jeje pun duduk disamping dave dengan tangan gemetar dan wajah cemas.


"Sudah baca ?" seru dave bertanya soal surat yang ia kirimkan.


"Su..sudah pak!" sahut jeje lembut.


"Serius ?" Raut wajah dave tak percaya.


"ii...iya pak."


"Oke, buktiin!!"

__ADS_1


"Bukti apa pak?"


"Peraturan I point 1" Seru dave sembari menatap tajam.


Jeje berfikir keras, masih didalam ingatannya isi surat yang membuatnya kesal saat membacanya beberapa jam yang lalu.


"Mencium tangan dan kening suami disaat suami akan berangkat kekantor kemudian menyambut dan mencium kembali suami saat suami pulang dari kantor.


Itu isinya pak?" seru jeje mengingat isi surat.


"Bagus, lalu jika melupakan?"


"jika istri melupakannya ataupun terlambat menyambut suami saat pulang dari kantor maka istri harus dihukum.!" jawab jeje tegas.


Aduh ngapain diingetin sih je, ****** deh kamu bakalan dihukum.


"Hukumannya?" Ucap dave dengan senyum menggoda.


"Hukuman bagi istri adalah Hukuman berhubungan suami istri diatas ranjang." Sahut jeje yang kemudian menutupi bibirnya dengan jarinya.


Ooopppss..jangan sampai jangan jangan jangan..


"Lalu?"


"Ta..tapi kan itu peraturan saat jeje udah jadi istri. sekarang kan bapak belum sah jadi suami jeje." seru jeje memberanikan diri, padahal dihatinya sangat ketakutan dengan ucapannya.


"Udah aku katakan kamu harus menpelajarinya mulai hari ini. kamu lupa??


karna kamu melupakannya maka aku akan menghukummu!!"


"Tapi..tapi...makin banyak saja ya tapi tapi an mu?? oke baiklah kali ini aku memaafkan mu. mulai besok kamu harus mempelajarinya!!" tegas dave yang tak bisa ditawar lagi.


"Tapi pak?"


"Tidak ada tapi tapi an lagi!!! Bentak dave.


jeje pun terdiam dan tertunduk dengan wajah pucat dan gemetar setalah dave membentak dengan raut wajah sedikit marah. beberapa detik kemudian wajah dave berubah datar.


"Ambil!"


"Aa..ambil??"


Dave melirikkkan matanya ke arah paperbag dimeja. jeje pun mengambilnya lalu memberikan paperbag itu kepada dave.


"Buka!"


Jeje mengangguk lalu membuka isinya.


Perlahan dengan hati hati jeje membuka kotak berisi ponsel itu, jeje pun terkejut saat membuka beberapa aksesoris ponsel dengan warna merah muda seperti warna kesukaannya.


Ini gak salah? pak dave beli ponsel dengan warna ke cewe cewe an gini?


"Kamu suka?"

__ADS_1


"Haa? maa..maksudnya pak?"


"Kamu suka gak sama ponselnya, kalo gak suka yaudah aku kasih ke bi imah aja" Ucap dave lalu merebut ponsel dari tangan jeje.


"Ee...ehh..Suu..suka pak suka kok. jadi ini buat jeje ?" Seru jeje yang langsung merebut kembali ponsel tersebut.jeje sudah kegirangan, Akhirnya aku bisa menghubungi alexa.


Dave melihat wajah jeje yang girang seraya tersenyum manis sembari memegangi ponsel yang baru saja ia beri. bahkan hanya dengan sebuah handphone kamu bisa sebahagia itu je..


"Terus?" Mata dave melirik penuh arti.


"Terimakasih atas kebaikan bapak karna telah memberi jeje sebuah ponsel, jeje berjanji akan merawatnya dengan baik. sekali lagi jeje ucapkan beribu terimakasih pak" ucap jeje penuh semangat dan kemudian mencium tangan dave.


"Lalu?"


Jeje semakin bingung dengan isyarat dave, jeje sedikit berfikir negatif akan kemauan dave yang ujung ujungnya pasti minta sesuatu yang pastinya menguntungkan dave tapi merugikan jeje. jeje sudah bisa menebak apa kemauan dave namun jeje pura pura tidak tahu dan tak menghiraukannya.


"Begini caramu berterima kasih padaku? Aku sudah memaafkanmu bahkan aku menghadiahimu sebuah ponsel"


Jeje pura pura bingung dengan ucapan dave, "ii..iya pak"


Dave meraih ponsel dari tangan jeje, kemudian dave berdiri "kalau begitu lebih baik aku kasih ke bi imah aja deh, bi imah juga bisa bilang makasih begitu" dave bergerak akan pergi namun dihadang oleh jeje.


jeje berdiri dihadapan dave, kedua tangannya ia buka lebar seraya menghadang dave.


"Ett tunggu pak, jeje janji akan berterima kasih dengan lebih baik lagi" Seru jeje seraya menghadang.


Dave melangkahkan kakinya satu langkah kedepan mendekati jeje.jeje yang masih dengan posisi merentangkan kedua tangannya ikut melangkahkan satu langkah kakinya mundur kebelakang.jeje sudah salah langkah, gak seharusnya jeje menghadang langkah kaki dave.


Aaa jangan mendekat pak.


Senyum licik diwajah dave mengembang begitu saja. tangannya meraih tangan jeje lalu menarik tubuh jeje dan menjatuhkan jeje kedalam pelukkannya.


"Menjauh bukan jalan pintas yang tepat!!" bisik dave ketelinga jeje dan nafasnya terasa hangat sehingga membuat bulu tengkuk jeje berdiri geli.


Jeje hanya meringis didalam pelukkan dave.


perlahan tangan jeje turun dan menyentuh pundak dave.


Dave yang tak sadar telah memeluk jeje dengan sangat erat seraya melampiaskan kerinduannya telah membuat sang pemilik tubuh sesak nafas.


"Pppp...pakk jeje" belum sempat jeje mengutarakan rasa sesaknya.


"Diamlah!! aku hanya ingin memelukmu, jangan bawel atau aku akan melahapmu!!"


Deg..deg...deg...deg..


Jantung dave dan jeje saling berdegup kencang seolang saling bersahutan.Mereka berdua pun bisa merasakan degupan jantung masing masing.


Seolah terbuai dengan suasana dave terus mendekap jeje dengan erat, matanya terlejam tangannya mengelus elus pundak jeje lembut.


Namun yang berada didalam pelukannya bukannya meras nyaman malah semakin merasa sesak.


jeje berusaha menahan rasa sesaknya namun seolah diujung tanduk akhirnya jeje meluapkan rasa sesaknya.

__ADS_1


Uhukkk uhukkkl uhukkkk... jeje terbatuk dan membuyarkan angan angan dave dengan mata terpejam, dave melepaskan pelukkannya karna panik melihat jeje memegangi dadanya namun sedikit kesal dengan suara batuk jeje yang membuatnya tersadar dari khayalannya.


__ADS_2