
4 jam kemudian dirumah sakit....
Almira masih pingsan, namun sedikit mulai tersadar. matanya sedikit terbuka, rasa nyeri disekujur tubuh almira membuatnya meringis kesakitan. almira berusaha bangkit namun tenaganya tak mampu membangkitkan tubuhnya sendiri.
Perawat rumah sakit yang sigap pun memanggil dokter setelah mengetahui almira sudah sadarkan diri, kemudian dokter pun memeriksa almira kembali.
"Maaf ibu jangan banyak bergerak dulu, beristirahatlah" Ucap dokter kepada almira yang masih merintih kesakitan sambil berusaha bangkit dari tidurnya.
"Dokter dimana suami saya dok? perut saya sakit dokter hiksss hiksss, bayi saya tidak apa apa kan dok??"
"Sabar bu, tenangkanlah diri anda dahulu saya akan memeriksa perut anda"
"Saya ingin bertemu suami saya dokter, dimana suami saya aawww" Almira kekeh ingin bangkit untuk segera menemui suaminya.
"Kami telah menangani suami anda, tenangkan diri anda hingga pulih. setelah itu baru anda bisa menemui suami anda"
"Saya gak bisa tenang sebelum bertemu suami saya, suami saya baik baik aja kan dok ,"
Dokter hanya diam sembari memeriksa perut almira.
"Jawab dok!! suami saya baik baik aja kan??"
"Tim Kami akan berusaha semaksimal mungkin, insyaallah suami anda bisa melewati masa kritisnya." Sahut dokter dengan wajah iba pada almira.
"Dokter kandungan saya, anak saya baik baik aja kan dok? Jawab dok?" Almira terus berteriak dan menangis, akhirnya dengan rasa penyesalan dokter menyampaikan meskipun dengan berat hati.
"Maaf, anda harus kehilangan anak dalam kandungan anda. akibat benturan diperut anda mengakibatkan anda keguguran. Sehingga anda harus melakukan kuret agar tidak membahayakan rahim anda nantinya"
Dokter menyampaikan dengan nada iba.
"Gak dokter, gak mungkin!! Dokter bohong kan!! Dokter katakan yang sebenarnya dokter, Dokterrrrrrrrr!!!" Almira semakin berteriak dan menangis mendengar pernyataan dokter.
"Dokter jangan bicara sembarang!! Saya susah payah mendapatkan anak saya, saya menjaga anak saya dengan penuh kasih sayang. Dokter jangan sembarangan bicara!!" Almira histeris, para perawat pun berusaha menenangkannya.
__ADS_1
......
Meskipun sangat terpukul kini almira sudah bisa menerima kenyataan atas kehilangan bayi dalam kandungannya,
Sedangkan sang suami masih terbaring koma dengan alat bantu pernafasan.
Almira menangis memandangi sang suami yang sedang tak sadarkan diri dari balik pintu kaca, air matanya tak henti menetes hingga membuat mata almira sembab kemerahan.
"Cepatlah bangun sayang aku rindu padamu, aku rindu canda tawamu, aku rindu senyum mu, aku rindu pelukanmu. Hikss hikss.
Kamu harus bangun sayang, kita akan berusaha bersama untuk mendapatkan anak lagi, temani aku sayang hikss hikss." Almira tersedu sedu, pilu menyesakkan dadanya. Bagaikan mimpi buruk, kebahagiaan yang baru ia dapatkan begitu saja direnggut oleh takdir.
"Sayang kamu janji akan slalu menemani setiap langkah kaki dan nafasku, kamu janji akan menemani tidur dan mimpi indahku. Kamu janji akan slalu ada untuk ku, bangun lah sayang lihat aku disini menunggumu.
Bangunlah sayang, ayo kita pulang kerumah dan tidur hingga bangun bersama dirumah. Aku tidak suka tempat ini sayang, ayo cepat bangun hikss hikss hikss" Almira terus menangis menatap sang suami yang tak kunjung sadar dari komanya.
"Sayang, kita masih punya mimpi yang harus kita kejar yaitu memiliki anak. Bangunlah sayang, ayo kita wujudkan mimpi kita bersama. Buka matamu sayang, sadarlah aku merindukan segala tentangmu. Aku mohon bangun lah sayang!!! Hiks hiks..."
Almira terduduk dilantai, airmata mengalir dipipi nya hingga menetes dipakaiannya.
Apa salahku? Apa dosaku? Kenapa takdir begitu kejam padaku? Aku ingin bahagia seperti yang lain, merenggut bayi dalam kandunganku. Lalu membuat suamiku tak sadarkan diri, apakah semua ini pantas aku dapatkan?? Almira berkata dalam hati dengan tatapan kosong..
Seminggu berlalu lagi lagi almira menjalani harinya dengan air mata mana kala sang suami belum sadar juga dari komanya, almira terlihat frustasi dan lusuh. Hanya bisa memandangi sang suami dari balik pintu sembari menangisi takdir yang menimpa nya. Hanya beberapa menit almira diperbolehkan masuk menjenguk sang suami oleh dokter.
Pagi itu dokter membangunkan almira yang tertidur pulas dibangku tunggu akibat kelelahan, dokter segera memberitahu almira perihal sang suami.
"Dokter bagaimana keadaan suami saya, apakah sudah ada perubahan?
Dokter tolong selamatkan suami saya berapa pun biayanya saya akan menanggungnya!" Mohon almira pada dokter.
"Maaf kami telah berusaha semaksimal mungkin, tapi tuhan berkata lain. Anda harus ikhlas" Ucapan dokter mengguncang jiwa dan raga almira.
Seketika darah almira yang mengalir terasa berhenti dan jantungnya terasa berhenti berdetak, bibirnya tak mampu mengucapkan kata kata. Jemari almira bergetar hingga ke bibirnya.
__ADS_1
"Ma...maksud dokter??" Ucap almira bergetar sembari tersedu sesegukkan.
Dokter hanya menggelengkan kepalanya dengan wajah penyesalan.
"Nggak...nggak dok!! Dokter pasti bisa menyelamatkan suami saya, suami saya akan sadar dan bangun dari komanya kan?" Ucap almira melemah dengan suara serak.
"Tim kami akan mengurus jenazahnya ...." Dokter belum selesai berkata lalu almira jatuh tergeletak dilantai dan pingsan.
Perawat pun membawanya keruang rawat, sementara jenazah sang suami telah diurus dan akan segera diantar oleh ambulance kekediaman almira setelah almira sadar.
Beberapa menit kemudian almira sadar dari pingsan nya, "saya sedang mimpikan suster? saya tadi hanya tidur dan mimpi buruk kan sus?" Ucap almira diikuti air mata kecemasan dan ketakutan.
"Maaf, kami telah mengurus jenazah suami anda dan akan mengantarkannya"
Kata kata perawat kembali menghancurkan hati almira yang berharap semua adalah mimpi buruknya.
Almira seakan kehabisan tenaga sehingga harus dibopong oleh perawat untuk melihat sang suami.
..................
Sepulang dari pemakaman almira masih menangisi keadaan yang menimpa dirinya, almira begitu menyesal atas kejadian yang menyebabkan kecelakaan itu terjadi hingga merenggut nyawa sang suami beserta bayi dalam kandungannya.
Disudut kasur almira tak henti hentinya menangis menatap foto pernikahannya bersama suami, "Sayang, kamu tega ninggalin aku. kamu tega pergi tanpa pamit dan tak kan kembali, bahkan kamu pergi bersama bayi kita. kenapa kamu gak ajak aku juga sayang, aku gak sanggup lalui hari hari tanpa mu sayang hiks hiks"
Betapa tragisnya hidup dan pernikahan almira yang baru ia jalani 2 tahun lebih. ketika susah payah berusaha untuk mendapatkan seorang anak, setelah tercapai begitu saja kembali terenggut oleh takdir.
Bahkan bukan hanya kehilangan bayi dalam kanduunganya, tapi kehilangan sang suami juga. Terpukul, hancur, hingga frustasi.
"Sayang kamu sama papa disana baik baik ya nak, jangan nakal mama disini nunggu kamu sama papa jemput mama..hikss hikss.."
Almira lagi lagi mengelus perutnya yang kini kembali rata pasca keguguran.
"Sayang kamu jaga anak kita baik baik disurga ya, jangan lupa jemput aku disini agar kita bisa bahagia bersama disana..hikss hikss.."
__ADS_1
Setelah beberapa jam meratap, akhirnya almira pun tertidur dengan memeluk foto pernikahannya bersama sang suami...