AKU DIJUAL OLEH IBU TIRIKU DAN DIBELI OLEH SUAMIKU

AKU DIJUAL OLEH IBU TIRIKU DAN DIBELI OLEH SUAMIKU
Jeje Lemot


__ADS_3

Glekkkk....


Mata jeje tertuju pada dua kaki yang berpijak tegas diatas lantai dengan sepatu yang mengkilap..perlahan tatapan jeje naik, kedua tangan nya berada dipinggang seperti seorang mandor, dan lalu jeje menaikan pandangannya lagi hingg menatap wajah sang pemilik kaki bersepatu mengkilap..


"Pak dave??"


"Kamu terlambat!!!" tegas dave dengan wajah seakan ingin marah..


Matilah aku!!


"Bu..bukannya pak dave baru tiba lima menit lagi??" jeje gugup...


"Jadi menurut kamu aku terlalu cepat kembali??"


"Bu..bukan begitu maksud jeje pak, tapi bi..bi imahh..." kenapa aku jadi gugup??


"Jadi menurut kamu bi imah yang terlambat memberitahumu??"


Ahh mungkin aku yang terlalu lama berdandan untuk menyambut pak dave.


"Ma..maafin jeje pak, jeje yang terlalu lama bergegas padahal bi imah udah sedari tadi memberitahu bapak" jeje mengalah dan tak ingin berdebat dengan dave..


Ahh ternyata kamu gampang dijahilin, aku sengaja baru memberitahu bi imah saat aku sudah berada digerbang utama dan otomatis bi imah akan memberitahu bahwa aku baru akan tiba 10 menit lagi padahal aku sudah berada digerbang utama..haha rencana ku berhasil... batin dave terkekeh..


"Bagus kalau kamu mengakui keterlambatanmu hari ini, dengan ini hukumanmu akan semakin bertambah!!" dave menatap tajam..


Jeje hanya menundukkan kepalanya..


"Ikut aku!" perintah dave..


"Ke..kemana pak??"


Tanpa menjawab dave menarik tangan jeje dan membawa jeje menaiki anak tangga..


Langkah kaki dave yang santai terlalu cepat hingga membuat jeje berlari kecil menaiki anak tangganya..ya dave yang tinggi semampai akan memiliki langkah kaki yang lebih panjang dibanding jeje yang bertubuh mungil dan memiliki langkah kaki yang kecil..


"Pak alexa sedang mandi, jeje nggak mau alexa berfikir yang macam macam kalau melihat bapak ada didalam kamar kami" Jeje melepaskan tangan dave tepat didepan pintu kamar miliknya dan alexa..


Jeje fikir dave akan membawanya kembali kekamar miliknya, namun ternyata salah. justru dave ingin membawa jeje kekamar milik dave..


"Siapa yang bilang aku mau masuk kamar kamu??" dave menekan kening jeje dengan jari telunjuknya..


"Bu..bukannya??"... dave kembali menarik tangan jeje lalu membawa jeje masuk kekamar miliknya..


Ehhh..ehh..kenapa aku dibawa kesini??


"Pppp...pak" belum sempat jeje mengatakan sesuatu, dave terlebih dahulu memerintah nya "Duduk!!"


Lirikan mata dave yang tajam serta bahasa tubuh dave yang terbaca seperti sedang melirik musuh bebuyutan membuat jeje terdiam dan kikuk..


Kenapa pak dave tiba tiba seperti singa yang lapar dan ingin memakan daging??

__ADS_1


Jeje yang duduk menundukkan kepalanya namun tetap curi curi pandang kearah dave yang tengah melepaskan jas dari tubuhnya hingga melegakan lehernya dengan melepaskan dasi dikemejanya..


Glekkk.. jeje menelan salivanya sendiri..


Kemudian dave duduk disofa sisi sudut samping kiri jeje, menggoyangkan kepalanya kekanan dan kekiri untuk meregangkan otot dilehernya..


Dave menyandarkan kepalanya disofa tersebut dan membuka lebar kakinya dengan lurus.. "Ahhhhh" dave tengah melegakan dirinya yang terlihat amat lelah dengan mata terpejam..


Apakah dia benar benar kelelahan? batin jeje


Kemudian Dave mengangkat kedua kakinya keatas meja dan berkata "Buka!!" perintah dave dengan mata terpejam..


Haah??? jeje tanda tanya sendiri apakah dave memerintahnya.


"Apa kamu nggak dengar??" kembali dave dengan mata terpejam namun dengan kaki bergoyang goyang..


Apa pak dave menyuruhku untuk membuka sepatunya?? dia sedang tidur atau??


"Katakan aku harus menghukummu dengan cara apa!!" dave masih dengan mata terpejam..


"Pak dave bicara sama jeje??" takut takut jeje bertanya meski tak yakin..


Sontak dave pun membuka matanya..dan menoleh kearah jeje.


"Kamu fikir aku bicara sama cicak didinding?? bahkan cicak pun nggak berani masuk kehalaman rumahku apalagi kedalam kamar ku!!" dave kesal..


"Ahha..iyah..jeje fikir bapak sedang ti.."


Apa itu lemot?? bukannya dia bicara dengan memejamkan mata layaknya orang yang sedang tidur?? selalu aku yang salah!! jeje kesal dihatinya..


"Dikamusku tidak ada kata Wanita selalu benar dan pria selalu salah!!" Ucapan dave seolah dave mendengar kata hati jeje..


"Peraturannya adalah Aku selalu benar dan kamu selalu salah. kalaupun aku salah, yang wajib disalahin itu kamu!!" imbuh dave dengan tatapan mengintimidasi..


Ya..ya..ya..ya..!!!!! jeje menghela nafas...


"Tunggu apa lagi?? ayo!!" dave kembali membuat jeje terkejut dan sedikit takut dengan tatapannya..


Takut takut jeje membuka sepatu mengkilap milik dave, lalu meletakkannya pada tempatnya..


"Apa kamu mendengar sesuatu??" dave bertanya pada jeje..


Jeje mencoba mendengar sesuatu namun tak mendengar apa apa..lalu jeje pun menggelengkan kepalanya..


"Kamu nggak dengar suara dari kaki ku??" dave kembali bertanya..


"Jeje nggak dengar apa apa pak" wajah jeje terlihat pasrah..karna jeje benar benar tak mendengar apa pun dari kaki dave..


Jangan bilang aku lemot lagi!!!


"Coba letakkan telinga kamu dikakiku!!"

__ADS_1


Jeje pun menuruti perintah dave.


Jeje memiringkan kepalanya lalu menempelkan telinganya pada kaki dave, tepatnya dibawah lutut dave..


Saat telinga jeje menempel pada kaki dave, dave pun berkata "Aku ingin dipijat"...


Jeje terperangah..


"Dia bilang apa??" dave mulai lagi..


"Dii...dia??"


"Iya dia! kaki ku! kamu mendengarnya kan barusan? kaki ku bilang apa??"


"Aku ingin dipijat" jeje menirukan suara kaki milik dave yang diucapkan dave..


"Lalu??" lirikkan maut dave membuat jeje mau tak mau menurutinya..


"Baik pak!!"


"Bagus! aku menyatakan lemot kamu berkurang sedikit, ya! hanya sedikit" Ucap dave dan lalu bersiap untuk dipijat oleh jeje kakinya..


Tentu saja tak segampang yang dave perintahkan..


Jeje lagi lagi gemetar saat akan menyentuh bagian tubuh milik dave, meskipun sebatas kaki.


Tiba tiba tangan jeje menjadi dingin..dan dahi jeje berkeringat dengan beberapa titik diwajah pun ikut berkeringat..


Apakah aku harus beralih profesi jadi tukang pijat sekarang?? batin jeje..


Dave membuka satu matanya sedikut untuk mengintip ekspresi jeje yang tengah memijat kakinya..Dave pun tersenyum dan berkata dalam hati..


Apakah kamu nervous sekarang?? hahh??


Dave kembali memejamkan matanya setelah mengintip jemari jeje yang gemetaran, meresapi sentuhan demi sentuhan pijatan yang dilakukan jeje membuat dave merasa nyaman..


"Apa kamu mau bertahan dibawah sana??" dave tak puas dengan pijatan jeje yang hanya naik turun dibatas mata kaki hingga ke lutut saja..


"Maaf pak jeje akan memijat tangan dan pundak bapak jika bapak mau" jeje bersiap untuk berada dibelakang dave..


"Siapa bilang aku mau dipijat tangan dan pundak??"


"Jjj...jadi??" jeje bingung..


"Hanya bagian kaki ku yang ingin dipijat"


"Jeje udah melakukan nya bahkan udah sepuluh menit"


"Kamu hanya memijat hingga batas lutut, apa kamu kira paha bukan bagian dari kaki ku??" dave tak terima..dan itu membuat jeje membulatkan bola matanya besar


"Pa...paha??"

__ADS_1


__ADS_2