
Setelah beberapa jam meratap, akhirnya almira pun tertidur dengan memeluk foto pernikahannya bersama sang suami...
Flashback off...
Almira menangis mengingat kejadian naas yang menimpa dirinya beberapa tahun yang lalu, almira pun masih ingat dengan jelas wajah gadis yang sedang teburu buru menyebrang pada saat itu hingga menyebabkan kecelakaan terjadi.
Selama beberap hari berada dirumah sakit sang wanita itu tak kunjung menjenguk dirinya walau hanya sekedar minta maaf.
Apakah gadis itu sadar bahwa dia penyebab kecelakaan itu terjadi? entah lah yang jelas almira begitu membenci gadis itu akhirnya.
Yang ia sesali, seandainya gadis itu tidak menyebrang sembarangan mungkin kecelakaan tidak mungkin terjadi.
Adanya garis zebra untuk penyebrang jalan, tapi mengapa gadis itu tidak menggunakannya. itu lah fikiran almira.
"Aku akan merenggut kebahagiaan orang yang telah menghancurkan kebahagiaanku bahkan merenggut nyawa suami dan anakku!!" Almira berkata sendiri sembari mengepalkan kedua tangannya.
"Sekarang kamu bisa bersenang senang, tapi lihat saja nanti. tidak akan ada orang yang bisa membantu dan melepaskan mu dari pembalasan ku!" almira berkata kata sendiri lagi dengan wajah marah.
Kemudian almira turun dari kasurnya, berjalan menuju kamar alexa. Almira membuka pintu kamar alexa yang ternyata tidak dikunci.
Ceklekkkk...
"Jika aku nggak bisa membalasmu, aku akan menjadikan adikmu sebagai alasan untuk membalasmu. jika aku kehilangan seorang suami dan kamu kehilangan papa mu itu tidak cukup bagi ku. Aku kehilangan anak ku, maka kamu harus kehilangan anak mu atau pun adikmu!!" Almira berkata dalam hati sembari memandangi alexa yang masih tertidur pulas.
Almira mengambil satu bantal dan mengangkat bantal tersebut lalu dengan hati hati mengarahkan bantal ke arah wajah alexa, sementara alexa masih tertidur pulas hingga tak menyadari sang ibu tiri yang sudah berada didalam kamarnya.
Entah apa yang akan dilakukan almira, semoga alexa baik baik saja.
Sementara dikediaman dave, dave baru selesai mandi dan terheran saat keluar dari kamar mandi ternyata jas dan pakain sudah terletak dikasur.
"Apakah jeje yang mempersiapkan nya? Jadi aku harus pake jas yang ini hari ini?" Dave tersenyum manis.
"Bagus juga selera kamu" Ucap dave memuji jeje yang entah sedang berada dimana.
Dave pun bersiap, setelah memakai pakainya dave merapikan rambutnya namun dave belum memakai dasi yang terletak dikasur.
Dave mengambilnya lalu membawanya, dave menuju ruang makan yang ternyata ada seorang bidadari yang sedang mempersiapkan sarapan dimeja makan yaitu jeje.
__ADS_1
"Hallo pak, good morning" Sapa jeje dengan senyuman manis.
Dave mengeryitkan alisnya.
Ada apa ini kenapa sikapnya tiba tiba jadi begini? apa dia sedang berusaha belajar menjadi istriku yang baik.? Ucap dave dalam hati.
"Morning, kenapa kamu yang siapin sarapan? mana bi imah?"
"Bi imah tadi jeje suruh beli sesuatu pak, jeje juga yang minta buat nyiapin sarapan untuk bapak" Senyum jeje mengembang.
"Beli apa?"
"Sesuatu kebutuhan bulanan jeje pak" jeje mulai membuang nafas kesal, akan ada drama pastinya nantinya jika tidak dijawab dengan benar. namun jeje sedikit malu untuk menjawab.
"Emangnya kamu butuh apa?" dave melirik kemudian duduk seakan menunggu jawaban dari jeje. namun yang ditanya tak kunjung menjawab.
"eee....ii...ituu pak..anu..."
"Eee iii uuu eee oooo anuuuu ituuu apa???" Dave semakin melotot.
"Jawab!!" suara dave mengeras hampir memenuhi ruangan.
"Siapa tamu kamu?!!!" Tanya dave dengan nada tegas mata melotot, "beraninya kamu mengundang tamu kerumahku tanpa meminta izin padaku, aku akan mengusirnya!!" Seru dave yang spontan bangkit dari kursinya segera keluar dari ruang makan guna mengusir tamu yang menurutnya ada diruang tamu utama.
"Eeh...ehh pak bapak mau kemana" teriak jeje yang refleks melihat dave seperti kebakaran jenggot.
"Berani sekali mengundang tamu ke istana ku tanpa meminta izin, lihat saja apa yang akan aku lakukan. baru sehari aku memberi handphone sudah berani mengundang tamu tanpa sepengetahuanku" Dave kesal dan berkata kata sendiri sembari berjalan menuju ruang tamu utama.
Sesampainya diruang tamu dave celingukkan mencari tamu itu namun tidak menemukan siapa pun.
"Apa mereka sudah pulang?"
Dave berlari kecil keteras depan rumah.
"Dimana tamu nona jeje? kalian kenapa tidak melapor pada saya kalau ada tamu dirumah saya?? kalian sudah lupa tugas kalian disini sebagai apa? pasti kalian tidurkan hingga tidak tahu ada tamu yang menemui nona jeje" Seru dave pada kedua penjaga rumah.
"Maaf tuan tapi dari tadi tidak ada yang bertamu, kami sigap dan tidak tidur dipagi hari begini" sahut salah satu penjaga berseragam kemeja hitam.
__ADS_1
Sementara jeje ngos ngosan mengejar dave dan mendapati dave tengah ngomel ngomel, jeje menggeleng gelengkan kepalanya.
Astaga apa dia benar benar tidak tahu maksud dari tamu bulanan itu apa.
"Pak tenang aku bisa jelasin"
"Apa yang kamu berikan pada kedua penjaga ini sehingga mereka mau menutup mulut?" Dave sinis.
Jeje nekat lalu menarik tangan dave lalu membawa dave masuk kedalam ruang tamu utama.
"Berani sekali kamu menarik ku, kamu mau aku hukum haa??" Dave berseru setengah berteriak.
"Ssssttttt....." Jeje menutup bibir dave menggunakan jari telunjuknya menyuruh dave diam dan berhenti bicara.
Dave semakin melotot, dave menarik pundak jeje lalu menjatuhkan jeje kesofa dan menindihnya.
"Kamu tau apa yang akan aku lakukan atas kesalahan mu pagi ini haa??" Seru dave sembari menahan kedua tangan jeje yang meronta.
"Salah jeje apa pak?"
"Mengundang tamu tanpa seizin ku, sudah aku bilang kamu wajib meminta izin dalam segala hal apa kamu lupa dan tak membaca suratnya haaaa??" Teriak dave pada jeje dengan wajah merah padam seakan sedang marah, namun jeje bukannya takut. jeje malah tertawa terbahak bahak.
"Haa..ha..ha..ha... hhhhh...hhh..." Jeje terbahak hingga perutnya terguncang.
"Kenapa kamu tertawa? kamu sudah siap aku hukum haa?!!!!" Dave semakin mengeratkan genggaman tangannya ke pergelangan tangan jeje.
"Haaa..ha...ha...ha...aww pak sakit pakk..ahahhahhaa...ha..ha..ha.." jeje ngos ngosan
Kenapa dia tertawa terbahak bahak?? emangnya ada yang lucu apa??
"DIAM!!!!!!!!" dave berteriak. kali ini dave serius.
"Kamu benar benar minta dihukum haaa??!!!!"
Jeje berusaha untuk tidak tertawa, namun masih terlihat jelas jeje menahan rasa geli dan masih sedikit tertawa kecil.
Dave terlihat bingung
__ADS_1
Kesambet setan apa sih kamu? aku sedang marah tapi kamu malah tertawa, selucu itukah kemarahan ku? membuat emosi saja!!!