
"Je buka je...si boy uda bangun ini" teriak dave menggedor pintu kamar mandi yang dikunci dari dalam oleh Jeje .
Jeje tak menjawab, menyandarkan tubuhnya dibalik pintu..nafasnya terengah engah...
"apa itu tadi yang nempel? kok keras banget...apa itu??? Jeje berkata dalam hati lalu "AaaaaaaaaaAaaa" jerit Jeje pelan sembari menggeleng gelengkan kepalanya cepat...
sementara orang yang dibalik pintu masih menggedor gedor pintu ingin dibukakan..
"Je kamu gak kasian sama si boy?? sakit je dia udah bangun lo please buka pintu gue mau masuk " teriak dave yang dicueki Jeje ..
"Ya tuhan tolong aku, aku belum siap.."
"JEJE....!!!!!! buka pintunya, atau enggak aku dobrak" teriak dave lebih kuat..
"Maaf pak, aku gak bisa..aku takut"
"Itu hukuman buat kamu karna kamu uda bohongi aku, aku tau kaki kamu udah gak sakit"seru dave masih menggebrak pintu..
"Maaf pak aku terpaksa "
"Kalo kamu gak buka pintunya aku akan mendobraknya dan aku akan lebih memaksa mu lalu memperkosamu..aku tidak main main dengan kata kata ku, Buka pintunya!!!!!!!!!!!!!teriak dave tegas..
Ragu ragu dan dengan perasaan takut pelan pelan Jeje membuka pintu nya, lalu dave pun masuk kekamar mandi lalu menutupnya kembali diikuti jeje yang bergerak mundur..
"Tolong jangan apa apa kan saya pak, hiks hiks" ucap Jeje menangis..
"Makanya kamu jangan coba coba berbohong lagi.."
"ii..iya pak hikss"...menunduk dan menangis
"Aku tidak akan ngapa ngapain kamu, tapi tolong kamu bujuk si boy biar dia bobok lagi" pinta dave lembut..
"Ma...maksudnya??'
"Lihat lah dia sudah berdiri dan ingin keluar dari persembunyiannya " ucap dave sambil tangannya menunjuk ke arah bagian tengahnya ..
__ADS_1
"Tolong je, sakit jee " ucap dave dengan suara berat seakan sedang merintih kesakitan..
Sebenarnya Jeje pun tak tau dave ini kenapa bisa kesakitan.
"Maaf pak a...aku"
"Cuma pegang aja je, biar dia bisa bobok lagi..kamu tadi yang mancing kan please cuma pegang doank aku janji gak minta lebih"..ucap dave semakin memberatkn suaranya..
"Aa...aku gak bisa pak hikss..." menangis ..
"aku akan ngajarin kamu caranya je ,please "..
Jeje hanya menggelengkan kepalanya....
"Oke..kalo gitu aku minta kamu peluk aku je..hanya memelukku dan menemaniku disini supaya boy bobok lagi.."
Jeje hanya terdiam ...
"Atau kamu mau aku maksa kamu sekalian?? mumpung si boy " tegas dave serius dan belum siap melanjutkan kata katanya lagi namun sudah dipotong oleh Jeje ..
Kemudian dave pun mendekap tubuh Jeje dan mengarahkan tubuh Jeje ditembok ..
Dave mengarahkan Jeje untuk mengalung kan tangan Jeje dipundak dave kemudian satu tangan dave memegang pinggang Jeje lalu tubuh dave sedikit menyamping "Pejamkan lah matamu" pinta dave..
Glekkk...Jeje menelan salivanya sendiri
"kenapa harus tutup mata??",tanya jeje
"Tutup saja jika tak ingin ku paksa" Tegas dave..
Jeje enggan melakukannya karna takut Namun akhirnya ia menurut, entah apa yang ada di pikiran nya hingga Jeje hanya menurut saja...Jeje pun menutup matanya..
Kemudian Dave mencium bibir Jeje lagi dengan lembut ,Jeje kaget namun hanya diam seraya merasai sentuhan hangat di bibirnya..
Dave pun melakukan aktivitas untuk pelepasannya.
__ADS_1
."Emmmpppppp" lenguh Jeje pelan seraya ingin membuka matanya pelan pelan, dan dipandang nya kedepan ada sebuah cermin dengan pantulan tubuhnya yang sedang dicium oleh dave..
Kenikmatan yang dirasa dave begitu membuncang tubuhnya..sementara Jeje yang mulutnya masih terbungkam dengan lidahnya yang diobrak abrik oleh dave telah mengalirkan air liur di ujung bibirnya..
"Aarrrgghhh" teriak dave seraya melepaskan ciumanya saat sudah melakukan pelepasan...Lalu dengan lemas memeluk tubuh Jeje saat mengeluarkan sisa sisa pelepasan nya itu menempel di piyama Jeje ..
"Makasih sayang udah nemeni aku, " ucap dave yang masih memeluk Jeje yang juga masih memejamkan matanya...
Kemudian dengan sengaja sembari tersenyum licik menarik sedikit piyama Jeje guna mengelap si boy yang baru saja memuntahkan lahar dari mulutnya..
"Segera lah mandi dan bersiap, aku ingin membawamu ke suatu tempat"..ucap dave sembari melepaskan pelukan nya .
"Buka lah matamu" perintah dave namun Jeje menggelengkan kepalanya dan masih memejamkan mata..
"Aku udah memakainya, apa kamu mau aku membukanya lagi dan mandi bareng sama kamu. kita akan telanjang bersama" ucap dave terkekeh ..
"Eng..enggak mau" ucap Jeje sembari pelan pelan membuka matanya ..dilihat nya wajah dave sudah tersenyum tampan dan ceria..seperti habis memenangkan lotre, bahagia sekali..
"Cepatlah..aku akan menunggumu di ruang utama setelah selesai mandi" ucap dave Kemudian pergi meninggalkan Jeje dengan nafas dan jantung yang berdegup kencang ..
"Apa itu tadi???heeeee???" Ucapnya dalam hati sambil memegang ujung piyama paling bawah yang sebatas jari jari tangannya lalu meremas piyama itu ..Jeje merasa ada sesuatu yang aneh ditangannya ,rasanya Jeje sedang memegang sesuatu sedikit lengket ditangannya.."cairan apa ini kok lengket gini??" ucap Jeje dalam hati seraya mengangkat tangannya mendekat ke hidung nya seraya ingin mencium sesuatu yang lengket ditangan nya itu...
"Emmmmmmmpppp...Huuweeeeeekkkkk"
Jeje mual dan ingin muntah setelah mencium aroma lengket ditangannya itu..
"Bau bangett..huweeekkkkkkk ..Apa ini ihhh" Jeje merasa jijik.
Jeje panik lalu cepat cepat membuka keran dan mencuci tangannya dengan sabun...
Wajah Jeje berubah kecut dan masam, Jeje ingat tadi dave menarik piyamanya tapi Jeje tak tahu apa yang dilakukan dave dengan piyama yang ia pakai....."haaahhhh sial" Jeje mengibaskan tangannya , "apa itu tadi...ehhh sial sial sial" seru Jeje ...
Setelah 1 jam mengutuki dirinya dengan kebodohannya didalam kamar mandi akhirnya Jeje pun mandi dengan kesal, seakan mencabik cabik air yang ada di bath up..memukul permukaan air dengan gayung..dan menggebrak permukaan air itu dengan kedua tangannya..Ingin rasanya menolak tapi apalah daya, Jeje sadar akan posisinya dirumah dave sebagai apa.
Jika tidak ditolak akan menyiksa diri Jeje yang merasa dirugikan dan malu pada dirinya sendiri.Tidak ada kata lain selain mengucapkan kata iya dan mau. terpaksa harus diterima Jeje.
__ADS_1