AKU DIJUAL OLEH IBU TIRIKU DAN DIBELI OLEH SUAMIKU

AKU DIJUAL OLEH IBU TIRIKU DAN DIBELI OLEH SUAMIKU
Almira Kecelakaan Part II


__ADS_3

.............


Sementar ditempat lain dijalanan..


Almira sedang bermain handphone disamping pengemudi mobil, almira baru selesai shopping dimall terbesar dikota ini.


mobil melaju keluar dari area parkiran sebuah mall, mall yang tepatnya tak jauh dari sebuah universitas.


Mobil yang ia tumpangi melaju dengan kecepatan normal, namun tiba tiba sang pengemudi mobil yang ditumpangi almira mendadak membanting setir kekanan seraya menghindari seorang gadis yang sedang menyebrang jalan didepannya, namun tak disangka niat sang pengemudi menghindar malah menabrak mobil yang berlawanan arah dari depan dan terjadilah kecelakaan yang cukup hebat. "Aaaaaaaaaaaaaaahhhhhh" teriak almira.


"Ahhhhhhhhhhhhhhh" Teriakk almira..


Almira terbangun dari tidurnya, nafasnya terengah engah manakala mimpi yang selalu menghantuinya kembali membangunkan tidur lelapnya.


Almira segera mengambil air minum lalu meminumnya untuk mendapatkan ketenangan.


Mimpi yang terasa nyata lagi lagi membangunkan tidur lelapnya membuat almira semakin mengingat kejadiaan naas yang menimpa dirinya dan suaminya.


Jari jari almira meremas sprei kuat, dendam dihatinya begitu mendarah daging.


Almira menangis tersedu mengingat kejadiaan naas silam, kejadian yang membuat hancurnya kebahagiaan yang baru ia rasakan harus terenggut akibat kecelakaan mobil yang dialami oleh dirinya dan suaminya.


Kala itu almira menikah dengan suaminya setelah beberapa tahun menjalin kasih LDR, karna almira sedang study diluar negri.


setelah study selesai kemudian almira dan suami melangsungkan pernikahan.


Setelah 1 tahun menikah Kebahagiaan rumah tangga yang dirasakan almira dan suami mulai dibumbui kesedihan, karna almira tak kunjung mengandung seorang anak.


Almira dan suami berusaha keras untuk mendapatkan seorang anak, program hingga keluar negri. Sesampainya di usia dua tahun pernikahan almira dan suami mendapat kabar dari dokter bahwa almira positive hamil.


"Selamat, anda akan menjadi seorang ayah" Ucap dokter kepada suami almira.


(Harusnya pake bahasa inggris sih karna kan mereka program diluar negri tapi author ga ngerti bahasa inggris jadi pake bahasa indonesia aja ya. haha)


Almira dan suami yang mendengar ucapan dokter pun kegirangan, hingga almira dan suami menangis berpelukan.


"Akhirnya sayang kamu akan menjadi seorang ibu, terimakasih sayang kamu hebat!" Ucap suami almira memuji almira yang telah berusaha keras selama 2tahun.


"Hiksss hiksss, Aku akan menjaga anak kita dengan baik sayang" sahut almira yang masih menangis terharu.


"Terimakasih dokter atas bantuanmu!"

__ADS_1


"Sama sama, beristirahatlah. hindari pekerjaan yang melelahkan, jangan sampai anda stress karna akan mengakibatkan kandungan anda memburuk......." Dokter menjelaskan pada almira, almira pun mengikuti anjuran dokter.


"Berapa usia kandungan saya dok?"


"Usianya masih tiga minggu,....."


Singkat cerita almira dan suami memutuskan untuk kembali pulang, bahagia kembali menyelimuti hati almira setelah beberapa waktu lalu dalam keadaan kebimbangan ketakutan dan kesedihan akibat tak kunjung mendapatkan seorang anak.


3 bulan kemudian....


"Sayang hari ini jadwal cek kandungan, kamu temenin aku ya" pinta almira manja..


"Iya sayang, jam makan siang nanti aku jemput kamu ya sekarang aku berangkat kekantor dulu." Pamit suami almira, lalu suaminya memeluk almira dan mencium kening almira. tak lupa sang suami mengelus perut almira yang sudah sedikit membuncit, lalu mencium perut almira lembut.


"Papa berangkat kerja dulu ya nak, kamu jangan nakal diperut mama ya. papa sayang kamu" Ucap sang suami sembari mengecup perut almira. almira pun tersenum manis.


"Kamu istirahat, tunggu aku jemput kita cek up kandungan kamu"


"Iya sayang"


Setelah sang suami pergi kekantor almira pun merebahkan tubuh nya dikasur untuk beristirahat di dalam kamarnya, almira yang tak sabaran ingin segera cek kandungan malah tak bisa beristirahat dengan tenang.


Almira membuka galeri foto diponselnya guna melihat kembali foto foto kenangan kebersamaan mereka saat sedang berada dirumah sakit tempat mereka melakukan program hamil, mereka berfoto bersama pada beberapa dokter ahli kandungan serta foto foto bersama dokter luar negri.


"Nak kamu lihat ini, ini perjuangan mama dan papa demi mendapatkan kamu. kamu adalah kebahagiaan mama dan papa saat ini. mama gak sabar ingin melihat wajahmu sayang. apa pun jenis kelamin kamu mama akan menyayangi kamu sepenuh hati mama bahkan lebih dari diri mama sendiri. mama akan berbagi cerita sama kamu setelah kamu lahir nanti, mama akan kenalkan kamu pada dokter yang telah membantu mama dan papa. mereka orang orang baik, pasti kamu senang ketemu mereka." Almira berkata sendiri seolah berbicara pada bayi yang sedang dikandungnya sembari tangan kanannya mengelus elus perutnya yang kini sudah sedikit membuncit, dan tangan kirinya memegang ponsel menunjukkan foto foto kearah perutnya.


Setelah 2 jam mengobrol dengan kandungannya akhirnya almira pun beristirahat, sampai jam makan siang pun tiba.


Almira telah bersiap siap, sang suami pun menjemput lalu merekan pun pergi kerumah sakit untuk cek kandungan.


Mobil melaju dengan kecepatan normal, almira pun berbagi cerita pada sang suami tentang aktivitasnya hari ini bersama bayi didalam kandungannya.


Drrrtttttt drtttttt....


Ponsel suami almira berdering, lalu sang suami merogoh saku celana untuk mengambil ponsel miliknya.


Mira yang melihat seorang gadis sedang menyebrang jalan dengan teeburu buru kemudian berteriak.


"Sayang awas!!!!!!"


Sang suami yang terkejut melihat penyebrang jalan pun refleks membanting stir guna mengelak agar tak menabrak sang penyebrang jalan.Namun suami almira salah langkah, ia justru menabrak mobil yang sedang terpakir dibahu jalan sehingga menyebabkan kecelakaan.

__ADS_1


"Aaaaaahhhhhhhhhhhh!!!!" teriak keduanya.


4 jam kemudian dirumah sakit....


Almira masih pingsan, namun sedikit mulai tersadar. matanya sedikit terbuka, rasa nyeri disekujur tubuh almira membuatnya meringis kesakitan. almira berusaha bangkit namun tenaganya tak mampu membangkitkan tubuhnya sendiri.


Perawat rumah sakit yang sigap pun memanggil dokter setelah mengetahui almira sudah sadarkan diri, kemudian dokter pun memeriksa almira kembali.


"Maaf ibu jangan banyak bergerak dulu, beristirahatlah" Ucap dokter kepada almira yang masih merintih kesakitan sambil berusaha bangkit dari tidurnya.


"Dokter dimana suami saya dok? perut saya sakit dokter hiksss hiksss, bayi saya tidak apa apa kan dok??"


"Sabar bu, tenangkanlah diri anda dahulu saya akan memeriksa perut anda"


"Saya ingin bertemu suami saya dokter, dimana suami saya aawww" Almira kekeh ingin bangkit untuk segera menemui suaminya.


"Kami telah menangani suami anda, tenangkan diri anda hingga pulih. setelah itu baru anda bisa menemui suami anda"


"Saya gak bisa tenang sebelum bertemu suami saya, suami saya baik baik aja kan dok ,"


Dokter hanya diam sembari memeriksa perut almira.


"Jawab dok!! suami saya baik baik aja kan??"


"Tim Kami akan berusaha semaksimal mungkin, insyaallah suami anda bisa melewati masa kritisnya." Sahut dokter dengan wajah iba pada almira.


Bersambung.......


HAI readers, maafin author yang belum sempat melanjutkan kisah JeDave.


Saya harap kalian bisa memakluminya, saya tetap berusaha melanjutkan kisah ini.


Semoga kalian bisa bersabar, sekalu lagi saya ucapkan mohon maaf yang sebesar besarnya karna beberapa minggu ini tidak bisa melanjutkan bab.


Salam sayang saya pada kalian semua.


Tetap like komen favorite bintang 5 dan jangan lupa vote ya ❤️❤️❤️


AUTHOR MENGUCAPKAN


MINAL AIDHIN WAL FAIDZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN, MAAF BILA ADA KATA YANG MENYAKITI HATI KALIAN 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2