
Diperjalanan Jeje terus meronta menangis menjerit...angel memerintahkan bodyguard nya untuk menyumbat mulut Jeje dengan tali lalu mengikat tangannya dengan tali yang sama...
Kini Jeje sudah merasa lemas..badannya terkulai dan matanya mulai terpejam..kedua bodyguard memapah Jeje kesebuah kamar di club..
Beberapa saat kemudian Jeje kembali membuka matanya dan mendapati dirinya sudah tergeletak dikasur dengan dress mini nya sebatas paha..
Jeje sontak dan berusaha menggerakkan tubuhnya agar bangkit namun tak bisa..Setelah beberapa menit baru lah ia bisa dengan perlahan bangkit..sayangnya belum sempat bangkit pintu kamar sudah terbuka..
Pria tua berjas dan berdasi telah masuk dengan senyum merekah di bibirnya... rambut dan Kumis nya sedikit memutih, postur tubuhnya tak terlalu tinggi namun tubuhnya sedikit gemuk dan perutnya membuncit.., usianya kira kira 45 tahun..Artinya 5 tahun diatas usia papa nya semasa hidup..
Jeje ketakutan, Pria buncit itu tertawa sembari menyapa Jeje.."Hallo sayang.."
Suaranya serak dan berat, mungkin terlalu banyak merokok..Pria buncit ini bahkan lebih tua dari om om yang diakui angel sebagai suaminya..tapi dimana dia berada? entah lah
Jeje menangis menjerit...melempar bantal, guling dan semua yang ada di atas meja ia lempar ke arah si pria buncit itu..tapi pria itu hanya tertawa dan tertawa saja sambil berusaha mendekati Jeje..
Pria buncit itu sedikit sempoyongan akibat mabuk minuman alkohol, namun tenaga nya cukup kuat untuk menahan Jeje ..si buncit menarik tangan Jeje yang berusaha kabur, lalu melemparkan tubuh Jeje hingga jatuh dikasur..
Ya tuhan, mungkin kah ini takdir ku..batin Jeje didalam ketakutan
Saat si buncit akan menindih tubuh Jeje ,Jeje segera berguling seraya menggeser kan tubuhnya..lalu Jeje pun melompat dari kasur..
berlari menuju pintu, tangan nya hampir meraih pintu namun lagi lagi Jeje ditarik oleh si buncit..
Kini tubuh Jeje sudah dicengkramnya, Jeje pun terpojok ditembok..kini si buncit berusaha mencium bibir Jeje namun sepertinya perutnya terlalu maju hingga perutnya menatap perut rata jeje dan memberi jarak antara mereka berdua..
Kedua tangannya masih menggenggam tangan jeje, tubuh nya yang tidak terlalu tinggi malah sedikit pendek dari jeje..sehingga posisi nya masih lebih tinggi jeje..
Sepertinya si buncit mulai kehabisan nafas, terlihat ngos ngosan akibat mengejar jeje yang terus berlari dan melemparinya barang barang yang ada dikamar..jeje dengan sengaja menaikan kaki nya seraya menunjang kejantanan si buncit menggunakan lututnya..
"ARRRRRGGGHHHHH". teriak si buncit sembari membungkukan tubuhnya sambil memegangi kejantanannya yang telah ditendang oleh Jeje..hingga si buncit terduduk lemas memegangi kejantanannya sambil meringis kesakitan..
Lantas Jeje buru buru membuka kunci pintu, entah mengapa dalam keadaan panik Jeje berusaha membuka kunci pintunya namun tak bisa..seakan kunci itu tersesat didalam hingga tak menemui jalan...
Menangis ketakutan kesakitan bersatu dalam kepanikannya..Lalu tak lama pun "ceklekk" pintu sudah bisa terbuka..Jeje berlari ke sembarang arah.. ia tak tau harus kemana yang jelas ia hanya ingin berlari dari si buncit ...
Jedukkkkkkk......
__ADS_1
Jeje terjatuh dan kepalanya sedikit menatap tembok, sepertinya ia terpelekok..padahal Jeje tidak sedang memakai heels..hanya karna terlalu panik, menyebabkan Jeje terjatuh...kakinya terasa sakit, Jeje berusaha bangkit namun si buncit sudah ada dihadapannya..si buncit meraih kaki mulus Jeje ..kembali Jeje mengibaskan kakinya hingga mengenai wajah si buncit...si buncit pun terdorong jatuh kebelakang..
"Heiiii jangan lari, aku akan menghabisimu malam ini" teriak si buncit...Jeje terus berlari..tangan nya tiba tiba ditarik oleh angel.... Paaaaaaaakkkk... angel menampar Jeje hingga Jeje terjatuh dilantai..
Jeje menangis, rambutnya sudah acak acak kan seperti orang gila yang berlarian di jalanan.."Beraninya kau lari dari pelanggan ku!!!!!" Angel maju ingin menjambak rambut Jeje namun Jeje lebih dulu menarik tangan angel lalu memelintir tangan angel...angel kesakitan...dibelakangnya si buncit tengah berlari kearahnya..Jeje pun mendorong angel hingga angel jatuh dan menimpa si buncit yang baru sampai dibelakangnya ...kini mereka berdua jatuh dilantai lorong dengan angel menimpa si buncit..
Jeje terus berlari menelusuri lorong kamar kamar club ..dilihat nya angel dan si buncit kembali mengejarnya..Jeje menyelip dibalik tembok...mengintai angel dan si buncit telah melewatinya dan tak nampak kemana perginya..
Kemudian Jeje berlari lagi menuju parkiran mobil..Berhenti sejenak seraya mengambil nafas dengan kaki nya yang tanpa alas kaki..rambutnya acak acak kan dan mini dress nya..
Nafas Jeje masih saling kejar kejaran...Mata nya melotot melihat angel si buncit dan kedua bodyguard nya berlari kearahnya...
Padahal nafas Jeje belum menyatu sempurna namun ia harus kembali berlari dari kejaran ke 4 orang tersebut..ia tidak akan lolos lagi kali ini jika sampai tertangkap.
Jeje berlari sambil merundukkan badannya diantara beberapa mobil yang berbaris rapi.
Ada sebuah mobil yang pintunya terbuka, tanpa permisi dalam keadaan panik Jeje masuk kedalam mobil itu lalu menutup pintu mobil itu dengan kuatnya..
"Agghhhh aghhhh aghhhh" Deru nafas jeje, mengatur nafas nya agar kembali normal..dilihatnya ke 4 orang yang mengejar nya sudah tak nampak..."Huuuhhhhhhh" Jeje menghembuskan nafas nya panjang hingga ia tak sadar ada seseorang yang sedang duduk disampingnya dan dihadapanya seorang supir duduk tanpa menoleh...
"Keluar!!!!!!" seru pria disampingnya itu yang ternyata adalah dave..
"Keluar aku bilang!!!!!!" teriak dave
"Pak aku mohon bantu aku sekali lagi" mohonnya lagi sembari menangis namun dave enggan menatapnya.
"Aku tidak suka memelihara wanita yang tak mau tidur dengan ku, Rick panggil angel..katakan wanita ini ada disini" perintah dave pada erick
Jlebbbb Jeje ingin membuka pintu dan lari namun pintu sudah dikunci oleh erick dari depan..
"Pak tolong jangan panggil angel, aku akan dijadikan pela*ur jika aku kembali pada nya tolong jangan panggil dia"..
Dave tak bergeming...lalu erick mengambil ponsel disaku nya seraya ingin menelpon angel...
"Pak tolong jangan lakukan itu jangan serahkan aku pada angel aku mohon" jeje memohon tangannya mengguncang tubuh kekar milik dave dan jeje sudah menangis..
"Maka jadilah pela*ur pribadiku " Ucap dave tegas dengan wajah datar pandangan kedepan.
__ADS_1
Seketika Jeje terdiam dan melepaskan tangannya dari tubuh dave,
Dave ikutan diam masih memandang kedepan..
Mata nya Jeje kembali melotot menatap kedepan, didepan angel dan ke tiga orang itu berdiri menatap arah mobil dave..seakan tau didalam mobil itu ada seorang Jeje ..mereka berjalan mendekati mobil yang ia tumpangi...
Angel mengetuk pintu erick, dan kedua bodyguardnya telah mengetuk pintu sisi bagian Jeje ..mereka berteriak minta dibukakan pintu..
Jeje panik ketakutan..
"Aku akan tidur denganmu pak, selamatkan lah aku" ucap Jeje lirih dan terpaksa..
Kedua bodyguard terus mengetuk pintu hingga membuat nya semakin ketakutan..
"Apa aku harus membuka pintu pak dave??" tanya erick
"Terserah kau saja" ucap dave sinis
"Aku mohon selamatkan aku pak, bawa aku dari sini dan aku akan tidur denganmu bahkan aku akan menjadi pela*ur pribdimu " ucap Jeje spontan dan masih menangis penuh kepanikkan serta ketakutan...
"Aku tak percaya padamu"
"Aku bersumpah akan menjadi pela*ur pribadimu" seru Jeje sambil mengambil tangan dave lalu meletakkan tangan dave diatas kepalanya..Air matanya terus mengalir membasahi wajah nya hingga turun kedagu dan lehernya..Dave tak ingin memandang wajah cantik Jeje yang penuh airmata itu, dave hanya menatap kedepan dengan tatapan macan.
"Baiklah, karna kau memaksa aku akan menolong mu sekali lagi..tapi ingat, jika kali ini kau menipuku aku tidak akan memaafkanmu ataupun melepaskan mu begitu saja..termasuk adikmu" ucap dave tegas, tatapannya masih sinis...Jeje pun menganggukkan kepalanya..
Kemudian dave menyuruh erick untuk segera menyalakan mobil dan pergi dari club ini..erick pun menurut..
Sementara angel dan kawan kawan hanya terdiam melihat kepergian mobil dave..
Entah apa yang ada di fikiran nya hingga Jeje mengucapkan kata kata sumpah, yang ia tau saat ini ia hanya ketakutan sembari menangis..Entah setan apa yang menuntunnya hingga sampai ia masuk ke dalam mobil dave..
Dave hanya membisu tak perduli orang yang disampingnya sedang menangis tersedu sedu..
Kini mereka telah sampai kembali ke rumah mewah milik dave..Erick menghentikan mobilnya di garasi..Dave dan Jeje pun turun dari mobil lalu masuk kedalam lift....
Jangan lupa Vote komen like and favorit.
__ADS_1
Follow ig author @viviecha93