
Sepagi ini Jeje sudah bangun dari tidurnya, Jeje berniat ingin meminta maaf pada dave atas air matanya yang jatuh tanpa diminta sehingga ia menangis dan membuat dave marah hingga meninggalkan Jeje dan mengurungkan niatnya kemarin malam..
Entah mengapa perasaan Jeje kini jauh lebih tenang meskipun jantungnya tak bisa berdegup setenang hatinya..ada perasaan aneh yang muncul secara tiba tiba didalam dirinya.
Jeje bergegas ke dapur menemui bibi yang sedang memasak nasi goreng untuk sarapan pagi tuan rumahnya yaitu dave.
"Bi apa ada yang bisa Jeje bantu?" ucap Jeje ramah, wajahnya ceria bibirnya tersenyum simpul..
"Tidak nona, saya akan menyelesaikan sarapan pagi dalam 15 menit dan akan segera mempersiapkannya dimeja makan. Nona silahkan menunggu dikamar, "
"Oh iyaa bi kita belum kenalan, udah seminggu lebih Jeje tinggal disini tapi belum tau nama bibi. Aku Jeje, nama bibi siapa??" Seru Jeje menyodorkan tangannya ingin menjabat tangan sebagai perkenalan..
"Maaf nona saya tidak berani menyentuh tangan mulus milik tuan dave karna itu perbuatan yang lancang" seru bibi yang tak ingin membalas uluran tangan Jeje.
"Ini tangan Jeje bi bukan tangan pak dave!!" Jeje mengernyitkan 1 alisnya..
"Tapi nona adalah pacar tuan dave, sudah pasti nona milik tuan dave dan hanya tuan dave yang pantas menyentuh atau memegang tangan mulus nona. Maafkan saya tidak bisa membalas uluran tanganmu nona" Ucap bibi seraya menundukkan kepalanya meminta maaf.
"Tapi jeje bukan...., baiklah iya jeje tau bi. Jadi siapa nama bibi ?" ucap Jeje yang ingin menjelaskan bahwa dirinya buka pacar sungguhan dave namun Jeje mengurungkan niatnya karna memang dave dan dirinya memang berpacaran meskipun hanya sementara.
"Nama saya halimah non, nona bisa panggil saya imah"
"Oh bi imah, biar lebih akrab bibi panggil Jeje pake sebutan nama Jeje aja ya jangan pake kata nona." seru Jeje meminta dipanggil nama..
"Mana saya berani akrab dengan nona, saya hanya ART disini dan saya tidak pantas memanggil nama anda tanpa menyebut kata nona..Maaf non saya akan melanjutkan memasak, nona bisa menunggu diruang makan jika tidak ingin kembali kekamar" Bi imah menjelaskan dan memohon maaf lagi..
"Jeje mau liatin bibi masak aja deh, boleh kan??"
"Nanti tuan akan marah melihat nona disini, akan ada uap masakkan yang menempel ditubuh nona" Ucap bibi sembari mengiris beberapa bawang merah.
"Gak apa apa bi, dia kan juga gak akan nginjekin kakinya di dapur. Pasti pak dave gak akan tau Jeje disini"
Bi imah melanjutkan aktifitasnya sementara Jeje duduk di kursi meja bar dan memandangi bi imah "Dulu tiap pagi mama jihan pasti selalu bikinin sarapan, mama selalu memasak sendiri untuk Jeje dan yang lainya..mama gak pengen Jeje alexa dan papa makan dari masakkan orang lain ataupun bu lastri..mama selalu ingin memberi kami masakkan terbaik nya..terkadang mama suka bawel kalo Jeje dan yang lain ingin makan diluar. Bagi mama makan bersama keluarga dirumah sudah sangat membahagiakan daripada harus makan direstaurant mahal diluar." batin Jeje berbicara sembari memperhatikan bi imah memasak..
"Hhhhhhhmmmm baunya enak sekali bi" Ucap Jeje memuji bi imah..bi imah hanya tersenyum..
__ADS_1
Kini fikiran Jeje beralih, dihatinya terus bertanya tanya akan statusnya sekarang. Apakah Jeje sudah tidak menjadi pacar sementara dave lagi dan berubah hanya menjadi pela*cur pribadi dave. Ataukah statusnya masih menjadi pacar sementara sekaligus pela*cur pribadi dave?? Tapi keduanya terdengar sama, sama sama melayani nafsu dave..itu sih yang seharusnya dijalani Jeje apapun statusnya dia tetap harus melayani nafsu dave.
"Oh iyaa bi, kenapa rumah ini cuma ada beberapa ART dan beberapa penjaga rumah? Kemana keluarga pak dave, orang tuanya misalnya??" Seru Jeje spontan kepada bi imah karna penasaran beberapa hari tak melihat siapapun dirumah ini kecuali para pekerja dirumah dave.
"Maaf non saya tidak berhak untuk memberitahukan kepada nona, meskipun sudah 10tahun saya bekerja disini sebagai juru masak dan mengetahui tentang keluarga tuan dave. Silahkan nona bertanya pada tuan dave secara langsung" Seru bi imah enggan memberitahu Jeje..
"Mana mungkin aku berani nanya nanya sama pak dave, huuuhhh" batin Jeje kesal..
Bi imah telah selesai melakukan tugasnya dan segera mempersiapkan sarapan pagi dimeja makan didalam ruang privat milik dave, Jeje pun mengikuti bi imah dan bi imah hanya tersenyum.
06:30
Waktunya sarapan pagi. Biasanya dave akan turun dan masuk kerung privat untuk sarapan pagi. Kemudian dimeja makan Jeje sudah menunggu dave dengan tangannya yang bergetar saling menggenggam..
"Pokoknya aku harus minta maaf soal tadi malam" batin Jeje ditengah degup jantungnya yang mulai tak normal.
Seharusnya Jeje merasa beruntung karna tadi malam dave tak jadi meniduri dirinya meskipun tubuhnya sudah dijamahi pria tampan yang telah menebus dirinya dari mama tirinya itu.
Tapi entah mengapa Jeje seakan melanggar sumpahnya sendiri sehingga bertekad meminta maaf atas kejadian tersebut lalu ingin meminta dave untuk melakukannya lagi dengan hati hati seraya menepati janji dan sumpahnya.
Dave kaget melihat Jeje sudah duduk ditempatnya biasanya, "tumben dia udah disini duluan" batin dave seraya kakinya melangkah keluar lagi dan ingin menutup pintu.
"Ehh pak, ayo sarapan. Bi imah uda siapin sarapannya. Mubajir kalo gak dimakan" Seru Jeje yang langsung bangkit dari kursinya seraya menarik kembali lengan dave yang ingin keluar dari ruang privat.
"Ada apa sama dia? Kayak gak ada masalah gitu padahal tadi malem dia nangis nangis.apa itu cuma aktingnya aja??" seru dave dalam hati.
"Ayo silahkan dimakan, bapak mau Jeje suapin apa gak??" Ucap Jeje seraya memegang kedua pundak dave lalu mengatur dave untuk duduk dikursinya.
"Kenapa hawanya jadi panas gini???"dave berkata dalam hati lagi seraya menggelengkan kepalanya tidak mau disuapi Jeje.
Jeje kembali ketempat duduknya, Jeje mengalahkan detak jantungnya yang berdegup kencang dengan senyum manis diwajahnya..
Dave melahap nasi goreng dengan tanpa berselera, hanya 2 sendok memakannya sembari berfikir keanehan sikap Jeje .
"Menangis dimalam hari dan tersenyum di pagi hari, apakah ini caramu menggoda ku?? Ciiihhhhh bagus sekali aktingmu, dalam sedetik aku iba melihatmu menangis dan dalam sedetik juga aku kembali terpesona oleh senyummu..Ahhh siallll, lama lama aku bisa gila. Ingin sekali aku melahapmu detik ini juga!!" Batin dave berkata kata matanya melirik kearah Jeje yang ada dihadapannya itu.
__ADS_1
Dave yang tak tahan akibat terpesona oleh Jeje buru buru ingin pergi tanpa menyelesaikan sarapannya.Dave tak ingin lama lama berhadapan dengan Jeje yang selalu bisa menumbuhkan gairah secara tiba tiba..Tak mungkin baginya pagi ini untuk menggeluti tubuh gadis dihadapannya itu dikarenakan pagi ini dave ada meeting dengan klien dari luar negri.
"Pak habiskan dulu sarapanmu" seru Jeje yang melihat dave sudah bangkit dan akan berangkat kekantor.
Jeje mendekati dave lalu memegang tangan dave dengan wajah polos dan senyumannya.sebenarnya Jeje menunggu waktu yang pas untuk minta maaf, tapi sebelum dia minta maaf dave malah ingin pergi. Itulah sebabnya Jeje menahan dave.
Jeje tidak tau pria dihadapannya ini sudah berusaha keras dan susah payah menahan nafsunya untuk tak melahap jeje, bahkan sekarang dave sudah mengepalkan kedua tangannya seraya geram dan gemas ingin mencumbu gadis dihadapannya.
Dave menarik nafas dalam dalam menahan gejolak ditubuhnya, lalu membuang nafasnya kuat kuat supaya merasa lega lalu melonggarkan dasinya untuk mendapatkan nafas yang lebih baik.
"Pak???" Seru jeje menyadarkan dave yang masih berfikir dan menahan diri.Namun lagi lagi dave tak tahan ketika mendengar suara Jeje.
"Ehmmmmmppp" 😘 Jeje kaget saat dave secara tak sabaran menarik kepalanya kemudian menciumnya dengan kasar, seperti nafsu yang tertahan telah sekian lama hingga mencium dengan bringas.
Dave telah memojokkan Jeje ke tembok, dave terus menghujam Jeje dengan ciumannya. Lidahnya menerobos kedalam mulut jeje, menarik lidah Jeje hingga menghisapnya kedalam mulutnya seakan ingin mengunyah lidah Jeje sebagai sarapan paginya yang tak berselera hari ini.
"Emmmp" Jeje merasa sakit lidahnya ditarik hingga kedua tangannya kini memegang pinggang dave seraya menahan ataupun mendorong pinggang dave agar dave melepaskannya..
"Kenapa pak??" ucap Jeje yang malah terheran saat dave melepaskan ciumannya dengan ekspresi yang aneh, dave seperti sedang berfikir sembari memegang bibirnya..
"Kok pedes???" Ucap dave sembari mengecap ngecapkan lidah didalam mulutnya...
"Ehhh....itu...tadi Jeje makan nasgornya pake cabe rawit utuh pak" Jawab Jeje sedikit cengengesan, sebenarnya merasa malu karna memang Jeje suka makan yang pedas pedas.
"Mulai sekarang aku melarangmu makan cabe rawit.!!!"Seru dave sedikit melotot lalu mengambil air minum lalu meminumnya.
"Ee...tapi Jeje suka makan pedas pak"
"Aku gak Suka!!!!!"
"Gimana kalo sebelum berciuman bapak bilang dulu ke Jeje jadi Jeje gak akan makan cabe, Nah pas bapak gak nyium Jeje kan Jeje bisa makan pake cabe sepuasnya"...Oppppsss Jeje memalingkan wajahnya menahan malu, kata katanya terasa memalukan..
"Emangnya aku tau kapan aku mau nyium kamu atau enggak?? Nafsunya datang tiba tiba ngerti gak sih" Seru dave yang memegang dagu Jeje mengarahkan wajah jeje untuk melihatnya, Jeje hanya meringis menahan malu.."ii..iiiya pak"
Ciiihhhhh....decak dave lalu meninggalkan Jeje diruang privat..
__ADS_1
Jeje hanya memukul mukul kecil kepalanya menandai kebodohan dirinya..