AKU DIJUAL OLEH IBU TIRIKU DAN DIBELI OLEH SUAMIKU

AKU DIJUAL OLEH IBU TIRIKU DAN DIBELI OLEH SUAMIKU
Pelayan utusan Dave untuk Jeje


__ADS_3

Ding dong... ding dong...


Bel berbunyi...Berulang kali..


"Apa ada tamu??"


Jeje pun turun untuk membuka pintu.


"Ya?" jeje tak mengenali beberapa orang yang memakai seragam pelayan rumahan, dengan jumlah 8 orang (6 wanita 2 pria).


"Mereka pelayan baru nona" ucap salah satu penjaga yang menemani ke delapan pelayan baru tersebut.


"Kami diutus langsung oleh ketua yayasan atas permintaan tuan dave, kami akan bekerja dengan baik dan terampil untuk nyonya" Ucap salah satu pelayan..


"Ah benarkah??" jeje terkejut..


"Benar nona, pak erick sudah memberitahukan pada kami untuk menerima kedatangan mereka" ucap penjaga..


"Baiklah aku percaya, mari silahkan masuk" ajak jeje..


Mengapa mengirim pelayan sebanyak ini?? aku tak yakin bisa menggaji mereka, mereka terlihat profesional.. batin jeje..


Kemudian jeje mempersilahkan kedelapan pelayan untuk duduk dan memperkenalkan diri..


"Sebutkan satu persatu nama kalian beserta tugas yang kalian pegang" Jeje pun ingin mengenali satu persatu pelayan yang di utus oleh dave..


Mereka pun memperkenalkan diri pada nyonya muda nya..


"Saya Dewi, usia 32 tahun. saya sebagai juru masak nyonya"


Nyonya???? jeje menggelengkan kepalanya.


"Apakah mbak dewi sudah menikah?"


"Sudah nyonya, dan saya memiliki satu putri"


"Lalu bagaimana dengan putri mbak dewi??"


"Putri saya bersama dengan neneknya"


Apakah mungkin dia seorang janda?? batin jeje..

__ADS_1


"Lalu, Kamu ?"


"Saya Ira nyonya, usia saya 35 tahun dan saya bertugas untuk mencuci dan menyetrika pakaian"


"Kalau mbak ira gimana??" jeje menanyakan hal yang sama seperti dewi.


"Saya memiliki 1 putri dan 1 putra, mereka sedang belajar dan tinggal dipesantren nyonya"


Jeje mengangguk... "Hmmmm bagus.."


Dilanjutkan ke empat wanita lain yang tampak masih muda ikut memperkenalkan diri.. umumnya mereka (4) gadis dengan lulusan SMA dan tak melanjutkan belajarnya hingga jenjang kuliah, mereka telah dibina didalam yayasan untuk menjadi Art..


"Saya mira, 22 tahun dan saya bertugas membantu juru masak atau pun membantu pelayan yang lainnya."


Mira??haha.. andai aja dia almira, pasti akan aku kerjain.. batin jeje mengingat nama pelayan yang mirip dengan nama mama tirinya..


"Saya Sindi usia 22 tahun, saya mely 21 tahun, saya kiki 21 tahun. tugas kami membersihkan rumah seperti menyapu, ngepel, membersihkan debu dan lain lain serta melayani sgala kebutuhan nyonya"...


"Oke kalian sebenarnya tak jauh beda usia dengan ku, jangan panggil aku nyonya. panggil aku nona saja atau pun sebut saja namaku. berlaku untuk kalian semua.. " pinta jeje..


Ke enam wanita tak berani menjawab, mereka hanya diam dan saling memandang. dalam hati masing masing mereka merasa tak pantas untuk memanggil dengan sebutan nama, mereka tahu benar siapa yang meminta mereka untuk bekerja disini. dan mereka telah berjanji tak akan mengecewakan tuan dave.


"Saya Hasan, usia 35 tahun. saya kepala pelayan dan saya bertugas memastikan mereka bekerja dengan baik, selain itu saya bertanggung jawab atas masing masing pelayan. plus saya akan menjadi supir pribadi nyonya kemana pun nyonya akan pergi.."


"Wahhh...pak hasan punya tanggung jawab besar rupanya.. yahh saya memang belum benar benar bisa menyetir dan tak memiliki SIM" puji jeje...


Terakhir..


"Saya abdi, usia 38 tahun. saya bertugas untuk kebersihan halaman rumah dan kebun. saya suami dari ira nyonya. meskipun begitu saya berjanji akan melakukan tugas saya dengan baik. kami meminta izin pada yayasan untuk menyatukan kami, dan kami telah menandatangani perjanjian kerja. kami tidak akan melanggar" tutur pengakuan satu pria tersebut..


"Wahh...beruntung sekali kalian bisa bekerja dalam satu rumah..pasangan serasi.." he..he..he...


"Baiklah, aku akan menunjukkan kamar kalian tapi hanya ada 3 kamar. kalian boleh membaginya sesuai keinginan kalian.." berjalan menuju kamar pelayan..


"Kami akan segera memulai pekerjaan kami nyonya"


"Tapi aku belum menunjukkan pada kalian"


"Kami telah mengetahuinya nyonya, tuan dave telah mengirim gambar pada kami sehingga nyonya tidak perlu repot repot menunjukkan pada kami dan nyonya bisa beristirahat dengan tenang setelah mempercayakan pekerjaan pada kami"


"Wahhh... ini kejutan! baik lah aku percaya pada kalian. selamat bekerja..."

__ADS_1


"Satu lagi, aku tidak sendiri. aku tinggal.disini bersama adikku, dia bernama alexa"


"Kami tahu nyonya, non alexa gadis yang cantik dan imut..."


Jeje melirikkan matanya mendengar ucapan salah satu dari pelayan..


Mereka bahkan tahu alexa, mereka memanggil alexa non lalu mengapa memanggilku nyonya?? apa cara mereka memanggil ini juga perintah dari pak dave?? batin jeje...


"Ahh...kalian benar benar membuat ku takjub.. tapi aku tidak yakin bisa membayar gaji kalian setiap bulannya"


"Nyonya tak perlu khawatir, yayasan yang akan memberi kami gaji atas tugas kami disini."..


Setelah mengatakan itu, ke delapan pelayan tersebutpun membubarkan diri untuk melakukan tugasnya..


*Benar, yayasan yang memberi kalian gaji. tapi bukankah aku yang membayar kalian pada yayasan nantinya?? batin jeje...


Kenapa dia tak menghubungi ku?? apakah dia sudah terbiasa tanpa ku?? jeje mulai resah*...


Jeje kembali kedalam kamar milik sang papa untuk melanjutkan aktivitasnya membuang barang barang milik almira..


Jeje lemas saat membuka pintu kamar, kali ini pandangan pertama jeje tertuju pada foto yang terpajang pada dinding diatas kasur milik papanya..


Duhulu dinding itu terpajang foto alm. mama dan papa nya, tapi kini foto itu menjadi foto tunggal. dimana hanya almira yang berpose bak princes yang menggunakan gaun berwarna putih...


Tak hanya itu, ada beberapa foto lainnya yang terpajang. yakni foto alm. papa nya bersama almira.


Dengan mengepalkan kedua tangannya, jeje dengan kasar mengambil semua foto almira bersama sang papa lalu membuangnya kedalam kotak..


Emosinya tumbuh.. mata jeje mulai berkaca kaca.. namun ia menyadari, bahwa ia turut membuang foto sang papa. dan itu membuatnya merasa bersalah..


Jeje terduduk menyesal, dan memunguti kembali beberapa foto sang papa nersama almira.


"Maafin jeje pa, jeje gak benar benar berniat menjatuhkan papa kedalam sini hiks hiks" jeje menangis...


Tak ingin menyimpan foto almira tapi juga tak mau membuang foto alm. papa nya, jeje memutuskan untuk memisahkan keduanya dengan cara menggunting dan membuang almira..


"Jeje akan mendapatkan album baru, nanti jeje akan menata foto foto papa disana.." jeje menggunting setiap bagian dengan teliti hingga benar benar terpisah, meski masih tampak tangan almira yang memeluk hingga menggandeng tangan alm. papa jeje..


Rasanya aku ingin membakar wajah yang menjijikkan ini (Foto foto Almira yang telah ia gunting hingga menjadi beberapa bagian).. jeje tampak benar benar kesal...


Gadis yang dulu polos dan selalu berfikir positive ini kini berubah dan sedikit mendendam terhadap almira..

__ADS_1


__ADS_2