Aku Pun Ingin Bahagia

Aku Pun Ingin Bahagia
Episode 11


__ADS_3

...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Tidak terasa,aku pun sudah bekerja hampir 3 bulan lamanya.Sebenarnya aku berniat untuk pulang,saat mendapatkan gajih pertama ku,namun urung ku laksanakan mengingat aku hanya libur di hari sabtu dan minggu saja.Itu pun kalau hari sabtunya aku masuk untuk lembur.


Aku dan Indah pun,sangat berhubungan baik.Terlebih lagi sekarang aku juga sudah akrab dengan semua penghuni yang ada di kosan ku ini.


Mungkin karena kita seumuran dan sama-sama suka main dan ngobrol.Itu lah jadi alasan utama yang membuat kita semua akrab.


Kebanyakan teman-teman ku ini berasal dari Jawa.Meski pun bahasa kami berbeda,untung nya mereka semua menggunakan bahasa Indonesia saat kami berkumpul bersama.


Mereka sendiri,lebih sering pulang ke rumah mereka saat akhir pekan.Karena memang jarak yang di butuhkan hanya sekitar 1 jam saja.


Sedangkan aku,terkadang main ke rumah nya kak Lina.Namun,itu juga tidak terlalu sering.Karena membutuh kan ongkos dan bekal saat di sana yang cukup menguras dompet ku.


Kadang sebulan sekali aku baru berkunjung ke rumah kak Lina,atau pun kak Lina sendiri yang datang mengunjungi ku.


Dua minggu yang lalu,kak Lina habis pulang dari kampung dan kebetulan ibu ku juga menitipkan beras dan beberapa makanan lainnya untuk ku.


Jadi nya bulan ini,aku tidak perlu membeli beras untuk bekal ku sampai tanggal 10 nanti gajihan.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


"Naima,itu kata bu Nadin kamu di suruh ke depan." ucap teh Dea.


"Kenapa ya teh? Perasaan aku nggak buat salah deh."


"Aku juga nggak tahu,tapi sepertinya kamu akan di perbantukan untuk mencari sample." ucap nya.


"Ih aku nggak mau ah,aku takut nggak bisa."


"Nanti yang ada malah,kena masalah lagi." lanjut ku.


"Jangan suka gitu deh,perasaan meskipun kamu terbilang baru.Selama ini kan sample yang kamu cari itu oke terus." timpal nya.


Dengan malas aku pun langsung menuju ke tempat yang biasa aku kasih sample.Di sana terlihat udah ada bu Nadin dan QC yang lain yang biasa cari sample.


Ada teh Susi,Eva dan teh Sani yang sudah menjadi rekan kerja ku saat mencari sample.Teh Sani sendiri,merupakan asistennya a Dani.Dia lebih banyak menghabiskan waktu di ruangan bersama a Dani.


"Permisi bu....." ucap ku.


"Naima,hari ini kamu seperti biasa cari sample yah.Soalnya masih ada banyak kekurangan untuk nanti final." jelas bu Nadin


"Iya bu......"

__ADS_1


Balas ku tidak mampu menolak perintah dari atasan ku itu.


Aku pun langsung memulai pekerjaan ku dengan rekan kerja ku yang lain.Kalau di sini,memang kerja nya tidak akan secapek saat di line.


Aku bahkan bisa mengobrol dengan bebas saat mengerjakan sample.Karena tidak akan ada yang memarahi kami.


"Naima,aku mau tanya sesuatu sama kamu." ucap teh Sani.


"Iya kenapa teh?" tanya ku.


"Emang iya,kamu berasa dari palembang?" tanya nya.


"Palembang? Yang benar saja,aku asli dari kota T."


"Kata siapa aku berasal dari palembang?" tanya ku balik.


"Kata si Dani,"


"Sok tahu banget dia,ngobrol sama aku pun tidak pernah." bisik ku dalam hati.


"Lah terus dia tahu dari mana,bisa menyimpulkan kamu berasal dari Palembang yah?"


"Ah mungkin itu hanya sangkaan a Dani saja kali.Biasa kan emang dia kayak gitu orang nya sok tahu." timpal teh Susi.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Karena memang tadi aku dan teh Susi mengejar sample untuk hari ini.Sedangkan Eva dia tengah mengerjakan sample ubtuk besok.


Aku pun langsung berbalik dan membantu Eva.Saat itu pula,terdengar suara a Dani yang tengah mengobrol dengan teh Susi dan teh Sani.


"A......."


"Ternyata sangkaan a Dani salah tau," ucap teh Susi.


"Sangkaan yang mana?" tanya nya.


"Itu kata a Dani,kemarin bilang ke aku sama Sani kalau misalkan Naima itu berasal dari Palembang." jelas teh Susi.


"Lah emang benar kan?" timpal nya.


"Salah tahu,dia tuh berasal dari T......"


"Dari T? Berarti sama dong kayak aku." balas nya.

__ADS_1


"Lagian aa sih,sok tahu banget.Untung saja,aku nanyain ke Naima tadi."


"Lagian kamu rajin banget,pakai nanya ke di segala." ucap nya.


"Ya kan mumpung hari ini dia ada di sini juga," balas teh Sani.


"Itu dia anaknya....." lanjut teh Sani.


Suasana pun sempat hening dan tidak ada yang bersuara.Aku mendengar langkah kaki yang langsung menjauh dari tempat kami berada.


"Ih nggak jelas yah,padahal dia sendiri yang ngomong kemarin." ucap teh Sani.


Aku pun hanya pura-pura tidak mendengarnya dan fokus mencari sample nya.


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Semenjak kejadian itu,aku dan kak Dani pun menjadi lebih dekat.Dan kami pun sudah tidak canggung lagi saat berpapasan di luar pabrik atau ketemu dimana pun.


Hari ini tepat tanggal 10,waktunya untuk gajihan.Aku pun berniat gajihan kali ini,ingin membeli HP baru.


Jujur saja,terkadang aku merasa minder dengan teman-teman ku yang lain.Namun,kemarin-kemarin uang nya aku tabung dan memberikannya sama ibu untuk di gadai kan sawah.


Jadi baru bulan ini,aku baru bisa membeli HP baru.Untung nya,ada teman ku bernama Ayu yang tidak akan pulang minggu ini.Jadi dia mau menemani aku untuk membeli HP nya ke kota.


Karena memang Indah sendiri,dia setiap seminggu sekali saat libur dia pulang ke rumahnya.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Setelah mendapatkan HP yang aku inginkan,aku dan Ayu pun jalan-jalan sebentar di pusat perbelanjaan.Meskipun kami tidak membeli apa,tapi cukup buat menghilangkan penat.


Sesampainya di kontrakan,aku langsung membuat Wa,karena memang mungkin hanya aku saja yang tidak mempunyai Wa saat ini.


Terkadang aku suka merasa malu,saat teman-teman yang lain meminta nomor Wa ku dan aku hanya memberi mereka nomor yang biasa aku gunakan untuk mengirim pesan saja.


Namun betapa bodoh nya aku,saat tadi aku membuka ponsel lama ku.Kartu sim yang aku gunakan sejak dulu itu jatuh ke dalam selokan.


Aku berusaha untuk meraihnya,namun keburu terbawa arus air yang agak deras.Karena memang posisi nya saat ini aku dan Ayu tengah menikmati suasana sore hari di dekat selokan yang terletak di samping kontrakan.


"Ya ampun,gimana dong?" ucap Ayu.


"Ya mau bagaimana lagi,itu sudah hanyut terbawa arus." ucap ku pasrah.


Aku pun langsung membuka facebook dari HP baru ku dan mengumumkan kalau nomor ku hilang.Dan meminta teman-teman yang lain menghubungi aku lewat nomor baruyang sudah aku cantumkan di sana.

__ADS_1


__ADS_2