Aku Pun Ingin Bahagia

Aku Pun Ingin Bahagia
Episode 37


__ADS_3

...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Kamu kenapa? Aku perhatikan dari tadi kamu hanya diam saja." ucap Dani.


"Tidak ada,aku hanya merasa pusing saja.Mungkin karena tadi kita berangkatnya pagi banget,biasanya kan jam segini aku baru aja bangun untuk buat sarapan untuk kamu." jelas ku.


"Ya sudah,kalau kamu merasa pusing tiduran aja nanti juga pusingnya hilang."


"Nggak ah,aku mencoba untuk melihat pemandangan yang ada di luar aja."


"Ya udah,"


Dani pun kembali melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu.


Sekitar 2 jam kemudian Dani pun terbangun dari tidurnya.Dia langsung meraih bungkusan makanan yang aku taruh di atas tas milik ku.


"Kenapa? Kamu mau makan lagi?'' tanya ku.


"Iya nih,aku merasa lapar.Mungkin karena tadi kita hanya sarapan bubur aja.Jadinya sekarang aku merasa lapar lagi," balas nya.


"Ya udah,"


"Makan aja,kalau aku sih nggak lapar." lanjut ku.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Kami berdua pun akhirnya sampai di stasiun berikutnya untuk transit.Untung nya di stasiun ini,Dani tadi sempat memesan tiketnya lewat aplikasi.Karena kalau mendadak beli tiket ya di sini,nantinya kami malah akan nggak kebagian.Mengingat ini merupakan stasiun satu-satunya yang menuju ke daerah aku dari jalur selatan.


Setelah mencetak tiketnya,kami langsung duduk di ruang tunggu.Mengingat kereta yang akan kami tumpangi baru akan tiba sekitar 2 jam lagi.Sebenarnya Dani sempat menawari aku untuk beli makanan atau cemilan keluar,hanya saja aku menolaknya karena aku merasa pusing sekarang.


Dan kami berdua pun hanya berdiam diri saja di ruangan itu dan sibuk dengan HP kami masing-masing.


Sampai akhirnya,kereta yang akan kami tumpangi pun tiba.Kami langsung masuk dan antri dengan penumpang yang lainnya menuju ke keretanya.


Di sini kami kebagian di gerbong yang ke dua dan sengaja memang Dani memesan tiket kelas bisnis.Mengingat perjalan kami yang terakhir ini memerlukan waktu yang cukup lama sekitar kurang lebih 5 jaman lagi.


"Nanti kita beli makanan dan minumannya di kereta aja yah." ucap Dani.


"Bukanya kalau kelas bisnis itu di kasih yah?" tanya ku.


"Nggak tahu juga,takutnya nggak."


"Oh ya udah......"


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...

__ADS_1


Tidak terasa waktu pun sudah berlalu,sudah hampir sekitar 3 jam kami di perjalanan.Tiba-tiba saja,aku merasakan HP ku bergetar dari dalam saku jaket ku.Ternya itu pesan yang di kirimkan oleh adik ipar ku.


"Teh,bapak sudah sampai...."


"Syukurlah kalau begitu,"


"Tau nggak,ibu sempat kaget.Karena tiba-tiba aja bapak pulang dan tidak memberi tahu ibu."


"Lah terus gimana dong?"


"Itu bapak lagi ngobrol sama ibu di kamar.Do'ain aja,semoga semuanya berjalan sesuai apa yang kita rencanakan sebelumnya."


"Iya de......."


"Tadi bapak sudah minta tolong Husni,untuk menjemput teteh sama a Dani ke stasiun nya."


"Eh kok di jemput sama Husni,nanti yang ada kakak kamu curiga lagi."


"Nanti teteh sama kakak kamu,akan naik taksi aja.Pastinya kan,kami nanti sampai malam juga kan.Jadinya teteh bisa buat alasan untuk menginap dulu di rumah ibu dan besoknya baru berangkat ke rumah teteh."


"Iya juga yah,kan emang awalnya gitu.Kok aku lupa,"


"Terus nanti siapa yang akan antar kita ke tempat ustad nya?"


"Ya udah kalau gitu,"


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Ini di mana?" tanya Dani yang baru saja terbangun dari tidurnya.


"Sepertinya ini baru di daerah C****s deh,udah kamu lanjut lagi aja tidurnya masih ada satu jaman lagi." suruh ku.


"Nggak ah.Dari tadi aku udah tidur terus Kamu tuh,yang harusnya tidur."


"Nggak ah,nanggung tinggal sebentar lagi ini.Aku mau menikmati pemandangan yang ada di luar aja."


"Ya udah,"


"Oh iya,aku mau ke toilet dulu nih.Kebelet banget,"


Dani pun beranjak dari duduknya dan langsung menuju ke toiletnya.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Kami akhirnya sampai di tempat tujuan kami.Aku merasa lega sekaligus sedih juga sekarang.

__ADS_1


"Ini jam berapa sih?" tanya ku pura-pura.


"Jam 7 lebih 15 menit,"


"Kayaknya kita telat deh,soalnya setahu aku bus yang menuju ke tempat aku tuh paling terakhir tadi jam 6 sore." jelas ku.


Padahal sebenarnya busnya yang terakhir itu jam 10 malam.Ini hanya alasan aku saja,untuk mengajak dia pulang dulu ke rumah nya lebih dulu.


"Lah terus gimana dong,perasaan waktu itu kita sempat naik bis nya sekitaran jam 8 malam masih ada."


"Iya itu waktu kapan? Aku juga udah nanya sama teman aku yang udah biasa naik bis nya,katanya gitu.Sekarang bus nya itu di kurangi jumlah yang beroperasinya."


"Jadinya gimana?"


"Ya gimana lagi,terpaksa kita harus menginap dulu di rumah kamu lah." timpal ku.


"Ih nanti gimana kalau ibu nanya,kenap kita pulang sekarang?"


"Ya bilang aja kalau kamu libur kerjanya,atau enggak bilang aja yang sebenarnya." balas ku kembali.


"Ya sudah,kalau gitu kita harus pesan taksi dulu dong."


"Iya lah....."


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setelah menunggu sekitar 30 menit,akhirnya taksi yang kita pesan pun datang.Aku dan Dani pun langsung berjalan menuju ke taksinya yang berhenti di tepi jalan.


Adik ipar ku sempat mengirimkan pesan pada ku tadi.Dia mengatakan kalau ibu mertua ku sudah tahu semuanya dan untungnya beliau tidak bereaksi berlebihan.Jadinya kami bisa menjalankan rencana kami yang sudah di atur sebelumnya.


Dari stasiun untuk sampai ke rumah dia membutuhkan waktu sekitar 40 menit.Tadi di jalan Dani sempat meminta berhenti dulu untuk membeli martabak.Katanya dia tidak enak kalau pulang tidak bawa apa-apa.Jadinya kami sampai di rumah sekitar jam 9 malam.


Tapi memang sebaiknya seperti itu,mengingat kalai kita sampai lebih cepat. Nantinya,pasti akan di lihat oleh tetangga di dekat rumah dia dan pastinya mereka bakalan mengajukan banyak pertanyaan pada kami berdua.


Setelah sampai aku langsung turun lebih dulu dan langsung berlari menuju rumah mertua ku.Sesampainya di dalam rumah,aku langsung di sambut oleh kedua mertua ku dengan raut wajah yang sedih,apalagi ibu mertua ku.


Aku hanya bisa menganggukkan kepalaku dan bilang kalau aku baik-baik saja sekarang.


Meskipun pada kenyataan nya tidak,tapi aku harus berusaha kuat untuk menjalani ini semua.


Begitu pun dengan bapak mertua ku,beliau berusaha menenangkan aku dengan menepuk-nepuk pundak ku pelan.


Dani tampak kaget,karena melihat keberadaan bapak mertua ku yang tengah duduk di ruang depan.


"Lah kok bapak ada di rumah? Kapan bapak pulang,kok aku tidak tahu?" tanya nya.

__ADS_1


__ADS_2