Aku Pun Ingin Bahagia

Aku Pun Ingin Bahagia
Episode 33


__ADS_3

...¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Sepanjang perjalanan aku banyak terdiam,sedangkan Dani sejak tadi berusaha mengajak ku mengobrol.Namun aku hanya menjawab seperlunya saja,aku sidah tidak menyembunyikan lagi kekecewaan ku malam ini.


Baru saja aku dan dia berbaikan,malam nya dia kembali buat aku kecewa untuk kesekian kalinya.Memang benar,sekali dia di kasih kesempatan dan aku maafkan sama aja aku memberi dia kesempatan untuk mengulangi kesalahan yang sama.


Mungkin karena kesal,sejak tadi aku hanya menjawab dia seperlunya saja.Dani pun kemudian menepikan motornya di pinggir jalan.


"Naima......"


"Aku tahu,aku sudah buat kamu kecewa tadi.Tapi setidaknya kasih aku kesempatan untuk menjelaskannya." ucapnya.


"Buat apa?"


"Aku merasa sia-sia saja memaafkan kamu Dani."


"Aku kurang apa selama ini? Aku sudah memaafkan kamu dan memberi kamu kesempatan untuk kam.Tapi apa yang aku dapat sekarang,kamu malah terus buat aku kecewa dan kecewa terus."


"Kami kira aku nggak lelah,terus memahami kamu.Aku capek," lanjut ku.


"Mungkin sampai saat ini hubungan kita,aku ingin pulang saja ke rumah orang tua ku."


"Tidak,aku tidak akan membiarkan kamu pulang.Aku tidak ingin berpisah sama kamu,"


"Kamu harus percaya sama aku,Naima.Aku benar-benar sayang sama kamu.Aku menikahi kamu bukan hanya sekedar iseng atau apapun itu." lanjutnya.


"Sudahlah,"


"Selalu itu saja yang kamu ucapkan saat kamu ketahuan oleh ku.''


"Aku capek sekarang,aku ingin cepat pulang untuk istirahat."


"Aku sudah pernah bilang kan sama kamu,kita udah sama-sama dewasa sekarang.Kamu pasti sudah tahu mana yang terbaik untuk hubungan kita kedepannya dan mana yang gak baik." lanjut ku.


"Aku tahu,aku tidak punya hak untuk hati kamu.Tapi kalau memang aku sudah tidak lagi kamu sayangi,tolong pulangkan aku ke rumah orang tua ku.Sebagaimana dulu kamu meminta ku saat kamu melamar ku."


Dani pun terdiam dan hanya menatap ku.Sebenarnya aku ingin tahu,alasan kenapa dia bisa terjerumus ke dunia nya yang seperti ini.Apakah faktor dari lingkungan atau apa.

__ADS_1


"Aku juga sama terluka sekarang,aku juga ingin hidup normal seperti laki-laki yang lainnya.Aku juga tidak ingin hidup seperti ini,bagaimana kalau orang tua ku tahu kalau anak nya seorang gay."


"Mereka pasti akan kecewa pada ku dan mengusir ku atau bahkan tidak akan menganggap ku sebagai anak nya lagi." lanjutnya.


"Sebenarnya apa yang terjadi sama kamu? Pasti ada alasan nya bukan?"


"Aku trauma,aku dulu merupakan korban juga saat masih duduk di bangku sekolah saat SMP."


"Maksud kamu?" tanya ku.


"Aku belum siap menceritakan nya sama kamu,"


"Kenapa? Kenapa kamu nggak siap untuk menceritakannya sekarang?" tanya ku kembali.


"Aku malu,"


"Aku ini istri kamu,kenapa kamu harus merasa malu pada ku?"


"Sejujurnya dulu aku merupakan korban dari guru ku yang gay.Dia melecehkan aku dan beberapa siswa lainnya,"


"Mungkin sejak itu lah,aku menjadi ketagihan untuk melakukan hubungan dengan sesama jenis.Terlebih lagi saat aku menginjak kelas 3,aku malah dekat dengan siswa junior yang sama penyuka sesama jenis."


Aku sangat kaget mendengar penjelasannya,jadi ini alasan pertama yang buat dia bisa jadi seperti ini sekarang.


"Berarti kalau begitu,secara tidak langsung kamu akan sulit untuk berubah dan keluar dari dunia kamu?"


"Tidak......"


"Aku pun ingin sembuh dan hidup normal seperti laki-laki pada umumnya.Tapi itu tidak semudah membalikan telapak tangan,aku kesulitan dan cukup buat aku menderita juga." lanjutnya.


"Makanya aku katakan sama kamu,pikirkan apa yang terbaik untuk hubungan kita kedepannya bagaimana.Bukan aku ingin lepas dari kamu,hanya saja aku juga terluka sama seperti kamu."


"Istri mana yang akan masih baik-baik saja,setelah tau semua nya.Tapi kamu sendiri tidak berubah dan terus mengulanginya.Sakit,hati ku sudah tidak tahan untuk memendamnya sendirian.Kadang aku ingin mengadu sama seseorang.''


"Tapi kalau aku cerita,sama saja aku menceritakan keburukan suami ku sendiri." lanjut ku.


Dani pun kemudian menarik ku dan memeluk ku dengan erat.Dia pun menangis dalam pelukan ku.

__ADS_1


"Aku janji akan berusaha untuk berubah dan tidak mengulanginya lagi."


Aku hanya bisa terdiam,pikiran ku buntu dan tidak bisa berpikir lagi.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Pagi harinya aku terbangun dalam keadaan Dani masih memeluk ku erat.Aku berusaha untuk melepaskan pelukannya,aku berniat untuk mandi dan membuat sarapan untuk dia.


"Jangan lepaskan pelukan ku,"


"Aku takut nantinya kamu akan pergi meninggalkan aku." lanjutnya.


"Tidak aku mau mandi dan masak untuk nanti kita sarapan." balas ku.


Setelah beberapa saat,Dani pun akhirnya melepaskan pelukannya.Aku pun langsung mengambil handuk yang tergantung di belakang pintu,setelah itu baru lah aku mandi.


Di dalam kamar mandi dan berpikir lagi,aku bingung dengan keputusan yang akan aku ambil nantinya.Aku merasakan kebimbangan di hati aku,di satu sisi aku terluka oleh kelakuan dia.Tapi di satu sisi lagi,aku merasa kasihan sama Dani,dia juga pasti lebih terluka sekarang.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Siangnya,Dani pergi ke lantai bawah untuk membantu pak Jaki.Kebetulan beliau tadi meminta bantuan Dani untuk membantunya membawa barang-barang milik anaknya untuk di bawa ke rumahnya.


Aku pun memilih untuk duduk di depan kontrakan sambil melihat lalu lalang kendaraan yang tidak berhenti melintas.


"Eh mba Naima,kok hanya sendirian di sini?Kenapa nggak main aja ke bawah,padahal dari tadi aku sendirian loh...." ucap mba Nur yang baru saja datang.


"Tidak ada,aku hanya melihat lalu lalang kendaraan di jalan aja."


"Oh iya,kalau tidak salah lihat tadi aku melihat mas Dani ada.Emang nya dia nggak kerja?" tanya nya.


"Tidak,"


"Semalam badan dia panas dan sempat muntah- muntah juga.Aku menyarankan untuk dia istirahat dan ijin untuk tidak masuk kerja hari ini "


"Maafin aku ya mba,bukan maksud aku membohongi kamu.Hanya saja,situasinya yang tidak memungkin kan aku untuk menceritakan yang sebenarnya sama mba." bisik ku dalam hati.


"Oh pantas saja,"

__ADS_1


"Tapi kok,dia malah pergi tadi sama pak Jaki?"


"Ya kan nggak enak juga,apalagi tadi pak Jaki sengaja menghampiri suami ku untuk minta bantuan.Mana mungkin kita menolaknya," jelas ku.


__ADS_2