Aku Pun Ingin Bahagia

Aku Pun Ingin Bahagia
Episode 42


__ADS_3

...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Pagi harinya aku dan Dani sudah bersiap-siap untuk berangkat lagi ke Jawa dan sekarang kami tinggal menunggu Husni untuk mengantarkan kami ke stasiun.


Tadi kami juga sempat sarapan dengan nasi goreng yang aku buat seadanya saja.


"Nanti kalau udah sampai jangan lupa hubungi kami yang di rumah ya," ucap ibu.


"Iya bu,"


"Soalnya kalai sudah di perjalanan,aku tuh suka ketiduran dan paling ingat saat nanti kalau sudah sampai." jelas Dani.


"Ya yang penting kamu kasih tau aja,kalau kamu sudah sampai."


"Baik bu......"


Tidak lama kemudian,Husni pun datang dengan mengendarai mobil miliknya.


"Ayo......" ucapnya.


Kami pun langsung menaikan barang-barang kami ke dalam bagasinya.Sebelum berangkat tidak lupa kami berpamitan sama keluarga dan yang tidak pernah terlewatkan adalah ke rumah neneknya Dani.


Sehabis dari rumah neneknya Dani,barulah kami berdua berangkat menuju stasiunnya.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Akhirnya kami pun sampai di stasiunnya dan langsung masuk ke dalam karena memang waktunya yang sangat mepet.


"Makasih ya Husni,karena sudah antarkan kami ke sini." ucap ku.


"Iya,sama-sama.Lagi pula nggak tiap bulan ini kan nganterin nya."


"Ya udah,hati-hati di jalan.Semoga selamat sampai tujuan," lanjutnya.


"Iya....."


Kami pun langsung masuk menuju keretanya,karena memang saat kami tiba beberapa saat yang lalu,keretanya sudah datang.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Tepat jam 3 sore,barulah kami sampai di depan kontrakan kami.Dan kebetulan saat itu di ruang TV yang ada di kontrakan ada mba Nur tengah nonton TV sendirian.


"Loh Naima,kamu memangnya dari mana?" tanya nya.


"Habis pulang mba,"


"Aku duluan naik yah,kebelet nih." bisik Dani.


Dia pun langsung pergi lebih dulu menuju ke lantai dua.


"Oh pantas saja,aku bolak balim ke kamar kamu nggak ada siapa-siapa."


"Ternyata kamu habis pulang,"


"Iya mba,kebetulan saat aku pulang waktu itu mau pamit sama mba juga,sepertinya mba masih tidur deh."

__ADS_1


"Ya kayak nggak tahu aja,aku kan biasanya bangun tidur sekitar jam 7 an."


"Oh iya,kenapa tiba-tiba kamu pulang,perasaan kamu nggak cerita sebelumnya sama aku akan pulang dalam waktu dekat." ucapnya.


"Iya mendadak mba,ada urusan yang harus di selesaikan di kampung."


"Terus,sekarang apa urusannya sudah selesai?" tanya nya.


"Iya udah,"


"Syukurlah,Ya udah kamu pasti capek.Aku juga habis ini mau masak buat nanti makan sore." lanjutnya.


"Ya udah kalau gitu aku duluan yah," ucap ku langsung pergi lebih dulu.


Sesampainya di kamar,ternyata Dani tengah membereskan barang bawaan yang kami bawa tadi dan menatanya di rak.


"Masak nasi dong,aku lapar nih."


"Ih bukannya tadi perasaan ibu bungkus deh buat bekal kita.Coba kamu lihat di plastik yang warna ungu itu,"


"Sebentar," dia pun langsung meraih plastik yang sebelumnya mungkin dia simpan di belakang.


"Eh iya benar,ini ada nasi sama pepes ikan dan ayam goreng juga." ucapnya.


"Itu tadi aku buat sambel bawang juga,ada nggak?" tanya ku.


"Ada...."


Karena Dani sudah mengajak aku makan duluan,akhirnya aku pun langsung menuruti permintaannya.Tadi nya aku berniat untuk mandi terlebih dulu.


Kami hanya beli cemilan saja dan itu pun memang hanya cukup untuk mengganjal perut kami berdua saja.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Malamnya aku turun ke lantai bawah untuk mengantarkan oleh-oleh untuk mba Nur.


*Tok.....Tok......Tok.....


Tidak lama kemudian pintunya pun terbuka dan aku pun langsung di sambut oleh senyuman yang di pancarkan oleh mba Nur.


"Eh Naima,aku kira siapa."


"Ada apa?" tanya nya.


"Ini ada sedikit oleh-oleh yang aku bawa dari kampung.Tidak banyak sih,hanya nyicipin aja."


"Oh ya ampun,ngerepotin banget.Tapi makasih ya,"


"Iya sama-sama mba,"


"Ya udah ya,aku mau langsung balik lagi ke kamar."


"Iya,sekali lagi makasih ya......"


Aku pun langsung kembali ke kamar dan bersiap untuk istirahat.Meskipun masih jam 8 malam,tapi aku ingin lebih awal untuk tidur.Supaya besok bangun badan terasa segar.Apalagi tadi habis melakukan perjalanan yang cukup panjang.

__ADS_1


"Gimana?" tanya Dani.


"Gimana apa nya sih?" tanya ku balik.


"Ya itu mba Nur,apa katanya setelah kamu kasih itu oleh-olehnya."


"Ah itu,dia nggak bilang apa-apa sih.Hanya bilang malasih aja,udah."


"Oh......."


"Tidur yuk,besok kan kamu harus balik kerja lagi." ajal ku.


Karena memang kebetulan saat itu Dani tengah duduk di depan kontrakan sambil nonton TV dari HP.


"Ya udah yuk,aku juga udah merasa ngantuk tadi.Hanya saja,aku nunggu kamu pulang dari nganter makanan ke mba Nur." ucapnya langsung beranjak dari duduknya.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Pagi harinya sekitar jam setengah 6,aku turun ke bawah untuk beli bahan makanan.Biasanya suka ada tukang sayuran yang lewat depan kontrakan.


"Naima.....!" seru seseorang dari balik ruangan yang biasa di gunakan bapak-bapak untuk main tenis meja.


"Lah mba,habis ngapain mba dari sana?" tanya ku pada mba Nur.


"Itu tadi aku habis jemur pakaian di belakang,soalnya itu jemuran yang di samping sudah penuh sama jemuran yang lain."


"Tumben jam segini mba udah bangun,"


"Ya itu tadi,karena aku banyak cucian.Kadinya tadi habis shalat subuh aku langsung nyuci baju."


"Oh iya,kamu sendiri ngapain di sini sendirian?" tanya nya balik.


"Aku lagi nungguin tukang sayur mba,soalnya kebetulan aku tidak ada bahan makanan untuk aku dan Dani nanti sarapan.Biasanya kan jam segini yah,tukang sayurnya lewat." ucap ku.


"Iya sih biasanya,paling bentar lagi.Sama aku juga mau beli tahu,kayaknya bikin tahu isi enak aja gitu."


Tidak lama setelah itu,saat aku dan mba Nur tengah asik ngobrol.Ternyata tukang sayurnya pun datang.


Kami pun langsung menyerbu tukang sayurnya dan memilih beberapa bahan makanan untuk nanti aku masak untuk sarapan sama makan sore.


Setelah di rasa cukup,aku dan mba Nur pun memisahkan diri untuk langsung masuk ke kontrakan kami masing-masing untuk masak.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Masak apa?" tanya Dani saat baru tersadar dari tidurnya.


"Ini aku buat sayur sop sama tempe goreng," balas ku.


"Bikin sambelnya nggak?"


"Iya dong,"


"Ya udah ayo bangun dan langsung mandi.Nanti kita makan bareng di depan." ajak ku.


"Bentar aku masih mager nih," ucapnya malah merentangkan tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2