Aku Pun Ingin Bahagia

Aku Pun Ingin Bahagia
Episode 19


__ADS_3

...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Ke esokan harinya,saat baru keluar dari kontrakan, aku tidak sengaja menerima pemberitahuan dari facebook.Seseorang menandai aku,saat aku lihat ternyata itu adalah undangan pernikahan Rafi dengan wanita pilihannya.


Aku sedikit terenyuh dan sedih,melihat laki-laki yang dulu nya sering membersamai ku akhirnya menikah.Harusnya aku merasa bahagia dan memberinya selamat,namun entah kenapa rasanya tangan ku berat untuk melakukannya.


Dan ternyata benar,akun facebook milik Rafi sendiri adalah akun baru.Aku sendiri belum berteman dengan nya.Hanya saja aku di tandai oleh teman-teman yang lain.


"Mungkin ini,perasaan yang dulu Rafi rasakan saat tahu aku menikah dengan laki-laki lain." bisik ku dalam hati.


Aku pun langsung menyimpan HP ku ke dalam saku dan melanjutkan perjalanan ku menuju tepi jalan untuk menunggu teh Asih.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Sesampainya di pabrik,aku langsung berjalan menuju kantin untuk bergabung dengan teman-teman ku yang lain.


"Pagi Naima......"


"Kamu kenapa sih,masig pagi muka nya udah di tekuk kayak gitu." ucap Eva.


"Iya ih," sambung Siska.


"Nggak tahu nih,rasanya hari ini malas banget aku berangkat kerja."


"Aduh,yang sebentar lagi udah mau berhenti kerja.Kenapa,harusnya kan kamu senang karena bentar lagi kamu bakalan bareng sama suami kamu." timpal Siska.


"Nggak tahu lah Sis,mungkin itu yang aku inginkan sejak lama.Hanya saja,karena aku sudah lama kerja di sini,jadinya aku merasa sedih aja keluar kerja."


"Ya kan,sebenarnya kamu masih bisa memperpanjang kontrak kamu.Mumpung masih ada waktu tau," timpal Eva.


"Iya sih......."


"Nggak tau lah,sebenarnya aku sendiri belum yakin dengan keputusan ku ini." lanjut ku.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Sepanjang hari ini,aku kebanyakan diam saja.Aku merasa lemas dan malas sekali untuk melakukan sesuatu.


Teman-teman ku sedari tadi terus menegur dengan sikap ku hari ini.Karena biasa nya aku lah yang paling rempong diantara yang lainnya.


Sambil menunggu teh Asih di kantin aku tidak sengaja bertemu dengan teh Sani.Dia pun langsung menghampiri aku.


"Naima.....!" seru nya.


"Kenapa teh?"

__ADS_1


"Kamu lagi bertengkar yah,sama Dani?" tanya nya.


"Kenapa teteh bisa tanya kan itu sama aku?" tanya ku balik.


"Nggak,soal nya tadi pas istirahat dia sempat menelpon aku.Katanya dia merasa aneh aja sama perubahan sikap kamu akhir-akhir ini."


"Sebenarnya kenapa sih? Kalau pun emang kalian sedang bertengkar atau salah paham,sebaiknya di bicarakan saja.Jangan seperti ini,apalagi sekarang kalian berdua sedang berjauhan.Kalau komunikasi kalian tidak lancar yang ada aku khawatir,berpengaruh sama hubungan kalian." jelas teh Sani.


"Iya teh,makasih ya."


"Nanti aku akan coba untuk membicarakannya,"


"Aku harap hubungan kalian awet,jangan seperti aku." timpal nya.


"Iya....."


"Ya udah aku duluan yah,dah.Sampai ketemu besok yah......" pamit teh Sani.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Pas aku sampai di kontrakan,ternyata bu Nila dan teh Naya tengah berkumpul di bawah pohon jambu.Aku pun langsung menghampiri mereka berdua.


"Ya ampun,lagi pada ngapain sih?" tanya ku.


"Biasa lah,kita sedang menikmati suasana sore hari sambil melihat pesawahan." timpal teh Naya.


Aku pun langsung duduk di samping teh Naya dan mengambil gorengan dari dalam kanting plastik.


"Jadinya kamu mau berhenti kerja aja?" tanya bu Nila.


"Sepertinya,"


"Kemarin sih,pas a Dani pulang kami sempat membicarakannya.Tapi nggak tahu,sekarang aku malah merasa enggan untuk keluar dari kerjaan." lanjut ku.


"Ya wajar sih,namanya juga kamu udah lama kerja di sana.Aku juga pernah ngalamin hal seperti itu," timpal teh Naya.


"Ya udah sih,sekarang kan masih ada waktu buat kamu untuk memikirkan semuanya.Supaya nantinya kamu tidak menyesal juga.Lagi pula,kenapa tidak di sini aja sih,kita pasti akan merasa kehilangan kamu nanti." ucap bu Nila.


"Ya di sini juga ngapain bu,kalau aku nya tidak kerja."


"Kalau pun kerja,aku merasa sudah lelah.Mungkin udah saat nya untuk aku pensiun dari tempat kerja ku." lanjut ku.


"Iyalah,kan sekarang kamu sudah nikah ini.Ada yang nafkahin dan biayain kamu." sambung teh Naya.


"Iya makannya itu......."

__ADS_1


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Tanpa terasa waktu sudah menunjukan pukul setengah 6 sore.Aku pun langsung masuk ke dalam kontrakan bersiap untuk mandi.


Dan selama itu pula,aku lupa belum mengaktifkan HP ku yang sedari di nonaktifkan.


Lagi pula,nanti kalau aku mengaktifkannya yang ada malah Dani akan marah-marah pada ku dan aku merasa malas untuk menghadapinya.


Aku langsung menyimpan HP di atas meja dan memilih untuk mandi terlebih dulu.Mungkin saja,nanti habis mandi mood ku lebih baik dan tidak kusut.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


"Halo......"


"Kamu kemana aja,kok dari tadi aku telpon kamu nggak aktif?"


"Iya semalam aku lupa chrager HP,tadi saat di kerjaan HP nya mati dan baru sempat aku charger saat pulang kerja."


"Memang nya kenapa?"


"Kok kamu malah nanya gitu? Bukan nya wajar bukan,aku suami kamu ingin menghubungi kamu."


"Oh,aku kira ada apa......"


"Kamu udah makan?"


"Belum,tadi pulang kerja baru makan gorengan pemberian bu Nila.Paling sebentar lagi aku makan,"


Kami berdua sempat terdiam sejenak,karena aku sendiri tidak tahu harus ngobrol apa sama dia.


"Ya udah lah,sepertinya kamu juga tidak senang aku hubungi kamu."


Dia pun langsung menutup telponnya dan aku sendiri tidak ambil pusing dengan itu.Aku lebih memilih keluar untuk mengajak teh Naya beli bakso di depan sana.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


"Tumben kamu ngajakin teteh malam-malam beli bakso.Ada apa nih?" tanya teh Naya.


"Nggak ada apa-apa,hanya saja aku sedang malas masak aja hari ini.Dan entah kenapa tiba-tiba aja aku ingin makan bakso,udah lama juga aku nggak makan bakso bareng teteh." jelas ku.


"Ih padahal kalau pun kamu sedang malas masak,kamu tinggal ke rumah aku aja.Tadi aku masak lumayan banyak loh,"


"Ih gak enak lah,masa aku malah minta makan sama teteh."


"Lah emangnya kenapa? Kan udah sewajarnya ini,sesama tetangga dan teman saling berbagi."

__ADS_1


"Iya deh,nanti kalau aku merasa lapar aku akan ke kontrakan teteh buat minta makan.Lagi pula kan,kalau hanya sekedar makan bakso tidak akan membuat aku kenyang juga kan? Paling hanya bertahan beberapa jam saja." timpal ku.


"Ha ha ha,iya juga......" ucap nya sambil tertawa.


__ADS_2