Aku Pun Ingin Bahagia

Aku Pun Ingin Bahagia
Episode 20


__ADS_3

...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Hari dimana yang di tunggu-tunggu pun akhirnya tiba.Hari ini merupakan hari terakhir aku bekerja.


Sebelum pulang kerja,aku menyempatkan diri untuk berpamitan sama semua teman-teman ku dan begitu pun dengan atasan ku.


Aku sendiri tidak bisa menahan tangis ku saat berpamitan dengan mereka semua.Rasanya baru kemarin aku masuk ke sini dan sekarang sudah saat nya untuk aku keluar.


"Jangan lupakan aku yah,meskipun nanti kita berjauhan aku harap kita masih bisa menjaga komunikasi kita dengan baik." ucap Eva.


"Tentu saja,aku tidak akan pernah melupakan semua kenangan yang pernah kita lakukan bersama." balas ku.


Setelah berpamitan sama semua orang,aku pun langsung keluar dari pabrik lebih dulu.Karena memang kebetulan hari ini aku pulang di jemput sama teh Naya.


Semalam dia menawarkan diri untuk menjemput ku saat pulang.Sesampainya di depan gerbang,ternyata teh Naya sudah sampai lebih dulu dan menunggu tepat di pinggir jalan.


Aku pun langsung berlari menghampirinya.Hari ini aku,teh Naya dan bu Nila berencana untuk makan seafood langganan kami.


Sebanarnya,dua hari sebelumnya aku lah yang mengajak mereka berdua.Aku sengaja melakukan itu,karena aku ingin mentraktir mereka berdua sebelum aku berangkat ke Jawa.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Sabtu pagi,akhirnya Dani pun pulang untuk menjemput ku.Kami berencana untuk naik bis bis pada sore harinya.


Aku sengaja hanya membawa barang-barang yang penting saja,untuk di sana.Sedangkan barang-barang aku yang lainnya,nanti akan di ambil oleh mertuaku dengan menyewa mobil dari kampung.Mengingat barang-barang ku yang cukup banyak.


Aku langsung membuka kan pintu untuknya dan menyambutnya.Kebetulan pagi ini,aku tengah membereskan baju-baju ku kedalam koper.


"Gimana,apa semuanya sudah siapa?" tanya nya.


"Sudah,ini aku tinggal masukin baju saja."


"Bawa seperlunya saja,kalau di bawa semuanya nanti yang ada kita keberatan lagi."

__ADS_1


"Iya aku juga tahu,makanya ini juga aku sekalian memilahnya." timpal ku.


"Kalau mau makan ambil aja,tadi aku sempat bikin pepes ikan kesukaan mu." lanjut ku.


"Iya....."


Sepertinya dia langsung menuju dapur untuk mengambilnya,sedangkan aku masuk kembali kedalam kamar untuk meneruskan pekerjaan ku yang sempat tertunda.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Sore harinya,setelah kami berpamitan sama teh Naya dan yang lainnya.Aku dan Dani pun di antar oleh bu Nila menggunakan mobilnya.Karena memang bu Nila lah,satu-satunya yang mempunyai mobil pribadi.


Kami berdua pun tadi siang sudah memesan tiketnya secara online dan untung saja,aku dan Dani masih kebagian bis.


Sesampainya di dekat pintu tol,kami berhenti tepat di depan agen bis yang akan kami tumpangi nanti.


Setelah bu Nila berpamitan untuk pulang lebih dulu,kami berdua pun langsung menunggu bisnya di warung sambil meminum es coklat yang kami pesan.


Karena memang,selama ini di sana Dani belum punya peralatan seperti itu.Jadinya meskipun kami sedikit kerepotan,mau nggak mau harus membawanya.


Kalau mengandalkan semuanya serba di beli,nanti yang ada aku dan dia akan kehabisan dana untuk itu.Mengingat gajihnya di sana hanya cukup untuk bekal kami sehari-hari saja.Untuk menabung pun,rasanya kami kesulitan.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Setelah menempuh perjalanan hampir 3 jam,kami berdua pun akhirnya sampai di tempat tujuan.Kosannya sendiri berada di pinggir jalan,jadi saat kami turun dari bisnya kami langsung turun tepat di depan kontrakan.


Aku pun langsung mengambil koper yang sudah di turunkan oleh kondekturnya tadi.Setelah itu,kami berdua langsung menuju ke kamar kosannya yang terletak di lantai dua.


Aku sempat terkejut dengan kondisi kontrakannya,ukurannya lebih kecil di bandingkan kontrakan yang sebelumnya.


Hanya ada ruang depan tengah sama dapur dan toilet saja.Tidak ada sekat kamar seperti di kontrakan sebelum nya.


Aku pun langsung menyimpan semua barangnya di sana,kebetulan di lantai dua ini hanya ada dua kamar saja yang terisi.Berbeda dengan lantai dasar yang sepertinya penuh.Aku bisa melihatnya,karena saat tadi sebelum aku naik aku melihat banyak sendal yang berserakan di depan pintu masing-masing.

__ADS_1


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Sore harinya Dani mengajak ku untuk makan di luar,katanya dia mempunyai tempat makan langganan yang menjual ikan bakar.Menurut penuturanya di sana makanan nya enak dan harga nya cukup terjangkau.


Berhubung kami tidak mempunyai kendaraan untuk kesana,kami berdua pun berjalan kaki.Untungnya jaraknya sendiri tidak begitu jauh,paling hanya sekitar 500 meter saja dari kosan ku.


"Oh jadi seperti ini suasana di kota ini," ucap ku memecah keheningan.


"Ya begini lah,suasana nya tidak seramai saat kita di P*******a." timpal Dani.


"Tidak apa-apa,lagi pula sekarang aku merasa senang karena tidak harus berpisah lagi sama kamu."


Sesampainya di tempat makannya,Dani yang mungkin sudah biasa makan di sana langsun memesan beberapa makanan.Sedangkan aku menunggu nya di meja yang di tunjukan tadi.


Saat aku tengah asik dengan ponsel ku,aku tidak sengaja melihat pesan masuk di HP Dani.Aku sedikit mengintip dan mendapati nama Bimo yang mengirim pesan padanya.


Belum sempat aku membacanya,Dani sudah lebih dulu meraih HP nya.Dan seperti biasa dia membukanya dengan mengangkat HPnya agak dekat dengan wajah dia.Jadinya aku tidak bisa melihat isi pesan yang di kirimkan orang itu.


"Kalau memang tidak apa-apa,pasti dia akan menerima pesanya biasa saja.Dan kalau pun laki-laki itu yang tengah dekat dengan dia pasti dia akan menghapus riwayat pesannya." bisik ku dalam hati.


Aku pun lebih memilih untuk fokus dengan HP ku dan berpura-pura tidak tahu.Padahal sekarang,hati ku sudah merasa panas dan kesal.


Mungkin rasanya nggak akan separah ini,kalau aku tahu dia selingkuh dengan wanita lain.Aku akan melepaskannya dengan ikhlas,mungkin aku bukanlah istri yang baik untuknya.


Tapi cerita nya berbeda,dia selingkuh dengan laki-laki.Yang berarti bukan aku yang salah,tapi prilaku dia yang menyimpang.


"Kamu mau minum apa?" tanya nya.


"Terserah apa saja," timpal ku tanpa melihat ke arah nya.


Raut wajahnya langsung berubah,setelah mendengar jawaban ku.Dia pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan memesan minuman di tempat kasir.


"Tega sekali kamu,melakukan hal sekejam ini di belakang ku.Akan aku pastikan untuk mencari kebenaranya,meski pun aku harus merelakan pernikahan kita nantinya.Aku sudah cukup merasa lelah dengan semua ini,sekarang saatnya untuk orang tua kamu mengetahui kebenarannya." bisik ku dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2