Aku Pun Ingin Bahagia

Aku Pun Ingin Bahagia
Episode 16


__ADS_3

...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Aku pun akhirnya kembali ke kota,karena memang aku hanya mendapatkan cuti 2 hari saja dari pabrik.


Seperti biasa aku berangkat kerja nebeng sama teh Asih yang rumahnya dekat dengan kontrakan ku.Tiap minggu nya,aku selalu memberi dia uang sebagai ganti bensin.


Meskipun sebenarnya teh Asih,seringkali menolak pemberianku.Namun,aku sendiri yang merasa tidak enak hati kalau harus nebeng sama dia secara cuma-cuma.


Sesampainya di dalam pabrik,aku langsung di sambut oleh mba Nina atasan ku setelah bu Nadin.Dia merupakan SPV yang memegang 4 line.Dan kebetulan aku termasuk anak buah nya.


"Naima,benar kamu tidak akan memperpanjang kontrak kerja kamu bulan depan?" tanya nya.


"Padahal mba udah cocok sekali sama kamu.Mba harap kamu bisa mempertimbangkannya kembali yah,"


"Iya mba,"


"Bukan maksud aku menolak rejeki atau gimana,hanya saja semenjak suami aku pindah keluar kota.Aku sering merasa kesepian hanya sendirian saja di rumah."


"Iya sih mba juga paham gimana rasanya,berjauhan sama pasangan kita."


"Ya sudah,nggak apa-apa.Mba tidak bisa memaksakan keinginan mba,semua keputusannya ada di tangan kamu." ucap nya.


"Iya,makasih ya mba....."


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Saat pulang aku seperti biasa menunggu teh Asih di dekat kantin,hari ini teh Asih lembur satu jam dan memang kebetulan hari ini,line ku tidak lembur.Sedangkan kebanyakan yang lainnya lembur.


Teh Asih meminta aku untuk menunggu di kantin saja,sampai dia keluar nanti.Untuk menghilangkan kejenuhan,aku pun melihat youtube di HP ku.


Selang beberapa menit kemudian,aku tidak sengaja melihat a Pandi yang sedang berjalan menuju parkiran.


"A Pandi......" panggil ku.


Dia pun langsung melihat ke arah ku dan tersenyum.


Aku pun langsung menghampirinya,sebenarnya aku berniat untuk menanyakan hal terkait perkataan dia waktu dulu.

__ADS_1


Sepertinya,dia tahu sesuatu tentang masa lalu suami aku yang tidak di ketahui oleh ku.


"Kenapa Naima? Tumben kamu panggil saya," ucap nya.


"Ada yang ingin aku bicarakan sama a Pandi,tapi sepertinya kalau kita bicara di sini tidak enak,banyak orang yang melihat." ucap ku.


"Ya sudah di parkiran saja,kebetulan kan hari ini banyak yang lembur." balas nya.


Aku dan a Pandi pun langsung menuju ke tempat parkirnya.Dan kami pun memutuskan untuk duduk di bawah pohon mangga yang ada di sana.


"Omongan yang mana yah,yang kamu maksud?" tanya nya.


"Omongan a Pandi,yang waktu itu.Saat aku masih awal-awal menjalin hubungan dengan suami ku.Lebih tepatnya,setelah kami bertunangan." jelas ku.


"Kenapa? Itu sudah lama loh padahal,kenapa sekarang kamu mengungkitnya kembali?" tanya nya.


"Apa terjadi sesuatu?"


"Aku ingin tahu aja,maksud dari omongan a Pandi waktu itu.Sepertinya a Pandi tahu sesuatu tentang masa lalu suami aku yang tidak aku ketahui." jelas ku.


Dia pun terdiam dan tampak seperti orang yang kebingungan.


"Aku tahu,mungkin ini sudah terlambat.Hanya saja,yang aku butuhkan sekarang itu kebenaran nya." lanjut ku.


"Aku bicara seperti ini bukan bermaksud menjelek-jelekkan suami kami.Tapi kamu sendiri yang ingin mengetahuinya,"


"Iya apa?" tanya ku kembali.


"Sebenarnya,saat aku tahu kalau kamu sama suami kamu sekarang akan menikah.Aku tidak percaya dan meragukannya.Karena memang aku lebih tahu dan kenal suami kamu jauh dari sebelum kamu masuk ke sini." jelas nya.


"Dia laki-laki penyuka sesama jenis atau bisa di bilang gay."


Sontak saja,ucapan a Pandi barusan buat hati ku merasa tercabik-cabik dan sakit.Berarti selama ini aku di bohongi sama dia.


"Makanya,pas aku tahu kabar itu.Aku sangat meragukannya,"


"Soalnya dulu dia seringkali open BO di facebooknya.Atau bahkan dia yang memesan laki-laki yang sejenisnya untuk sekedar berhubungan.Aku tahu itu,karena aku juga sempat di tawari teman ku untuk melayani dia."

__ADS_1


"Kamu tahu sendiri lah,aku seperti apa.Beda nya,aku lebih berterus terang ke semua orang yang ada di sekitar ku.Beda dengan suami kamu yang bermain bersih." lanjut nya.


"Facebook? Setahu aku di facebook nya nggak ada yang aneh-aneh." timpal ku.


"Dia punya akun facebook,khusus untuk itu.Aku saja sampai sekarang masih berteman."


"Asal kamu tahu aja,di pabrik kita ini banyak orang yang seperti itu.Hanya saja kebanyakan dari mereka bermain bersih dan tidak mempublisnya.Setahu ku,dia juga pernah punya pacar yang kerja di sini." lanjut ku.


Aku sebenarnya tidak ingin mempercayai apa yang di katakan a Pandi sekarang.Itu terlalu menyakitkan dan buat aku sakit hati.


Kalau kamu tidak percaya,aku bisa menunjukannya sama kamu.


Dia pun meraih ponselnya dari dalam saku jaketnya.Dan setelah menunggu beberapa saat,dia pun menunjukan akun facebook milik suami ku yang satunya.


Aku sangat terpukul setelah melihat apa yang di lihat ku sekarang,bahakan sampai hari ini dia masih aktif membuat status yang tidak pantas.


"Sekarang terserah kamu,"


"Hanya saja,aku tidak ingin ada yang tahu kalau suami kamu tahu,bahwa aku lah yang memberitahu ini sama kamu."


"Semua keputusan sekarang ada di tangan kamu,tapi menurut saranku.Akan lebih baik untuk kamu berpisah saja sama dia,kamu masih muda dan kalian belum punya anak.Aku yakin,kamu bakalan dapat laki-laki yang lebih baik."


"Tapi......."


"Naima......"


"Setahu ku,laki-laki yang seperti itu akan sulit di sembuhkan.Apalagi di lihat dari setatus di facebook dia sekarang.Sepertinya di sana dia punya laki-laki baru atau bisa di bilang BF dia." lanjut a Pandi.


"Aku bingung a,"


"Aku harua bagaimana sekarang,aku merasa sudah di bohongi sama dia."


"Sebenarnya alasan kenapa aku menanyakan ini sama a Pandi.Aku sendiri tidak sengaja membuka Wa dia dan di sana ada pesan yang di kirimkan oleh laki-laki dengan sebutan sayang gitu." lanjut ku.


"Mungkin nggak sih,alasan dia menikahi kamu itu,karena dia hanya ingin menutupi sisi lain hidup dia dari keluarga nya.Karena setahu ku,dia sangat takut dengan orang tuanya."


"Sebaiknya kamu cari bukti yang kuat dan bicara kan ini semua sama keluarga suami kamu.Sampai kapan kamu akan terus menahan semua ini sendirian,ini tidak mudah loh." lanjut nya.

__ADS_1


"Baiklah,aku akan mencari bukti dengan cara ku sendiri."


" Dia akan sulit di sembuhkan,apalagi kalau dia masih aktif di facebook nya yang ini....."


__ADS_2