Aku Pun Ingin Bahagia

Aku Pun Ingin Bahagia
Episode 17


__ADS_3

...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


"Aku bisa minta tolong nggak sama a Pandi,untuk merahasia kan ini semua dari yang lain."


"Pasti,aku tidak mungkin membongkar keburukan orang lain.Apalagi itu hal yang masih asing di masyarakat."


"Tenang aja,aku tidak seburuk yang kamu pikirkan kok.Semoga apa pum keputusan kamu nantinya,itu yang terbaik untuk kamu." lanjut nya.


"Iya......."


Tanpa terasa aku dan a Pandi pun sudah mengobrol hampir satu jaman.Sampai akhirnya bel tanda pulang pun berbunyi kembali.Tanda kalau yang lembur pun pulang.


Aku dan a Pandi langsung memisahkan diri dan aku langsung berlari menuju ke kantin untuk menunggu teh Asih.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Sesampainya di kontrakan,aku langsung mengurung diri di dalam kamar.Aku menangis sejadi-jadinya.Karena masih tidak percaya dengan apa yang terjadi pada ku sekarang.


Aku merasa seperti di sambar petir di siang bolong.Laki-laki yang selama ini aku kagumi,aku hargai,aku hormati dan aku sayangi sepenuh hati,tega-tega mya membohongi aku sejauh ini.


Aku bertekad untuk mencari bukti yang nyata dan akan langsung memberitahukan semuanya kepada orang tuanya.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Dua hari setelah kejadian itu,suami ku pun pulang dari Jawa.Aku bersikap seperti biasa dan berpura-pura tidak mengetahui apa yang sebenarnya sudah terjadi.


Namun,saat melihat wajahnya perasaan ku sangat sakit dan hancur.Dan itu berpengaruh pada sikap ku padanya.


Mungkin dia juga merasa aneh dengan sikap ku hari ini,namun aku tahu sikap suami ku yang bersikap masa bodo terhadap apa pun itu.


Yang membuat aku kesal adalah,dia selalu sibuk dengam HPnya dan tidak pernah lepas dari gengamannya.


"Kamu dari semalam terus sibuk dengan HP kamu,sampai-sampai istri kamu di diamkan seperti ini." ucap ku.


Dia tampak kaget melihat aku dan berbicara agak kasar kali ini pada nya.


"Kami yang kenapa,sejak semalam kamu bersikap dingin pada ku?"


Dari pada menjawab pertanyaan nya,aku lebih memilih untuk pergi meninggalkan dia dan keluar dari rumah.Aku pun langsung menuju ke tempatnya teh Naya untuk menenangkan diri.

__ADS_1


Untungnya saat itu,teh Naya tengah berada di saung yang berada di belakang kontrakan dia.


Aku pun langsung menghampiri dia dengan wajah yang di tekuk.


"Hei......"


"Kamu kenapa? Sepertinya kamu sedang kesal,cerita lah sama aku."


"Nggak teh,aku lagi pusing aja.Aku pengen makan sesuatu yang berkuah dan pedas." balas ku mengalihkan perhatian.


Karena tidak mungkin aku menceritakan alasan,kenapa aku sekarang kesal.


"Ya udah,bagaimana kalau kita bikin mie aja.Atau kamu mau kita beli seblak aja yang di gang mangis itu." ajak nya.


"Aku ingin seblak aja teh,"


"Oh iya,anak teteh nya mana? Aku nggak lihat dia dari tadi." lanjut ku.


"Dia lagi menginap di rumah bibinya,biarinlah.Sekali-kali kan aku menikmati kesendirian ku," ucap nya sambil tersenyum.


Kami pun langsung beranjak dari tempat duduk dan langsung menuju ke kontrakan nya teh Naya untuk mengambil motor nya.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


"Kamu dari mana aja? Main pergi gitu aja.Aku dari tadi nunguin kamu sendirian." ucap Dani saat aku baru saja sampai di kontrakan.


"Aku habis pergi beli jajanan sama teh Naya,lagi pula kamu sendiri pasti sibuk ini dengan HP kamu." timpal ku.


Aku pun langsung membuka kulkas,untuk mengambil bahan makanan untuk kami makan sore.


Aku memilih untuk menghindarinya dan menyibukan diri di dapur membuat makanan untuk kami berdua.Padahal sebenarnya hati aku menangis ingin mengadukan semua keluh kesah ku saat ini.


Namun,aku juga berpikir kembali.Pada siapa aku akan mengadukannya,tidak mungkin aku mengadukan nya sama orang tua ku.Apalagi ke keluarga Dani,nanti yang ada malah mereka menyangka aku memfitnah anaknya.Karena sekarang aku masih belum mendapatkan bukti yang kuat.


Kalau aku menceritakan nya sama yang lain,sama aja aku mencerutakan kejelekan dan keborokan suami aku sendiri.Aku takut,nanti yang ada Dani jadi bahan gunjingan.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


"Ayo makan......" ajak ku sama Dani yang tengah menontong TV di kamar.

__ADS_1


Kami berdua pun makan seperti biasa di ruang tengah.Hanya keheningan yang tercipta,rasanya aku merasa malas untuk berbicara dengan dia sekarang.


"Tumis kangkungnya kurang garam dikit lagi," ucap nya.


"Ya udah,nggak usah di makan kalau nggak enak.Makan sama yang lain aja," timpal ku.


Mata nya langsung meliha ke arahku,mungkin dia kaget dengan jawaban yang aku berikan padanya.Karena memang biasanya,aku selalu bersikap lemah lembut dan sopan saat berda di hadapannya.


Tapi sekarang ceritanya sudah berbeda,aku sudah tidak bisa lagi bersikap seperti dulu lagi.Aku sudah terlanjur sakit hati sekarang.


Dia pun akhirnya meraih dadar telor dan makan dengan itu saja.


Setelah selesai makan,aku langsung mencuci barang-barang yang kotor.Dan membereskan pakaian yang tadi pagi aku cuci.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Malam harinya,aku memilih untuk main di rumah teh Naya bersama bu Nila,kebetulan tadi selepas shalat magrib dia menghampiri ku dan mengajak ku untuk berkumpul di kontrakannya teh Naya.


Aku sedikit merasa mendapatkan hiburan saat berada di tengah-tengah mereka berdua.Mereka banyak menceritakan hal-hal yang cukup buat aku tertawa dan terhibur.


Aku sudah tidak memperdulikan suami yang sekarang sendirian di kontrakan.Kalau dulu,saat Dani pulang dari perantauan nya waktu ku banyak di habiskan di dalam kontrakan bersama dia.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


"Kamu dari mana aja sih,jam segini baru pulang?" tanya nya.


"Ya kan kamu tahu sendiri,tadi bu Nila mengajak ku untuk main ke kontrakan nya teh Naya." balas ku.


"Ya kan harusnya kamu tuh di sini,bukan malah kelayaban di rumah orang lain." timpal nya.


"Aku sudah terbiasa soalnya,saat kamu di sana suka main sama mereka berdua.Lagi pula kan kamu juga suka sibuk dengan HP kamu." balas ku.


Aku pun langsung masuk kamar dan bersiap untuk tidur.Aku tidak lagi memperdulikan dia dan memilih untuk bersembunyi di dalam selimut.


Aku mendengar dia pun mengunci pintu depan dan langsung masuk ke dalam kamar.Dia pun mencoba untuk memeluk ku,namun dengan segera aku menepisnya.


"Aku ingin tidur,aku merasa gerah....."


Dia pun langsung melepaskan pelukannya dan tidur membelakangi aku.

__ADS_1


Sebanarnya aku tidak ingin bersikap sedingin ini padanya.Namun,aku sendiri tidak membohongi perasaan dan hati ku sekarang.Susah untuk aku bersikap biasa saja saat ada di dekat dia.


__ADS_2