
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
Malam hari nya saat aku tengah tiduran di kontrakan nya Winanti,ada seseorang yang memanggil ku dari luar.
Aku pun langsung terperanjak dan menghampirinya.
"Iya kenapa?" tanya ku pada Dewi.
Anak kos yang baru sebulan masuk,katanya dia dulu nya pernah masuk ke pabrik,namun keluar dan sekarang dia masuk kembali.
Dewi sendiri,anaknya bisa di bilang sangat tomboy dan berpenampilan seperti laki-laki.Makannya di pabrik orang-orang kebanyakan memanggilnya Dewa.
Namun aneh nya,aku lumayan gampang dekat dengan dia.Mungkin karena memang anak nya yang gampang bergaul dengan siapa aja.
"Itu ada yang cari kamu di depan gerbang," ucap nya.
"Siapa?" tanya ku.
"Lihat aja,nanti juga kamu tahu."
"Ih Dewa apaan sih," ledek ku.
Aku pun langsung menuju ke gerbang depan,untuk melihat siapa yang mencari ku malam-malam.
Aku sedikit kaget,karena melihat keberadaan a Dani yang tengah menunggu di atas motor nya.
"Kenapa a....?"tanya ku.
"Ada yang aku mau bicarakan sama kamu," ucap nya.
Aku pun sempat terdiam dan tidak langsung merespon ucapannya.
"Sebaiknya kita tidak ngobrol di sini,tidak enak kalau nanti di lihat orang.Bagaimana kalau kita nyari tempat untuk bicara." ajak nya.
"Dimana?" tanya ku.
"Ada kok tempat di dekat sini,yuk...." ajak nya.
Aku pun langsung mengiyakan ajakannya dan kami pun langsung menuju ke tempat yang di maksud oleh a Dani.
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
Kami pun akhirnya sampai di sebuah cafe yang tidak begitu ramai dengan pengunjung.
"Kenapa a.....?" tanya ku kembali.
__ADS_1
"Ini masalah pesan yang aku kirimkan malam kemarin itu,gimana apa kamu sudah ada jawabannya?" tanya nya.
"Kalau soal itu,aku sudah membicarakan sama orang tua ku.Dan mereka pun sudah setuju,"
"Jadi......." ucap nya.
"Iya aku mau......."
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
Akhirnya dua minggu kemudian,aku dan a Dani pun melaksanakan pertunangan di kampung ku.
Aku sendiri sebenarnya belum yakin dan ragu dengan keputusan ku saat ini,hanya saja mengingat dia yang lebih dulu mengajak ku serius aku pun lebih memilih untuk tidak menghiarau kan rasa ragu ku itu.
Acara tunangannya pun terbilang lancar,meski pun pada awalnya pihak keluarga ku sempat kebingungan dengan calon tunangan ku yang mana.
Karena memang,ternyata saat keluarga a Dani datang.Ada banyak saudara laki-laki yang seumuran dengan dia.
Begitu pun dengan aku,yang kebingungan dengan calon mertuaku.Karena memang ini pertama kalinya kami bertemu.
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
Kami pun akhirnya membuat keputusan bersama dan akan melangsungkan pernikahan pada bulan berikutnya di tanggal yang sama.
Ayah dan ibu ku terlibat bahagia,melihat aku dan a Dani sudah melaksanakan pertunangannya dengan lancar.
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
Setelah kami masuk kembali kerja,sebenarnya di pabrik belum ada yang mengetahui tentang pertunangan kami berdua.
Aku hanya bercerita sama orang-orang terdekat ku saja.Karena memang kami bermaksud untuk memberi tahu yang lainnya saat kami menyebarkan undangan pernikahan kami nanti.
Namun,segala sesuatu yang kita berusaha sembunyikan tidak berjalan dengan baik.Perlahan orang-orang di sekitar kami pun menyadari tentang hubungan aku dan a Dani.
Apalagi,sekarang sudah tersemat cincin di jari manisku.Aku pun tidak bisa lagi menghindari setiap pertanyaan yang di ajukan oleh orang-orang yang ada di pabrik.
"Naima......."
"Aku dengar kamu,sudah bertunangan dengan si Dani,benar nggak sih?" tanya a Pandi yang menjabat sebagai kepala line.
"Iya a......"
"Kamu yakin,mau nikah sama dia?" ucap nya.
"Maksud nya gimana yah? Ya kalau aku nggak yakin kenapa aku dan dia sekarang bisa tunangan." balas ku.
__ADS_1
Dia pun sempat terdiam seolah ingin mengatakan sesuatu pada ku.
"Ya mungkin ini hanya ketakutan ku saja.Tapi syukurlah,kalau memang kalian akan menikah.Mungkin dia sudah berubah," ucap nya langsung kembali ke dalam line.
Apa yang di katakan a Pandi tadi,cukup buat aku penasaran.Namun,aku mengingat pesan dari teman-teman ku yang mengatakan kalau menjelang pernikahan itu kita harus oebih banyak sabar dan akan banyak godaan nya.
Jadinya aku tidak mau ambil pusing dengan perkataan a Pandi tadi.
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
Tepat tanggal 18-9-2019 aku dan a Dani pun meresmikan pernikahan kami berdua.
“Saya terima nikahnya dan kawinnya Naima Siswanto binti Baharudin Siswanto dengan mas kawinnya uang tunai sebesar RP. 2.019.000 dan seperangkat alat shalat, tunai.”
"Sah........" serentak semua orang yang ada di sana yang menghadiri pernikahan kami berdua.
Aku melihat raut wajah ayah dan ibu,yang tersenyum bahagia dengan sah nya pernikahan ku.
Pernikahan kami di adakan dengan lancar dan tidak ada sesuatu apapun yang menghalangi.
Setelah seminggu dari pernikahan kami di laksanakan,kami pun berdua pun langsung kembali ke kota untuk bekerja.
Namun bedanya,sekarang aku pindah di kosan nya milik a Dani.
Karena memang,seminggu sebelum kepulangan ku,barang-barang milik aku sudah di pindahkan semua ke kosannya a Dani.
Aku merasa masih seperti mimpi,karena sekarang aku dan dia sudah resmi menjadi suami istri.
Awalnya aku suka merasa kaget dan canggung saat tidur bersama dia.Namun,setelahnya aku sudah mulai terbiasa.
Namun,aku suka merasa minder karena aku tidak pandai untuk memasak.Jadi yang lebih sering masak itu adalah a Dani.Sedangkan aku lebih kepada mengerjakan pekerjaan rumah yang lainnya.
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
Hari-hari yang kami jalani begitu romantis dan bahagia,sampai-sampai tidak terasa aku dan Dani sudah menikah selama 4 bulan lamanya.
Hari ini aku menerima kabar,kalau kontrak kerja dia sudah berakhir.Aku dan Dani sebenarnya sudah mengetahui dengan berakhirnya kontrak kerja dia dari seminggu yang lalu.
Jadinya kami tidak begitu kaget dan khawatir,Dani sendiri sebenarnya sudah mempersiapkan lamaran untuk bekerja di pabrik lain.
Atas ajakan dari temannya yang lebih dulu keluar dari pabrik.Namun yang buat aku khawatir adalah tempat kerja dia yang nantinya dia lamar berada di luar kota.
Aku tidak bisa melarangnya,karena memang dia sudah meyakinkan aku dan yang terpenting kami berdua membutuhkan biaya untuk menabung membangun rumah impian kami berdua.
Aku hanya bisa mendo'akan untuk kelancaran dan kemudahan.Dan yang terpenting semoga di tempat yang baru nanti dia di terima.Meskipun akhirnya kami berdua harus berpisah untuk sementara waktu.
__ADS_1
Mengingat kontrak kerja ku yang masih tinggal 5 bulan lagi berakhir.Dan setelah itu,aku memang berencana untuk menyusulnya kesana.