Aku Pun Ingin Bahagia

Aku Pun Ingin Bahagia
Episode 22


__ADS_3

...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Dani terlihat meraih tisu dan memasukanya ke dalam celana mikinya.Sepertinya laki-laki itu memang sudah berhasil membuat Dani mengeluarkan sesuatu darinya.


Dengan semua kekuatan ku,aku memberanikan diri untuk menghampiri mereka berdua.


"Kalian mau minum apa?" tanya ku.


Dani tampak terkejut dan langsung menarik tangannya dari dalam celana laki-laki itu.Sedangkan laki-laki itu,sepertinya masih berada dalam imajinasinya dan tidak merespon ku.


"T-t-tidak perlu,tadi Roni sudah bawa kok." ucap Dani agak terbata-bata.


Wajahnya tampaj memerah melihat kehadiranku,aku pun langsung duduk di sampingnya sambil pura-pura menonton vidio.


Barulah,setelah beberapa saat laki-laki itu membuka matanya dan terlihat raut kekesalan di wajahnya.


Aku bisa melihat dengan jelas,saat celana yang di kenakan laki-laki itu agak melorot saat dia menggunakan kembali jaketnya.


Mereka berdua sepertinya sudah benar-benar terbiasa.Buktinya mereka berani melakukanya bahkan di depan kontrakan dan ada aku pula saat ini.


Sangat luar biasa,aku tidak menyangak Dani bisa melakukannya sampai sejauh itu.


Selang beberapa menit kemudian,laki-laki itu pun pamit untuk pulang.Sebenarnya Dani sempat menawarkan diri untuk mengantarnya sampai ke depan gerbang,namun laki-laki itu menolaknya dan langsung pergi begitu saja.


Aku bisa melihat,ada beberapa helai tisu yang tampak sudah kusut dan berlendir di sampibg bekas laki-laki itu tadi duduk.Sepertinya memang benar,Dani sudah mengeluarkannya.Sedangkan laki-laki itu,keburu ketangkap basah karena kehadiran ku.


Pantas saja,aku merasa heran karena Dani membawa tisu ke luar.Padahal secara logika buat apa tisu itu?


"Masuk yuk," ajak nya.


"Aku masih mau di sini,kamu dulua aja."


"Aku kebelet nih,sebentar yah."


"Ya udah......"


Dia pun langsung masuk dan meninggalkan HP nya.Aku sangat beruntung,karena ini kesempatan aku untuk melihat kembali isi pesan di dalam Wa nya.

__ADS_1


Aku pun meraih HPnya dan melihat isi pesannya.


"Kita bisa melakukannya tanpa ketahuan istri ku, nanti kita pura-pura ngobrol aja di depan sambil mendengarkan musik."


"Nanti kamu dulu yang muasin aku yah,sudah lama nih tidak keluar."


Isi pesan Dani yang di kirimkan pada laki-laki itu.Saat aku tengah membaca nya,tidak lama berselang laki-laki yang bernama Roni itu mengirimkan pesan.


"Sial......"


"Malam ini kamu yang merasa puas,sedangkan aku baru saja merasa ******* dan belum sempat keluar."


"Aku tidak mau ke kontrakan kamu lagi,sekarang sudah tidak aman.Aku takut istri kamu tahu kalau kita pacaran."


"Sebaiknya nanti kita sewa kamar perjam saja selepas kamu pulang kerja.Kamu bilang saja kamu lembur gitu,aku ingin kamu membalas hutang kamu hari ini yang tidak berhasil buat aku keluar."


"Padahal,saat kita melakukannya di saung itu.Aku merasa sangat senang,karena ternyata kamu tidak pernah berubah dari dulu,selalu berhasil buat aku puas."


"Janji yah,nanti kamu harus buat aku puas banget.Aku ingin melakukannya lagi sama kamu dan menghisap kepunyaan kamu."


"Oke...."


Tapi sejak kapan? Apa yang di makasud laki-laki itu saat dulu Dani kerja di T******? Sepertinya memang iya,mengingat Dani pernah cerita kalau dia memang pernah bekerja di pabrik di T sekitar 5 tahun lalu.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Aku pun langsung masuk dan bersiap untuk mandi.Dan kebetukan Dani juga baru keluar dari kamar mandi sambil memegang perutnya.


"Sepertinya aku mulas,karena tadi kita makan ikan bakarnya sambalnya cukup pedas." ucap nya.


"Ya mungkin,nih HP kamu." ucap ku sambil memberikannya.


Aku pun langsung bersiap untuk tidur,sedangkan Dani dia memilih untuk tiduran di bawah sambil mainin HPnya.


Sepertinya dia baru membuka pesannya dan langsung merubah posisi tidurnya.Sehingga HP nya membelakangi aku.


"Percuma kamu melakukan itu,terlambat aku sudah tahu semua." bisik ku dalam hati.

__ADS_1


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Pagi harinya,Dani mengajak ku ke pasar dengan menggunakan angkot.Katanya,suapaya aku tahu dimana letak pasarnya dan nanti aku bisa berangkat sendiri ke pasar.


Sepanjang perjalanan aku kebanyakan diam dan tidak melihat ke arahnya.Aku sudah tidak peduli lagi,mau Dani kesal atau marah pada ku sekarang.


Dalam pikuran ku sekarang,aku harus segera mencari bukti itu dan pulang ke rumah orang tua ku.


Pastinya baik orang tua atau pun orang tuanya,akan meminta bukti pada ku saat nanti aku memberitahu kebenarannya.


Sekitar 5 menitan,kami berdua pun akhirnya sampai di pasarnya.Ternyata pasarnya sendiri cukup besar dan aku sedikit di buat pangling dengan kondisinya yang agak beda dengan pasar yang di P********a.


Kami pun berjalan menuju ke dalam pasarnya untuk mencari bahan-bahan untuk masak.Sebenarnya,aku tidak bisa membeli banyak bahan makanan,karena memang di sini aku tidak punya kulkas untuk menyetoknya.


Aku lebih memilih membeli bahan makanan yang akan bertahan lama.Sedangkan seperti tahu,tempe,ikan atau pun ayam aku hanya membeli sedikit saja.Karena nanti yang ada akan terbuang karena busuk atau basi.Aku hanya membelinya untuk makan hari ini saja.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Sepulang dari pasar aku langsung masak di dapur umum dan setelah itu,aku dan Dani makan bersama di depan kontrakan.Supaya mendapatkan udara,kerena memang kondisi di daerah ini yang agak panas meskipun sudah ada kipas.


Setelah selesai makan,aku sendiri lebih memilih untuk menyetrika beberapa pakain yang sepertinya bekas Dani cuci sebelum menjemput ku kemarin.


Saat aku melucuti dari gantungannya,aku tidak sengaja menemukan kembali pakaian dalam yang ukuranya lebih kecil di bandingkan dengan milik suami ku.


"Laki-laki mana lagi,yang dia ajak ke sini?" tanya ku dalam hati.


Sepertinya ini laki-laki yang lain,mengingat semalam laki-laki yang main ke kontrakan ukuran tubuhnya agak besar.Sepertinya laki-laki pemilik ****** ***** ini jauh lebih kecil dari suami ku.


"Ini ****** ***** kamu? Tapi kok keci sih?" tanya ku sambil memperlihatkannya.


Dani tampak terkejut dan langsung mengambilnya.


"Ah ini,waktu itu aku pernah pesan online ****** *****.Eh ternyata pas datang ukuranya salah,dari pada di buang begitu saja aku pakai saja karena sayang juga kan udah di beli."


"Oh gitu,aku pikur itu punya orang lain......" timpal ku.


"Orang lain gimana,masa iya ada yang sengaja meninggalkannya di sini." dia menjawabnya dengan agak marah.

__ADS_1


"Ya kan takutnya maksud aku tuh,kamu salah ambil.Barangkali ini punya tetangga kita,kan emang kita menggunakan jemuran bareng-bareng." jelas ku.


__ADS_2