
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
Aku melihat nama Bimo yang habis menelpon Dani tadi,aku yakin karena melihat jam di situ tercatatat baru beberapa menit yang lalu.
Aku sudah merasa pusing,padahal.baru saja aku mulai mempercayai Dani kembali.Tapi sekarang yang dia lakukan malah mengulang kembali kesalahan yang sama.
Aku harap,segera mungkin aku mendapatkan bukti itu.Mungkin untuk sekarang aku masih kuat dan bisa menahannya.Tapi aku tudak yakin dengan kedepannya bakalan seperti apa,mengingat dia yang masih mengulangnya.
"Nih......" ucap ku sambil memberukan HP nya.
"Ngomong apa ibu?" tanya nya.
"Tidak ada,seperti biasa aja nanyain kabar kita di sini aja." balas ku.
"Oh......."
... ♧ ♧ ♧ ♧ ♧ ...
Sepupamg dari sana,aku langsung tidur siang karena merasa lelah.Sedangkan Dani,terakhir aku lihat dia tengah main game di HP nya.
Tidak lama setelah itu,aku tersadar karena mendengar suara pintu yang terbuka.
"Kamu mau kemana?" tanya ku.
"Tidak kemana-mana kok,aku hanya ingin nongkring di depan aja.Di dalam aku merasa gerah," jelas nya.
"Oh......."
Aku pun melanjutkan kembali tidur ku,sedangkan Dani kemungkinan sekarang tengah duduk di depan kontrakan.
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
Sorenya sekitar jam setengah 3,aku terdengar dan mendapati Dani yang tertidur di bawah sambil memeluk guling.Aku sedikit merasa lega,karena Dani tidak pergi keluar tanpa sepengetahuan aku.
Aku pun langsung turun dan bersiap untuk menyiapkan bahan makanan untuk kita berdua makan sore.
Saat aku tengah masak di dapur umum,ada seorang perempuan yang terlihat masih muda.
"Sore mba....." sapa ku.
"Perasaan baru lihat mba,baru yah di sini?" tanya nya.
"Iya mba,baru mau satu bulan di sini."
"Oh udah lumayan lama juga kalau udah mau sebulan mah,kosannya di bawah atau dinatas mba?" tanya nya kembali.
__ADS_1
"Kebetulan aku di atas,sebenar nya saya istrinya Dani."
"Oh Dani yang kerja di pabrik D*****g?"
"Iya itu mba,"
"Kebetulan saya juga kerja di sana juga.Aku kita mas Dani belum nikah,eh ternyata udah."
"Soalnya seingat saya,dia waktu itu satu kontrakan sama laki-laki juga." lanjut nya.
Aku sempat terdiam,setelah mendengar ucapan cewek itu.Sebenarnya aku bisa aja,gali informasi dari wanita ini,hanya saja aku takut nantinya malah menjadi pertanyaan juga dan buat nama baik Dani di pabrik rusak.
"Kenapa mba?" tanya nya membuyarkan lamunan ku.
"Oh mungkin waktu itu ada teman kerja dia yang ikut ngontrak bareng," balas ku.
"Nggak ah,perasan bukan deh.Soalnya kalau di lihat dari seragam yang di kenakan laki-laki itu,sepertinya dia seorang guru gitu."
"Ah,itu temannya kalau nggal salah......"
"Oh......"
"Waktu itu hanya sebentar juga sih,aku perhatikan Dani nontrak sama laki-laki itu,mungkin ada sekitar 3 mingguan.Setelah itu,paling ada beberapa laki-laki yang main atau menginap di sini." jelas nya.
"Kenapa aku bisa bilang begitu,soalnya sebelum aku pindah ke bawah,aku sempat kebagian kamar di atas juga."
"Curiga bagaimana maksudnya?" tanya ku penasaran.
"Ya aneh aja,kalau malam-malam tuh akunsering mendengar ******* dari kamar suami mba itu.Aku sempat mengira kalau mereka mengundang perempuan atau gimana.Tapi pas paginya saat keluar hanya ada suami mba dan 2 laki-laki yang keluar dari dalam kamar."
"Mungkin aku salah dengar aja.Tapi pernah suatu waktu,aku lihat suami mba membuang belas tisu yang lumayan banyak gitu di dalam plastik dan di dalam nya terdapat ****** *****.Aku sempat menegurnya,karena takut dia salah buang." jelas wanita itu.
"Terus?"
"Ya aku tidak ingin buruk sangka juga,apalagu setelah aku tahu mas Dani ternyata sudah menikah.Nggak mungkin kan,laki-laki yang sudah menikah malah bermain api dengan laki-laki lain."
"Lucu sekali,kalau emang iya....." lanjut nya.
Aku sedikit tersenyum,untuk mengalihkan perhatiannya.
"Maaf ya mba kalai aku lancang dan menceritakan semuanya sama mba,soalnya aku penasaran aja.Tapi syukurlah,kalau ternyata sangkaan ku itu terbantahkan." tuturnya.
Wanita itu pun pergi lebih dulu,setelah menyeduh es kopi miliknya.
Setelah kepergiannya,aku berusaha menahan tubuhku yang terasa lemas dan bergetar.Aku tidak habis pikir,ternyata dia berani melakukannya sampai sejauh itu.Apa dia tidak takut ketahuan oleh orang-orang di sekitarnya atau gimana sih cara pikirnya?
__ADS_1
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧ ...
"Ayo makan....." ajak ku pada Dani yang sudah terbangun dari tidur nya.
"Masak apa?" tanya nya.
"Aku bikin sayur asem sama goreng ikan asin,"
"Nggak buat sambel gitu?"
"Lihat aja keluar,aku sudah buat semuanya.Ayolah kita makan,nanti keburu tetangga datang." ajak ku kembali.
Kami pun menikmati menu makan yang terbilang sederhana sore hari ini.
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧ ...
Dua hari kemudian,saat jam istirahatnya Dani memberitahu ku.Kalau misalkan dia mau di urut.Awalnya aku tidak curiga sama sekali,sampai akhirnya saat dia pulang aku sedikit menaruh kecutigaan padanya.
Karena setahu ku,orang yang bakal di urut nggak bakalan mandi lebih dulu,sedangkan dia kebalikannya malah mandi.Dengan alasan katanya dia merasa gatal dan gerah.
"Mau di urut di mana?" tanya ku padanya.
"Di kamar sebelah aja,kebetulan tadi aku sudah minta ijin sama penjaga kosannya."
"Soalnya masa iya sih,harus di deoan atau pun di dalam.Ruangan nya kan kecil gini," lanjutnya.
"Ya udah......."
Sekitar jam 8,Dani pun keluar untuk menjemput tukang urutnya dan langsung membawanya ke kamar sebelah.Aku sendiri memilih untuk menunggu di kamar ku.Masa iya sih dia akan berbuat aneh-aneh dengan tukang urut itu.
Tapi sebenarnya dalam hati aku,merasakan kejanggalan dan ingin melihat nya.Namun urung ku lakukan dan memilih tetap diam saja.Aku merasa aneh saja,karena setelah mereka masuk pintunya agak di tutup dan membunyikan musik yang agak keras.
"Haruskah aku melihatnya? Tapi tidak mungkin juga dia berani melakukan itu dengan tukan urut." bisik ku dalam hati.
Waktu telah menunjukan pukul 11 malam,berarti kurang lebih selama 2 jam dia di urut.
"Berapa?" tanya ku saat Dani masuk ke kamar mengambil dompet nya.
"85.000......" balas nya dan dia pun kembali keruangan itu.
Aku sedikit merasa curiga,karena tadi aku sempat melihat dia mengambil beberapa helai uang pecahan 50.000 an.Aku pun mengintip dompetnya dan ternyata benar saja,sebenarnya tadi dia mengambil uang sekitar 250.000.
Bagaimana aku tahu,berapa nilai uang yang dia ambil itu,karena memanga tadi pagi aku sendiri yang memberinya jatah mingguan senilai 500.000 dan sekarang yang tersisa hanya tinggal 250.000.
Aku sedikit marah dan kesal,untuk apa dia membohongi aku tadi.Padahal apa salahnya kalau tarif yang sebenarnya itu segitu.
__ADS_1
Sepertinya